5 Provinsi dengan Korban PHK Terendah pada Kuartal Pertama 2026

- Kemnaker mencatat total 8.389 pekerja terkena PHK sepanjang Januari–Maret 2026 di seluruh Indonesia.
- Lima provinsi dengan korban PHK terendah adalah Gorontalo, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat, dan Sulawesi Barat.
- Tren PHK menurun signifikan dari 4.590 kasus pada Januari menjadi hanya 526 kasus pada Maret 2026.
Jakarta, IDN Times - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mencatat, sebanyak 8.389 pekerja menderita pemutusan hubungan kerja (PHK) sepanjang periode Januari hingga Maret atau per kuartal I-2026.
Mengutip data Kemnaker, dari jumlah tersebut, ada lima provinsi yang menyumbang kontribusi paling sedikit korban PHK. Berikut informasinya.
1. Provinsi dengan kasus PHK terendah di Indonesia

Data terbaru menunjukkan lima provinsi dengan kasus PHK terendah selama periode Januari hingga Maret 2026. Gorontalo menempati posisi teratas dengan dua kasus atau 0,023 persen dari total kasus.
Provinsi Maluku Utara berada di urutan kedua dengan lima kasus alias 0,059 persen dari keseluruhan kasus yang terjadi selama kuartal I-2026.
Posisi ketiga ditempati dua provinsi, yakni Maluku dan Papua Barat dengan enam kasus atau 0,071 persen dari total kasus.
Kemudian Sulawesi Barat hanya melaporkan 12 kasus (0,14 persen dari total kasus) dan Nusa Tenggara Timur melengkapi lima besar dengan 14 kasus atau berkontribusi 0,16 persen dari keseluruhan kasus pada awal 2026 ini.
2. Perkembangan kasus PHK dari Januari hingga Maret

Pada Januari, tercatat sebanyak 4.590 kasus PHK terjadi. Angka tersebut kemudian menurun pada Februari menjadi 3.273 kasus.
Tren penurunan terus berlanjut pada Maret dengan jumlah 526 kasus.
3. Sebaran kasus PHK di 34 provinsi sejak Januari-Maret 2026

PHK terjadi di 34 provinsi di Indonesia dengan rincian sebagai berikut:
1. Aceh: 28 kasus
2. Bali: 40 kasus
3. Banten: 707 kasus
4. Bengkulu: 18 kasus
5. D.I Yogyakara: 90 kasus
6. DKI Jakarta: 554 kasus
7. Gorontalo: 2 kasus
8. Jambi: 158 kasus
9. Jawa Barat: 1.721 kasus
10. Jawa Tengah: 558 kasus
11. Jawa Timur: 649 kasus
12. Kalimantan Barat: 124 kasus
13. Kalimantan Selatan: 1.071 kasus
14. Kalimantan Tengah: 99 kasus
15. Kalimantan Timur: 915 kasus
16. Kalimantan Utara: 101 kasus
17. Kepulauan Bangka Belitung: 38 kasus
18. Kepulauan Riau: 66 kasus
19. Lampung: 43 kasus
20. Maluku: 6 kasus
21. Maluku Utara: 5 kasus
22. Nusa Tenggara Barat: 23 kasus
23. Nusa Tenggara Timur: 14 kasus
24. Papua: 18 kasus
25. Papua Barat: 6 kasus
26. Riau: 152 kasus
27. Sulawesi Barat: 12 kasus
28. Sulawesi Selatan: 187 kasus
29. Sulawesi Tengah: 125 kasus
30. Sulawesi Tenggara: 113 kasus
31. Sulawesi Utara: 19 kasus
32. Sumatra Barat: 64 kasus
33. Sumatra Selatan: 495 kasus
34. Sumatra Utara: 168 kasus


















