Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Kenapa Ban Belakang Motor Lebih Cepat Aus?

Kenapa Ban Belakang Motor Lebih Cepat Aus?
Ilustrasi riding (Dok. AHM)

Jakarta, IDN Times - Seperti diketahui, ban motor memang memiliki masa pakai yang bisa dilihat dari beberapa faktor, salah satunya melalui Tread Wear Indicator (TWI). Kalau ketebalan ban sudah melewati batas TWI, maka ban tersebut bisa disebut sudah aus atau botak dan sebaiknya segera diganti baru.

Nah, kamu sadar enggak kalau diperhatikan ban belakang itu lebih cepat aus daripada ban depan? Padahal, kondisi tekanan angin ban depan dan belakang selalu dijaga kondisinya sesuai rekomendasi pabrikan.

1. Penyebab ban belakang lebih cepat aus

Pusat penjualan ban biasanya memiliki fasilitas pengisian angin ban dengan nitrogen (IDN Times/Dwi Agustiar)
Pusat penjualan ban biasanya memiliki fasilitas pengisian angin ban dengan nitrogen (IDN Times/Dwi Agustiar)

Menanggapi hal tersebut, Jimmy Handoyo selaku Technical Service Dept Head PT Suryaraya Rubberindo Industries (SRI) yang merupakan produsen ban FDR pun memberikan penjelasan.

"Biasanya ban belakang motor lebih cepat aus dibandingkan ban depan, karena beban kerjanya lebih berat dibandingkan ban depan," jelas Jimmy kepada IDN Times (19/10/2022).

2. Ban belakang memiliki beban yang lebih berat

Unsplash/Sandra Seitamaa
Unsplash/Sandra Seitamaa

Jimmy pun melanjutkan, kinerja ban belakang lebih berat disebabkan oleh beberapa faktor. Termasuk disebabkan oleh hawa panas yang keluar dari mesin dan knalpot motor.

"Di antaranya traksi motor yang bertumpu pada roda belakang, beban motor dan penumpang yang bertumpu di ban belakang, intensitas pemakaian rem belakang yang lebih sering, lalu faktor panas dari mesin serta knalpot yang menyebabkan ban belakang jadi lebih cepat memuai," jelas Jimmy lebih lanjut.

3. Jangan tunda mengganti ban yang aus

ilustrasi ban motor (IDN Times/Dwi Agustiar)
ilustrasi ban motor (IDN Times/Dwi Agustiar)

Kalau memang ban belakang motor kamu sudah aus, sebaiknya buru-buru diganti dengan yang baru. Jangan menunggu sampai ban depan juga aus biar bisa menggantinya secara berbarengan.

Karena ban yang sudah aus bisa membahayakan kamu, terutama di musim hujan seperti saat ini. "Berbahaya jika memakai ban yang sudah aus apalagi di musim hujan, karena pattern yang berfungsi sebagai buangan air sudah tidak ada. Selain itu lapisan ban yang berfungsi untuk mencengkram aspal sudah tidak ada lagi," tutup Jimmy Handoyo.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar
Follow Us

Related Articles

See More

MG Lanjutkan Peluncuran Regional MGS5 EV di Indonesia

15 Mei 2026, 16:42 WIBAutomotive