Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
3 Sesalahan Fatal Saat Mengajukan Pembiayaan Kredit Motor
ilustrasi motor bekas (pexels.com/Gustavo Fring)
  • Uang muka terlalu rendah dan tenor panjang membuat total bunga membengkak, bahkan akumulasi pembayaran bisa mencapai dua kali harga tunai motor.
  • Calon debitur perlu menghitung cicilan bersama biaya bensin, servis, dan pajak; total angsuran utang idealnya maksimal 30 persen dari pendapatan bersih bulanan.
  • Pemalsuan data penghasilan atau dokumen berisiko membuat kredit ditolak permanen dan mencatat nama pemohon dalam daftar hitam sistem informasi keuangan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Kalau mau beli motor pakai cicilan, jangan kasih uang muka terlalu kecil lalu bayar terlalu lama. Nanti uang yang dibayar jadi banyak. Kita juga harus hitung cicilan, bensin, servis, dan pajak supaya tidak kekurangan uang. Jangan pernah bohong soal gaji atau kerjaan, karena permintaan kredit bisa ditolak.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Mengajukan pembiayaan kredit sepeda motor sering kali menjadi pilihan utama bagi masyarakat yang membutuhkan sarana transportasi harian secara cepat. Kemudahan proses verifikasi serta beragam promo uang muka murah membuat skema pembelian ini sangat diminati.

Namun, ketergesa-gesaan dalam mengambil keputusan finansial tanpa perencanaan matang sering kali mendatangkan masalah di kemudian hari. Terdapat beberapa kesalahan krusial yang dapat mengganggu stabilitas keuangan serta memicu risiko kredit macet.

1. Memilih uang muka terlalu rendah dengan tenor pembayaran sangat panjang

ilustrasi pembelian motor bekas (pexels.com/Gustavo Fring)

Penawaran uang muka murah kerap menjadi jebakan manis yang menggiurkan bagi para calon pembeli sepeda motor. Pengambilan uang muka yang sangat kecil secara otomatis akan membuat pokok utang pembiayaan menjadi tetap tinggi. Kondisi ini memaksa pengambilan jangka waktu pembayaran atau tenor yang sangat panjang agar nilai angsuran bulanan terlihat terjangkau.

Dampak buruk dari kombinasi uang muka rendah dan tenor panjang adalah pembengkakan total bunga pinjaman yang harus dibayarkan. Nilai akumulasi pembayaran hingga akhir masa kredit bisa mencapai dua kali lipat dari harga tunai sepeda motor tersebut. Selain itu, nilai pasar kendaraan akan merosot jauh lebih cepat dibandingkan dengan sisa utang yang harus dilunasi.

2. Mengabaikan hitungan simulasi angsuran terhadap porsi pendapatan bulanan

ilustrasi pembelian motor bekas (pexels.com/Gustavo Fring)

Kesalahan fatal lainnya adalah tidak memperhitungkan kemampuan finansial secara rasional sebelum menandatangani akad pinjaman. Banyak orang hanya berfokus pada besaran cicilan pokok tanpa memperhitungkan biaya operasional bulanan seperti bahan bakar, servis berkala, dan pajak. Beban pengeluaran rutin ini seharusnya masuk ke dalam alokasi anggaran bulanan secara cermat.

Batas aman ideal untuk seluruh total angsuran utang adalah maksimal tiga puluh persen dari total pendapatan bersih bulanan. Mengambil cicilan motor yang melebihi batas kemampuan tersebut akan mempersempit ruang gerak alokasi kebutuhan pokok harian. Risiko keterlambatan pembayaran akan sangat tinggi saat muncul pengeluaran darurat yang tidak terduga.

3. Memalsukan data pribadi dan kelengkapan dokumen persyaratan kredit

ilustrasi pembelian motor bekas (pexels.com/Gustavo Fring)

Demi mendapatkan persetujuan dari pihak lembaga pembiayaan, tidak jarang calon debitur nekat memanipulasi data penghasilan atau dokumen pribadi. Tindakan memalsukan slip gaji atau memberikan informasi pekerjaan yang tidak akurat merupakan pelanggaran serius terhadap aturan pembiayaan. Pihak surveyor lembaga keuangan memiliki metode verifikasi lapangan yang sangat ketat untuk mengecek kebenaran data.

Praktik manipulasi data ini dapat menyebabkan permohonan kredit ditolak secara permanen oleh lembaga pembiayaan. Selain kegagalan mendapatkan kendaraan, nama calon debitur berisiko masuk ke dalam daftar hitam sistem informasi keuangan. Catatan buruk tersebut akan menyulitkan proses pengajuan pinjaman dalam bentuk apa pun di seluruh lembaga perbankan pada masa depan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article