Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kapan Harus Menguras Tangki Bensin Motor?
ilustrasi tangki motor (suzuki.co.id)
  • Pengurasan tangki bensin motor penting dilakukan secara berkala untuk mencegah kotoran dan endapan air yang bisa mengganggu sistem pembakaran serta merusak komponen mesin.
  • Tanda tangki perlu dikuras terlihat dari performa mesin menurun, gejala brebet, atau saringan bensin tersumbat akibat partikel kotoran yang terhisap ke sistem bahan bakar.
  • Mekanik menyarankan pengurasan setiap dua tahun atau 20.000–25.000 km, terutama jika sering memakai bensin eceran atau motor jarang digunakan agar kualitas bahan bakar tetap optimal.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Tangki bensin merupakan komponen vital yang berfungsi sebagai penampung sumber energi utama bagi mesin sepeda motor. Namun, banyak pemilik kendaraan yang sering kali mengabaikan kebersihan bagian dalam tangki hingga akhirnya tumpukan kotoran dan endapan air mulai mengganggu sistem pembakaran secara keseluruhan.

Melakukan pengurasan tangki bensin secara berkala adalah langkah preventif yang sangat penting untuk memastikan aliran bahan bakar tetap murni tanpa kontaminasi. Mengabaikan kondisi tangki yang kotor tidak hanya akan menurunkan performa mesin, tetapi juga berisiko merusak komponen sensitif lainnya seperti pompa bensin dan injektor dalam jangka panjang.

1. Deteksi dini melalui penurunan performa mesin secara mendadak

Ilustasi tangki motor (wahanahonda.com)

Salah satu tanda paling jelas bahwa tangki bensin sudah saatnya dikuras adalah ketika mesin motor mulai terasa tidak stabil atau sering mengalami gejala "brebet". Hal ini terjadi karena kotoran atau endapan lumpur yang berada di dasar tangki mulai terhisap masuk ke dalam sistem saluran bahan bakar. Gangguan aliran ini menyebabkan mesin sulit untuk dihidupkan pada pagi hari atau terasa kehilangan tenaga secara tiba-tiba saat sedang dipacu pada kecepatan tinggi di jalan raya.

Jika motor sering kali mati secara mendadak saat posisi stasioner atau berhenti di lampu merah, itu bisa menjadi sinyal bahwa saringan bensin sudah tersumbat oleh kotoran dari tangki. Melakukan pengurasan akan membersihkan seluruh partikel asing yang mengendap, sehingga proses suplai bahan bakar kembali lancar. Pembersihan ini sangat krusial terutama bagi motor yang sudah menggunakan teknologi injeksi, karena lubang injektor yang sangat kecil sangat rentan tersumbat oleh partikel halus yang berasal dari bensin yang kotor.

2. Waspada terhadap akumulasi air akibat kondensasi udara

Ilustrasi tangki motor tua (pexels.com/Magda Ehlers)

Tangki bensin tidak hanya menampung bahan bakar, tetapi juga bisa terisi oleh air akibat fenomena kondensasi atau penguapan di dalam ruang yang kosong. Hal ini sering terjadi jika motor sering diparkir di tempat terbuka atau tangki bensin sering dibiarkan dalam kondisi hampir kosong dalam waktu lama. Udara yang terperangkap di dalam tangki akan berubah menjadi butiran air yang kemudian mengendap di dasar tangki karena massa jenis air yang lebih berat daripada bensin.

Keberadaan air di dalam tangki adalah musuh utama bagi komponen logam karena dapat memicu timbulnya karat dari bagian dalam. Karat yang mengelupas akan bercampur dengan bensin dan merusak dinding silinder mesin. Jika muncul rembesan bensin pada bagian bawah tangki atau terlihat tanda-tanda korosi di sekitar tutup tangki, maka pengurasan harus segera dilakukan sebelum tangki menjadi keropos dan bocor. Menghilangkan sisa air secara total melalui proses pengurasan adalah satu-satunya cara untuk menyelamatkan tangki dari kerusakan permanen.

3. Jadwal rutin pengurasan berdasarkan usia dan kualitas bahan bakar

Ilustrasi mengisi bensin (pexels.com/cottonbro studio)

Secara umum, mekanik profesional menyarankan agar tangki bensin dikuras setidaknya setiap dua tahun sekali atau setiap mencapai jarak tempuh 20.000 hingga 25.000 kilometer. Namun, durasi ini bisa menjadi lebih singkat jika motor sering diisi dengan bahan bakar berkualitas rendah atau sering membeli bensin eceran yang kebersihannya tidak terjamin. Bahan bakar yang tidak murni sering kali mengandung residu kimia yang lebih cepat mengendap di dasar tangki menjadi kerak yang membandel.

Bagi pengguna motor yang jarang digunakan dan lebih sering terparkir di garasi, pengurasan tangki justru menjadi lebih penting karena bensin yang didiamkan terlalu lama akan mengalami penurunan kualitas atau "basi". Bensin yang sudah kadaluwarsa akan berubah menjadi lengket seperti pernis dan dapat menyumbat seluruh sistem pengapian. Dengan melakukan perawatan rutin ini, umur pakai komponen mesin akan menjadi lebih panjang dan efisiensi konsumsi bahan bakar tetap terjaga secara optimal sepanjang waktu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team