Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Waspada! Ini Bahaya Melapisi Cat Mobil Baru dengan Wax atau Coating
ilustrasi cat mobil yang mengkilap (pexels.com/Erik Mclean)

Membeli mobil baru sering kali memicu keinginan untuk langsung memberikan perlindungan ekstra pada bagian eksterior kendaraan. Langkah mengaplikasikan wax atau coating kerap dianggap sebagai cara terbaik untuk menjaga kilau cat agar tahan lama.

Namun, tindakan yang diniatkan untuk melindungi tampilan mobil ini justru menyimpan potensi bahaya bagi permukaan cat. Ada proses kimiawi alami pada lapisan pelindung cat yang tidak boleh diganggu pada masa awal pemakaian.

1. Pelapisan awal mengganggu proses pengeringan alami cat pabrik

ilustrasi cat mobil (pexels.com/Mohammad Hammad)

Cat pada kendaraan baru sebenarnya masih membutuhkan waktu untuk mengalami proses pengeringan sempurna atau curing process. Meskipun permukaan luar terasa kering saat disentuh, lapisan dalam cat dan clear coat masih melepaskan gas serta uap kimia sisa dari proses pengecatan di pabrik. Proses pelepasan gas ini membutuhkan sirkulasi udara yang bebas pada permukaan kendaraan.

Pemberian wax atau coating yang bersifat kedap udara akan mengunci lapisan cat dan menyumbat pori-porinya secara rapat. Akibatnya, gas kimia yang seharusnya terlepas akan terperangkap di bawah lapisan pelindung tersebut. Kondisi ini dapat memicu timbulnya gelembung udara kecil, kusam permanen, hingga penurunan kualitas daya rekat cat dalam jangka panjang.

2. Gesekan pemolesan awal berisiko mengikis lapisan clear coat tipis

ilustrasi merawat cat mobil (pexels.com/Khunkorn Laowisit)

Proses pengaplikasian coating atau wax umumnya diawali dengan tahapan pembersihan mendalam serta pemolesan ringan pada permukaan bodi. Pada mobil baru, lapisan clear coat atau pelapis bening teratas masih berada dalam kondisi relatif lunak dan belum mengeras secara maksimal. Tindakan pemolesan yang tidak diperlukan dapat mengikis ketebalan pelapis bening tersebut secara sia-sia.

Pengikisan lapisan pelindung bening pada usia dini akan menurunkan tingkat ketahanan bodi kendaraan terhadap cuaca ekstrem. Bodi mobil menjadi lebih cepat pudar dan rentan mengalami keretakan akibat paparan sinar ultraviolet. Penundaan proses pemolesan menjadi langkah bijak untuk membiarkan lapisan bening mencapai tingkat kekerasan optimalnya terlebih dahulu.

3. Waktu yang tepat dan perawatan aman untuk mobil baru

ilustrasi cat mobil yang mengkilap (pexels.com/Erik Mclean)

Perlindungan seperti wax atau coating sebaiknya baru diaplikasikan setelah kendaraan digunakan selama satu hingga tiga bulan. Jangka waktu tersebut memberikan kesempatan yang cukup bagi lapisan cat pabrikan untuk menyelesaikan proses curing secara alami. Selama masa tunggu ini, cat kendaraan akan mengeras sepenuhnya dan siap menerima lapisan pelindung tambahan.

Sebelum jangka waktu tersebut terpenuhi, perawatan eksterior cukup dilakukan dengan mencuci mobil secara rutin menggunakan sampo ber-pH netral. Penggunaan kain microfiber yang bersih dan lembut juga sangat disarankan untuk mengeringkan sisa air agar tidak menimbulkan bercak. Langkah sederhana ini jauh lebih aman untuk menjaga keindahan warna cat tanpa merusak proses pengerasan alaminya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Topics

Editorial Team

Related Article