Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

7 Pekerjaan Sampingan yang Justru Muncul karena AI, Bukan Hilang

7 Pekerjaan Sampingan yang Justru Muncul karena AI, Bukan Hilang
Ilustrasi seorang freelancer memanfaatkan AI untuk meningkatkan produktivitas kerja (Dok. pribadi/AI Generated by ChatGPT)
  • Perkembangan AI tidak hanya mengubah kebutuhan keterampilan kerja, tetapi juga membuka peluang penghasilan tambahan melalui profesi baru yang memadukan teknologi dengan kemampuan manusia.
  • Peluang tersebut mencakup penulis prompt, editor konten, desainer thumbnail, spesialis otomatisasi, kreator konten, AI trainer atau data annotator, serta konsultan implementasi AI untuk UMKM.
  • Berbagai peran ini menuntut kreativitas, ketelitian, pemahaman audiens atau bisnis, berpikir kritis, dan kemampuan memanfaatkan AI untuk meningkatkan produktivitas.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Perkembangan akal imitasi (AI) sering membuat banyak orang khawatir. Ada anggapan bahwa teknologi ini akan menggantikan manusia dan membuat sejumlah pekerjaan menjadi tidak dibutuhkan lagi.

‎Namun, kenyataannya tidak selalu seperti itu. Di balik perubahan yang dibawa AI, muncul pula berbagai peluang baru yang sebelumnya belum banyak dikenal. Dilansir World Economic Forum, perkembangan AI tidak hanya mengubah kebutuhan keterampilan di dunia kerja, tetapi juga membuka peluang munculnya jenis pekerjaan baru.

‎Bagi kamu yang sedang mencari penghasilan tambahan atau ingin mempersiapkan diri menghadapi dunia digital, perkembangan AI justru bisa menjadi peluang menarik. Berikut tujuh pekerjaan sampingan yang muncul berkat AI dan berpotensi terus berkembang di masa depan.

  1. 1. AI prompt writer

    7 Pekerjaan Sampingan yang Justru Muncul karena AI, Bukan Hilang
    Ilustrasi seorang sedang membuat artikel dengan bantuan ai (pexcels.com/William Fortunato)

    Saat menggunakan AI, banyak orang mungkin hanya fokus pada hasil akhirnya. Padahal, kualitas jawaban yang diberikan AI sangat bergantung pada instruksi atau prompt yang digunakan.‎

    ‎Di sinilah peran AI Prompt Writer mulai dibutuhkan. Pekerjaan ini berfokus pada pembuatan instruksi yang jelas, spesifik, dan efektif agar AI dapat menghasilkan jawaban sesuai kebutuhan pengguna.

    ‎Seorang AI Prompt Writer tidak hanya sekadar mengetik pertanyaan. Mereka perlu memahami cara berkomunikasi dengan AI, melakukan eksperimen, serta mengetahui bagaimana menyusun perintah agar hasil yang diberikan lebih akurat dan relevan.

    ‎Saat ini, banyak kreator konten, digital marketer, pemilik UMKM, hingga perusahaan mulai memanfaatkan AI untuk mempercepat pekerjaan. Menurut Google Cloud, AI generatif dapat menghasilkan teks, gambar, maupun kode berdasarkan pola yang dipelajari dari data dalam jumlah besar.

    ‎Tugas seorang AI Prompt Writer pun cukup beragam, mulai dari membuat prompt untuk artikel, ide konten media sosial, gambar AI, hingga membantu menyusun alur kerja otomatis.

    ‎Pekerjaan ini cocok untuk kamu yang memiliki kemampuan menulis, berpikir kreatif, dan senang mencoba teknologi baru. Tidak harus memiliki latar belakang teknologi, karena kemampuan memahami kebutuhan pengguna menjadi nilai utama.

  2. 2. Editor konten berbasis AI

    7 Pekerjaan Sampingan yang Justru Muncul karena AI, Bukan Hilang
    Ilustrasi seseorang yang sedang mengedit konten menggunakan bantuan ai (pexcels.com/cottonbro studio)

    Kemampuan AI dalam membuat artikel, deskripsi produk, hingga konten media sosial memang semakin berkembang. Namun, hasil dari AI belum tentu langsung siap digunakan.

    ‎Tulisan yang dibuat AI terkadang masih membutuhkan perbaikan, seperti penyesuaian gaya bahasa, pengecekan fakta, atau penyusunan ulang agar lebih nyaman dibaca.

