Pertunjukan Kembang Api di Monas-HI Batal, Bakal Ada Doa untuk NTT

- Pertunjukan kembang api penutup Malam Merdeka HUT ke-81 RI di Monas, Sarinah, dan Bundaran HI dibatalkan sebagai solidaritas bagi korban gempa di NTT dan Sumut.
- Pemerintah akan menggelar doa bersama serta mengimbau agenda peringatan memuat penggalangan bantuan, kebersamaan, dan dukungan bagi masyarakat di wilayah terdampak bencana.
- Malam Merdeka tetap menghadirkan instalasi immersive, video mapping, karnaval 32 instansi, dan drone show, melibatkan ribuan talenta kreatif untuk merayakan kemerdekaan dengan semangat kebersamaan.
Jakarta, IDN Times - Perayaan Malam Merdeka dalam rangka HUT ke-81 kemerdekaan Republik Indonesia (HI) malam ini yang akan berlangsung di Monas, Sarinah, dan Bundaran HI batal ditutup dengan pertunjukan kembang api.
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya mengatakan pembatalan itu diputuskan usai terjadi gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Sumatra Utara (Sumut). Pembatalan itu sebagai bentuk solidaritas terhadap korban gempa.
“Ada beberapa, satu agenda yang kita tunda dulu, kembang api, fireworks, karena itu kan terlalu bagaimana. Yang tadinya mestinya di atas Wisma Nusantara kita tunda,” kata Riefky dalam konferensi pers di Hotel Pullman, Jakarta, Senin (17/8/2026).
1. Bakal adakan doa bersama

Konferensi pers perayaan Malam Merdeka dalam rangka HUT ke-18 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8/2026). (IDN Times/Vadhia Lidyana) Deputi I Bidang Strategi dan Sistem Komunikasi (Bakom) RI, Fahd Pahdepie mengatakan, dalam acara itu juga akan diadakan doa bersama yang ditujukan pada korban gempa di NTT dan Sumut.
“Di acara-acara yang digelar pemerintah, dalam hal ini termasuk yang digelar oleh Kementerian Ekraf, diimbau agar juga bisa memuat atau mengandung unsur untuk bisa membantu menggalang bantuan, menggalang kebersamaan, doa bersama, dan nanti itu yang menjadi semangat dari peringatan kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia,” tutur Fahd.
2. Sudah disiapkan jauh-jauh hari

Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya. (IDN Times/Vadhia Lidyana) Kembali ke Riefky, acara Malam Merdeka yang akan diisi dengan immersive show, video mapping, karnaval kendaraan hias, dan drone show itu sudah disiapkan jauh-jauh hari, sebelum ada kabar musibah gempa di Tanah Air.
Dia memastikan, pada acara ini, pemerintah tetap mengajak masyarakat untuk mendoakan para korban gempa, dan juga menumbuhkan semangat kebersamaan dan kekeluargaan sebagai bentuk dukungan pada masyarakat di wilayah terdampak bencana.
“Ini sudah disiapkan lama. Tetapi kan juga ada suasana, seperti tentu juga situasi batin yang kita juga harus sesuaikan,” ucap Riefky.
3. Rangkaian acara Malam Merdeka

Rincian kegiatan perayaan Malam Merdeka dalam rangka HUT ke-18 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8/2026). (IDN Times/Vadhia Lidyana) Pada Malam Merdeka yang dikoordinasikan oleh Kementerian Ekraf, ada empat kegiatan yang akan dilaksanakan. Pertama, instalasi immersive di kawasan Monas dan Bundaran HI, yang sudah dilakukan bertahap sejak dua hari lalu.
Kedua, ada tayangan video mapping di Monas pukul 18.00 - 23.00 WIB. Ketiga, karnaval kendaraan hias dari 32 instansi, yang mayoritas adalah kementerian/lembaga. Pelaksanannya pukul 18.50 - 22.00 WIB. Rutenya dimulai dari Monas, kemudian ke Bundaran HI.
Keempat, drone show yang akan digelar di atas Hotel Kempinski Bundaran HI, pukul 22.00 - 22.15 WIB. Rencananya, akan ada tiga formasi drone yang dipamerkan malam ini.
“Seluruh rangkaian ini kami rancang untuk mengajak masyarakat memperingati kemerdekaan dengan mengusung semangat kebersamaan tanpa sekat, sinergi lintas lembaga untuk satu hari bersama yang berdampak pada ekonomi rakyat,” tutur Riefky.
Dia mengatakan, kegiatan di atas melibatkan ribuan talenta kreatif dari berbagai subsektor, mulai dari subsektor desain, fesyen, kuliner, musik, seni pertunjukan, konten digital hingga teknologi baru yang mengisahkan perjalanan Indonesia lintas waktu.





















