Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
3 Sahamnya Didepak MSCI, Harta Prajogo Pangestu Raib Rp31,54 Triliun
Prajogo Pangestu (barito-pacific.com)
  • Harta Prajogo Pangestu turun sekitar Rp31,54 triliun atau 8,76 persen, menempatkannya di posisi kedua penurunan kekayaan terbesar dunia versi Forbes.
  • Penurunan kekayaan terjadi setelah MSCI menghapus tiga saham milik Prajogo—BREN, TPIA, dan CUAN—dari MSCI Global Standard Index dalam proses rebalancing.
  • Ketiga saham tersebut kompak anjlok di bursa usai pengumuman MSCI; BREN turun 11,36 persen, TPIA melemah 14,85 persen, dan CUAN merosot 10,05 persen.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Prajogo Pangestu itu orang kaya di Indonesia. Tapi sekarang uangnya banyak sekali hilang, sampai triliunan rupiah. Katanya karena tiga perusahaan miliknya dikeluarkan dari daftar penting bernama MSCI. Nama perusahaannya BREN, TPIA, dan CUAN. Setelah itu harga sahamnya turun semua. Sekarang nilai uang Prajogo jadi lebih sedikit dari sebelumnya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Harta orang terkaya di Indonesia, Prajogo Pangestu raib 1,8 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp31,54 triliun berdasarkan data Real Time Billionaires yang dipublikasikan Forbes pada Kamis (14/5/2026).

Penurunan jumlah harta sebesar 8,76 tersebut membuat dia berada dalam daftar lima biggest losers dalam daftar Forbes. Nama Prajogo berada di peringkat kedua miliarder dunia dengan penurunan kekayaan paling tajam setelah CEO Softbank, Masayoshi Son (-2,4 miliar dolar AS).

Sementara, di peringkat tiga ada founder air kemasan asal China, Zhong Shanshan (-1,8 miliar dolar AS); diikuti co-founder dan CEO perusahaan teknologi periklanan berbasis AI AppLovin, Adam Foroughi (-1,3 miliar dolar AS); serta founder perusahaan Jepang pencipta Hello Kitty, Shintaro Tsuji (-1,3 miliar dolar AS).

1. Imbas rebalancing MSCI

ilustrasi saham (unsplash.com/Anne Nygård)

Hilangnya harta kekayaan Prajogo tersebut tidak terlepas dari rebalancing oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang mendepak tiga saham miliknya dari MSCI Global Standard Index.

Ketiga saham atau emiten tersebut adalah PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN).

2. Tiga emiten Prajogo babak belur usai rebalancing MSCI

Ilustrasi MSCI (Dok MSCI)

Ketiga emiten Prajogo tersebut kompak melemah pada penutupan perdagangan bursa, Rabu (13/5/2026) atau tepatnya usai pengumuman rebalancing yang dilakukan MSCI. BREN merupakan perusahaan energi baru terbarukan andalah Prajogo dan juga anak usaha PT Barito Pacific Tbk (BRPT). Pada penutupan kemarin, saham BREN melemah 410 poin atau -11,36 persen ke level Rp3.200 per saham.

Kemudian, saham TPIA yang bergerak di sektor petrokimia juga ditutup pada level Rp4.300 per saham. Saham TPIA melemah 750 poin atau -14,85 persen. Sementara itu, saham CUAN yang bergerak di sektor tambang batu bara melemah 95 poin atau -10,05 persen dan ditutup pada level Rp850 per saham.

3. Presentase kepemilikan saham Prajogo

PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) (chandra-asri.com)

Mengutip data IDX Mobile, Prajogo tercatat memiliki 0,11 persen saham di BREN. Sementara di TPIA, kepemilikan Prajogo tercatat mencapai 5,03 persen.

Adapun kepemilikan saham Prajogo di CUAN mencapai 84,1 persen.

Editorial Team

Related Article