Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Kebiasaan Kecil Ini Bisa Bikin Harga Jual Motor Kamu Turun Drastis!

ilustrasi dorong motor
ilustrasi dorong motor (pexels.com/doble-d)
Intinya sih...
  • Jarang mencuci motor setelah kehujanan atau kotor dapat mempercepat karat dan membuat motor terlihat kusam, menurunkan harga jual.
  • Sering menunda ganti oli mesin bisa membuat komponen mesin cepat aus dan performa menurun, mengurangi nilai jual motor.
  • Membiarkan bodi motor penuh baret kecil, mengganti spare part dengan kualitas murahan, dan jarang servis rutin ke bengkel dapat menurunkan harga jual motor secara signifikan.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Banyak orang fokus merawat mesin motor tapi lupa kalau kebiasaan harian juga sangat memengaruhi harga jual kembali. Padahal, calon pembeli motor bekas biasanya menilai dari hal-hal kecil yang terlihat sepele. Dari situlah mereka menentukan apakah motor layak dibeli mahal atau harus ditawar habis-habisan.

Tanpa sadar, ada kebiasaan sederhana yang justru bikin motor cepat terlihat tua dan kurang terawat. Kalau dibiarkan terus, nilainya bisa turun drastis saat kamu ingin menjualnya. Nah, ini dia lima kebiasaan kecil yang sering jadi penyebab harga motor anjlok.

1. Jarang mencuci motor setelah kehujanan atau kotor

ilustrasi cuci motor
ilustrasi cuci motor (pexels.com/Dian Ramadhan)

Air hujan mengandung zat yang bisa mempercepat karat, apalagi kalau bercampur debu dan lumpur. Kalau motor dibiarkan kotor terlalu lama, bagian rangka, baut, dan knalpot bisa cepat kusam bahkan berkarat.

Saat dijual, tampilan karat langsung menurunkan kepercayaan pembeli. Meski mesin masih bagus, motor yang terlihat kusam biasanya langsung dihargai lebih murah.

2. Sering menunda ganti oli mesin

ilustrasi ganti oli (pexels.com/andrea)
ilustrasi ganti oli (pexels.com/andrea)

Banyak orang menunggu mesin terasa berat baru ganti oli. Padahal oli yang terlalu lama dipakai bisa membuat komponen mesin cepat aus dan performa menurun.

Efek jangka panjangnya memang tidak langsung terasa, tapi saat motor dites calon pembeli, suara mesin bisa kasar. Ini langsung jadi alasan kuat buat mereka menawar rendah.

3. Membiarkan bodi motor penuh baret kecil

ilustrasi motor kehujanan
ilustrasi motor kehujanan (pexels.com/Duy Nod)

Baret halus sering dianggap sepele karena motor masih bisa dipakai normal. Tapi semakin lama, jumlahnya makin banyak dan membuat tampilan motor tampak tidak terawat.

Bagi pembeli motor bekas, bodi mulus adalah nilai plus besar. Semakin banyak baret, semakin besar pula potensi harga jual kamu dipangkas.

4. Mengganti spare part dengan kualitas murahan

ilustrasi servis motor (pexels.com/pexels)
ilustrasi servis motor (pexels.com/pexels)

Ada yang tergoda pakai onderdil murah supaya hemat biaya. Sayangnya, kualitas rendah sering terlihat jelas dari bentuk, suara, atau daya tahannya.

Saat pembeli tahu banyak part bukan bawaan standar atau terlihat asal ganti, kepercayaan langsung turun. Motor pun dianggap tidak dirawat dengan serius.

5. Jarang servis rutin ke bengkel

ilustrasi motor (pexels.com.pexels)
ilustrasi motor (pexels.com.pexels)

Servis berkala bukan cuma soal performa, tapi juga bukti perawatan. Motor yang rutin dicek biasanya lebih halus dan minim masalah tersembunyi.

Tanpa riwayat servis yang jelas, pembeli cenderung curiga ada kerusakan yang ditutupi. Akhirnya harga motor ditekan serendah mungkin untuk mengantisipasi risiko.

Harga jual motor tidak hanya ditentukan usia dan merek, tapi juga kebiasaan kamu dalam merawatnya. Hal-hal kecil seperti kebersihan, servis rutin, dan perawatan bodi punya pengaruh besar di mata pembeli.

Kalau kamu ingin motor tetap bernilai tinggi saat dijual nanti, mulai perhatikan kebiasaan harian dari sekarang. Perawatan sederhana hari ini bisa jadi selisih jutaan rupiah di masa depan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar
Follow Us

Latest in Automotive

See More

Benarkah Asap Mesin Diesel Lebih Berpolusi dari Mobil Bensin?

02 Feb 2026, 12:05 WIBAutomotive