Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Rupiah Dibuka Lesu ke Rp17.612 per Dolar AS

Rupiah Dibuka Lesu ke Rp17.612 per Dolar AS
Ilustrasi dolar AS (freepik.com/jcomp)
  • Rupiah dibuka melemah 0,01 persen ke Rp17.612 per dolar AS pada perdagangan Senin, seiring pelemahan sejumlah mata uang Asia.
  • Analis memproyeksikan rupiah kembali tertekan karena inflasi AS melampaui perkiraan, mendorong kenaikan imbal hasil obligasi AS, serta harga minyak mentah menembus 100 dolar AS per barel.
  • Rencana pengalihan pengelolaan utang Whoosh dari Danantara ke Kemenkeu turut dicermati pasar; rupiah diperkirakan bergerak di kisaran Rp17.550-Rp17.700 per dolar AS.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Pergerakan nilai tukar rupiah di pasar spot dibuka melemah pada level Rp17.612 per dolar AS pada perdagangan Senin (14/9/2026)

Berdasarkan Bloomberg, rupiah melemah hingga 1 poin atau 0,01 persen dibandingkan penutupan kemarin.

  1. 1. Sejumlah mata uang di Asia melemah pagi ini

    Sejumlah mata uang di Asia bergerak melemah, rinciannya:

    1. Bath Thailand melemah 0,07 persen
    2. Rupee India melemah 0,11 persen
    3. Pesso Filipina melemah 0,12 persen
    4. Won Korea melemah 3,45 persen
    5. Dolar Taiwan melemah 0,05 persen

  2. 2. Rupiah bakal alami tekanan hari ini

    Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, memproyeksilan rupiah akan kembali mendapat tekanan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini.

    Pelaku pasar mencermati data inflasi AS yang lebih kuat dari perkiraan serta kenaikan harga minyak mentah dunia yang telah menembus 100 dolar AS per barel.

    "Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS setelah data inflasi AS yg lebih kuat dari perkiraan memicu kenaikan kembali pada imbal obligasi AS," ujar Lukman.

  3. 3. Rencana pengalihan Whoosh dari Danantara ke Kemenkeu jadi perhatian pasar

    Tak hanya perkembangan di AS, rencana pengalihan tanggung jawab pengelolaan utang dari Danantara kepada Kementerian Keuangan (Kemenkeu) pekan ini juga menjadi perhatian pelaku pasar keuangan.

    "Iya (peralihan pengelolaan Whoosh dari Danantara ke Kemenkeu) ini cukup menjadi perhatian pasar, terutama terhadap rupiah, SUN, dan persepsi kredibilitas fiskal. Namun, dampak langsung terhadap rupiah kemungkinan tidak besar," tegasnya.

    Dengan demikian, dia memperkirakan rupiah akan bergerak dalam kisaran Rp 17.550-Rp 17.700 per dolar AS.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More