Hati-hati Saat Melihat Warna Pelangi di Permukaan Aspal, Tanda Bahaya!

- Warna pelangi di permukaan aspal dapat menandakan lapisan oli, bahan bakar, atau cairan lain bercampur air, terutama setelah hujan.
- Lapisan cairan tersebut mengurangi daya cengkeram ban dan membuat jalan licin, dengan risiko kehilangan traksi serta keseimbangan lebih tinggi bagi pengendara motor.
- Pengendara perlu mengurangi kecepatan bertahap, menjaga jarak aman, menghindari rem dan manuver mendadak, serta melaporkan tumpahan besar kepada pihak terkait.
Pernah melihat permukaan aspal seperti memiliki warna pelangi, terutama setelah hujan atau ketika terkena cahaya matahari? Pemandangan tersebut memang terlihat menarik, tetapi pengendara sebaiknya tidak menganggapnya sebagai sesuatu yang biasa.
Warna-warni seperti pelangi di permukaan jalan umumnya bisa muncul ketika terdapat lapisan cairan tertentu yang mengambang di atas air. Kondisi ini perlu diwaspadai karena dapat menjadi petunjuk adanya tumpahan bahan bakar atau oli.
1. Bisa menjadi tanda ada tumpahan oli

ilustrasi jalan basah (pexels.com/veeterzy) Warna pelangi di atas aspal sering muncul akibat lapisan tipis minyak atau oli yang bercampur dengan air. Ketika cahaya mengenai lapisan tersebut, cahaya mengalami interferensi sehingga menghasilkan warna-warni yang menyerupai pelangi. Fenomena ini bisa terlihat setelah hujan ketika air menggenang tipis di permukaan jalan.
Masalahnya, keberadaan oli atau bahan bakar di jalan bukan hanya membuat permukaan terlihat berwarna-warni. Cairan tersebut dapat mengurangi daya cengkeram ban terhadap aspal, terutama ketika permukaan jalan masih basah. Pengendara motor maupun mobil perlu lebih berhati-hati ketika melewati area seperti ini.
2. Ban bisa kehilangan traksi

Ilustrasi genangan air (IDN Times/Dwi Agustiar) Lapisan oli yang berada di antara ban dan aspal dapat membuat permukaan jalan menjadi lebih licin. Risiko tersebut semakin besar ketika jalan sedang diguyur hujan karena air dapat membuat cairan menyebar ke area yang lebih luas. Pada sepeda motor, kondisi seperti ini perlu mendapat perhatian ekstra karena kendaraan lebih rentan kehilangan keseimbangan.
Ketika melihat permukaan jalan berwarna pelangi, sebaiknya kurangi kecepatan secara bertahap dan hindari melakukan pengereman mendadak. Pengendara juga sebaiknya tidak melakukan manuver secara tiba-tiba, seperti membelok tajam atau berpindah jalur dengan cepat. Biarkan kendaraan melaju secara stabil hingga melewati area yang dicurigai licin.
3. Jangan injak rem mendadak

ilustrasi menekan rem motor (freepik.com/freepik) Kesalahan yang sering dilakukan ketika melewati permukaan jalan licin adalah mengerem secara mendadak. Perlambatan yang terlalu agresif dapat membuat ban kehilangan traksi, terutama jika kondisi jalan basah dan terdapat lapisan oli. Risiko selip bisa semakin besar jika kecepatan kendaraan masih cukup tinggi.
Selain mengurangi kecepatan, pengendara juga perlu menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan. Dengan jarak yang lebih longgar, tersedia waktu lebih banyak untuk bereaksi jika kendaraan tiba-tiba kehilangan cengkeraman atau harus menghindari bagian jalan yang terkontaminasi. Jika melihat tumpahan dalam jumlah besar, sebaiknya laporkan kepada pengelola jalan atau pihak terkait agar bisa segera ditangani.
Jadi, permukaan aspal yang tampak seperti memiliki pelangi sebaiknya tidak langsung dianggap sebagai pemandangan menarik. Warna tersebut bisa menjadi tanda adanya lapisan oli, bahan bakar, atau cairan lain di atas permukaan jalan.
Kondisi tersebut membutuhkan kewaspadaan lebih, terutama ketika hujan. Mengurangi kecepatan, menjaga jarak, dan menghindari pengereman atau manuver mendadak menjadi langkah sederhana untuk mengurangi risiko kehilangan kendali.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)





















