57 Tahun Berlayar, Pertamina Trans Kontinental Perkuat Layanan Maritim

- PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) memasuki usia 57 tahun dengan mengusung prinsip SIAP: Solutive, Integrity, Adaptive, dan Proven untuk meningkatkan layanan maritim terintegrasi.
- PTK menyediakan solusi end-to-end bagi kapal captive dan non-captive, mencakup keagenan, pandu tunda, kebutuhan kapal, serta ship-channel guna memperkuat keunggulan operasional.
- Pertamina Group mendukung pengembangan PTK untuk memperkuat rantai pasok hilir dan ketahanan energi; perusahaan juga menargetkan modernisasi, digitalisasi, serta armada penunjang hijau.
Jakarta, IDN Times - PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) memasuki usia ke-57 tahun dengan memperkuat komitmen terhadap layanan maritim terintegrasi. Anak usaha Subholding Integrated Marine Logistics (IML) PT Pertamina (Persero) ini mengusung prinsip SIAP, yakni Solutive, Integrity, Adaptive, dan Proven, sebagai pijakan dalam meningkatkan kualitas layanan kepada pelanggan.
Direktur Utama PTK Harris Abdi Sembiring Meliala mengatakan, penerapan prinsip SIAP menjadi bagian dari upaya perusahaan memperkuat sinergi antar-direktorat sekaligus mendorong keunggulan operasional dan tata kelola perusahaan.
Menurut Harris, PTK memiliki posisi strategis dalam menyediakan jasa maritim untuk kebutuhan kapal captive maupun non-captive. Karena itu, perusahaan dituntut mampu memberikan layanan dan solusi secara menyeluruh kepada pelanggan.
“PTK melayani industri maritim kepelabuhan, baik itu bagi kapal captive maupun non-captive, sehingga harus Solutive atau memberikan solusi terhadap kebutuhan customer secara end-to-end, mulai dari kapal datang, keagenan, pandu tunda, kebutuhan, dan ship-channel. Ini semua menjadi layanan PTK,” ujar Harris dalam keterangannya, Senin (14/9/2026).
1. Prinsip SIAP menopang bisnis perusahaan

PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) memasuki usia ke-57 tahun dengan memperkuat komitmen terhadap layanan maritim terintegrasi. (Dok/Istimewa). Ia menjelaskan, empat prinsip dalam SIAP memiliki peran masing-masing dalam menopang bisnis perusahaan. Prinsip Solutive mencerminkan kemampuan PTK memberikan solusi terhadap kebutuhan pelanggan. Sementara Integrity menjadi landasan dalam memberikan layanan secara profesional dan berintegritas.
Adapun prinsip Adaptive mencerminkan kemampuan perusahaan merespons perubahan, baik dari sisi kebutuhan pasar maupun operasional. Sedangkan Proven menjadi pembuktian atas pengalaman dan keandalan PTK di industri maritim.
“PTK sudah memiliki dasar yang kuat, sehingga eksekusi operational excellence dapat benar-benar dirasakan oleh pelanggan,” tegas Harris.
2. Perkuat rantai pasok dan dukung ketahanan energi

PIS tentang strategi hadapi dinamika geopolitik & ekspansi bisnis (dok. Pertamina) Direktur Sumber Daya Manusia dan Penunjang Bisnis PT Pertamina International Shipping (PIS) Saptiadi Nugraha, mengatakan Pertamina Group akan terus mendukung pengembangan PTK melalui penyediaan layanan marine dan logistik yang andal, terintegrasi, dan berkelanjutan.
Menurut Saptiadi, PTK memiliki peran penting dalam memperkuat rantai nilai bisnis hilir Pertamina sekaligus mendukung ketahanan energi nasional.
“Kami meyakini bahwa peran PTK sangat strategis dalam memperkuat rantai nilai bisnis hilir, sekaligus mendukung ketahanan energi nasional. Sinergi yang kuat antar-entitas dan ekosistem Pertamina menjadi fondasi penting dalam penciptaan nilai tambah, meningkatkan daya saing perusahaan serta memperkuat posisi Indonesia sebagai negara maritim yang tangguh,” ujar Saptiadi.
3. PTK mengoperasikan jasa maritim terintegrasi

PTK berhasil mengoperasikan dua kapal Anchor Handling Tug Supply (AHTS) di luar negeri. (dok. Pertamina) Selama 57 tahun beroperasi, PTK telah berkembang menjadi perusahaan dengan bisnis maritim terintegrasi. Perusahaan didirikan pada 1969 dengan nama PT Pertamina Tongkang sebagai anak usaha PT Pertamina (Persero).
Hingga 1991, perusahaan mendirikan sejumlah anak usaha untuk mendukung pengembangan layanan maritim. Selanjutnya, pada 2011, PT Pertamina Tongkang berganti nama menjadi PT Pertamina Trans Kontinental.
Ke depan, PTK akan mengarahkan pengembangan bisnis pada modernisasi, digitalisasi, serta penguatan armada yang mendukung aspek keberlanjutan.
“Ke depan, kita akan perkuat modernisasi, digitalisasi serta green supporting vessel. Ini adalah masa depan PTK,” kata Harris.
Saat ini, PTK mengoperasikan jasa maritim terintegrasi yang mencakup penyediaan dan operasional armada kapal penunjang (support vessel), pengelolaan pelabuhan (port operation), layanan maritim (marine service), serta pangkalan logistik pesisir (shorebase) di sejumlah wilayah strategis Indonesia.
Melalui bisnis tersebut, PTK berkomitmen memperkuat layanan maritim sekaligus menjaga keberlanjutan dan kelestarian ekosistem maritim di Indonesia.














![[QUIZ] Tebak Pekerjaan Karakter di Upin-Ipin, Penonton Setia Bisa Benar Semua?](https://image.idntimes.com/post/20240922/img-4256-7705a60071e5c91c966005914272f5fd.jpeg)







.jpg)