4 Tips Sebelum Membeli Properti Bekas untuk Investasi, Selektif!

- Properti bekas menarik untuk investasi karena harga lebih kompetitif dan lokasi biasanya sudah berkembang dengan fasilitas lengkap.
- Pemeriksaan kondisi bangunan dan legalitas dokumen wajib dilakukan agar terhindar dari kerugian atau sengketa di kemudian hari.
- Investor perlu menganalisis potensi lokasi serta menghitung seluruh biaya tambahan agar perencanaan investasi lebih akurat dan menguntungkan.
Properti bekas kerap dijadikan sebagai pilihan menarik untuk para investor Karena harganya jauh lebih kompetitif jika dibandingkan membeli properti baru. Selain itu, lokasi properti bekas juga biasanya terus mengalami perkembangan dan memiliki fasilitas pendukung yang jauh lebih lengkap, sehingga menawarkan potensi investasi yang dinilai cukup menjanjikan.
Walau demikian, membeli properti bekas jelas memerlukan ketelitian ekstra karena kondisi bangunan dan legalitasnya bisa saja sangat bervariasi. Tanpa melakukan pemeriksaan yang selektif, maka investor bisa saja harus menghadapi biaya tambahan atau bahkan masalah yang bisa mengurangi potensi keuntungan investasi di masa depan.
1. Periksa kondisi bangunan secara menyeluruh

Sebelum memutuskan untuk membeli properti bekas, sebaiknya lakukan pemeriksaan fisik bangunan terlebih dahulu secara menyeluruh dan jangan hanya terpaku pada tampilan luarnya yang terlihat menarik. Coba perhatikan pula kondisi atap, dinding, lantai, saluran air, instalasi listrik, hingga bagian-bagian yang mungkin rentan memerlukan perbaikan dalam waktu dekat.
Kerusakan kecil yang terjadi di bangunan rumah justru akan semakin berkembang dan pada akhirnya menyebabkan kerugian besar setelah proses pembelian selesai. Tidak heran apabila sebaiknya kamu dapat mengetahui kondisi bangunan agar dapat membantu menghitung biaya renovasi yang mungkin diperlukan sebelum properti tersebut digunakan atau bahkan disewakan.
2. Pastikan legalitas properti memang jelas dan lengkap

Legalitas merupakan aspek yang sangat penting dalam melakukan berbagai transaksi properti, terutama untuk properti bekas yang memang sudah beberapa kali berpindah tangan. Pastikan sertifikat, dokumen kepemilikan, hingga berbagai izin terkait dengan properti sudah berada dalam kondisi yang lengkap dan tidak mengalami masalah apa pun.
Pemeriksaan legalitas yang kurang teliti bisa berisiko menimbulkan adanya sengketa kepemilikan atau bahkan hambatan administratif yang mungkin terjadi di kemudian hari. Masalah semacam ini bukan hanya akan memakan waktu untuk diselesaikan, namun juga turut mengurangi nilai investasi secara signifikan.
3. Analisis potensi lokal untuk jangka panjang

Lokasi tetap menjadi salah satu faktor utama untuk menentukan keberhasilan investasi properti yang dimiliki, entah itu unit baru atau bekas. Sebelum membeli, sebaiknya lakukan riset terlebih dahulu terkait perkembangan kawasan, akses transportasi yang tersedia, fasilitas umum, hingga rencana pembangunan yang dapat mempengaruhi nilai properti di masa depan.
Properti yang berada di area dengan pertumbuhan ekonomi dan juga infrastruktur yang baik ternyata memiliki peluang kenaikan yang jauh lebih tinggi dari area lain. Selain itu, lokasi yang strategis juga dapat mempermudah untuk menarik perhatian dari calon penyewa atau pembeli pada saat properti ingin dijual kembali.
4. Hitung seluruh biaya di luar harga pembelian

Banyak investor pemula yang mungkin hanya terfokus pada harga jual tanpa memperhitungkan soal biaya tambahan yang turut menyertainya. Padahal, terdapat pula berbagai pengeluaran lain seperti biaya renovasi, pajak, biaya notaris, biaya administrasi, hingga biaya perawatan yang harus turut dimasukkan ke dalam perencanaan investasi.
Perhitungan yang kurang akurat dan lengkap akan membuat total biaya investasinya jauh lebih mahal dari perkiraan awal. Akibat dari hal ini akan membuat tingkat keuntungan yang diharapkan pun menjadi jauh lebih rendah karena sebagian dananya harus dialokasikan untuk pengeluaran yang tidak termasuk dalam perhitungan sebelumnya.
Membeli properti bekas untuk investasi bisa dijadikan keputusan yang menguntungkan apabila dilakukan dengan persiapan matang. Melalui langkah-langkah yang ada, maka bisa benar-benar yakin untuk membeli properti bekas sebagai aset investasi selanjutnya. Lakukan evaluasi secara cermat agar meminimalisir risiko dan meningkatkan peluang keuntungan.


















