ilustrasi ban motor (unsplash.com/johnlee)
Cara paling aman adalah mempertahankan tekanan ban sesuai rekomendasi pabrikan motor. Informasi tersebut biasanya tercantum pada stiker di bagian rangka atau dekat kompartemen penyimpanan, serta buku manual kendaraan. Periksa tekanan ketika ban dalam kondisi dingin agar hasil pengukuran lebih akurat.
Selain tekanan angin, kondisi telapak ban juga perlu diperhatikan. Ban yang sudah aus memiliki alur lebih dangkal sehingga kemampuan membuang air berkurang. Periksa pula apakah terdapat retakan, benjolan, atau benda asing yang menancap. Jika ban sudah mencapai batas keausan, sebaiknya segera diganti agar kemampuan mencengkeram jalan tetap terjaga.
Saat berkendara dalam hujan, kurangi kecepatan dan hindari akselerasi, pengereman, maupun gerakan setang secara mendadak. Berikan jarak pengereman lebih panjang karena permukaan jalan basah dapat mengurangi traksi. Waspadai pula marka jalan, tutup saluran air, dan permukaan logam yang cenderung licin ketika terkena air.
Kesimpulannya, mengurangi tekanan ban motor bukan cara yang tepat untuk meningkatkan keselamatan saat musim hujan. Tekanan sesuai rekomendasi pabrikan, kondisi ban yang baik, dan teknik berkendara yang halus jauh lebih penting untuk menjaga traksi di jalan basah.