    ‎Karena itu, Editor Konten Berbasis AI menjadi salah satu pekerjaan yang semakin relevan. Tugasnya adalah memastikan hasil dari AI memiliki kualitas yang lebih baik sebelum dipublikasikan.

    ‎Selain memperbaiki tulisan, editor juga perlu memahami karakter pembaca, menghilangkan informasi yang berulang, serta memastikan konten tetap terasa alami.

    ‎Menurut Microsoft WorkLab, banyak pekerja kini memanfaatkan AI untuk meningkatkan produktivitas dalam menyelesaikan berbagai tugas. Hal ini membuat kemampuan mengelola dan menyempurnakan hasil AI menjadi keterampilan yang semakin dibutuhkan.

  3. 3. AI thumbnail designer

    7 Pekerjaan Sampingan yang Justru Muncul karena AI, Bukan Hilang
    Ilustrasi seseorang membuat desain dengan bantuan teknologi AI (pexcel.com/Pavel Danilyuk)

    Dalam dunia digital, tampilan visual sering menjadi faktor pertama yang menarik perhatian orang. Salah satunya adalah thumbnail yang digunakan pada video, artikel, atau konten media sosial.

    ‎Saat ini, AI dapat membantu membuat konsep desain, menghasilkan ilustrasi, hingga mempercepat proses pembuatan visual. Namun, hasil tersebut tetap membutuhkan sentuhan manusia agar sesuai dengan target audiens.

    ‎AI thumbnail designer bertugas mengolah hasil dari AI agar menjadi desain yang lebih menarik. Mereka perlu memahami komposisi, warna, tulisan, serta bagaimana membuat visual yang mampu mengundang rasa penasaran.‎

    ‎Pekerjaan ini cocok bagi kamu yang memiliki minat di bidang desain. Dengan menggabungkan kreativitas manusia dan kemampuan AI, proses membuat desain bisa menjadi lebih cepat tanpa kehilangan unsur kreativitas.

  4. 4. AI automation specialist

    Ilustrasi AI Automation Specialist mengelola otomatisasi alur kerja menggunakan AI di laptop.
    Ilustrasi seseorang sedang membantu mengelola bisnis dengan teknologi ai (pexcels.com/Rodeo Software)

    Banyak pekerjaan rutin dalam bisnis sebenarnya dapat dilakukan lebih cepat dengan bantuan teknologi. Misalnya, membalas pertanyaan pelanggan, membuat laporan sederhana, atau mengatur jadwal pemasaran.

    ‎AI automation specialist hadir untuk membantu individu maupun bisnis menerapkan sistem otomatisasi agar pekerjaan menjadi lebih efisien.

    ‎Tugasnya dapat berupa membuat alur kerja otomatis, membantu penggunaan chatbot, menghubungkan berbagai aplikasi, atau mencari cara agar proses bisnis berjalan lebih praktis.

    Profesi ini semakin dibutuhkan karena banyak UMKM mulai tertarik menggunakan AI, tetapi belum memahami cara menerapkannya secara efektif. Bagi kamu yang senang mencari solusi dan tertarik mempelajari teknologi, pekerjaan ini bisa menjadi peluang menarik untuk dikembangkan.

  5. 5. AI content creator

    7 Pekerjaan Sampingan yang Justru Muncul karena AI, Bukan Hilang
    Ilustrasi AI Content Creator memanfaatkan teknologi AI untuk membantu proses pembuatan konten digital secara lebih efisien (pexcels.com/Alena Darmel)

    Membuat konten kini bisa dilakukan dengan lebih cepat berkat bantuan AI. Mulai dari mencari ide, membuat kerangka tulisan, menghasilkan ilustrasi, hingga membantu proses penyuntingan.

    ‎Meski begitu, AI tetap bukan pengganti kreativitas manusia. Seorang AI content creator masih perlu menentukan konsep, memahami audiens, dan membuat konten yang memiliki nilai.

    Dilansir IBM, AI generatif semakin banyak digunakan untuk membantu berbagai kebutuhan, seperti pembuatan konten, analisis data, dan otomatisasi proses bisnis.

    ‎Pekerjaan ini bisa dimulai dengan modal sederhana. Bermodalkan perangkat yang tersedia, koneksi internet, dan kemauan belajar, kamu sudah bisa mencoba membuat konten untuk media sosial, blog, atau membantu kebutuhan promosi bisnis.

    ‎Bagi mahasiswa, anak kos, atau pekerja kantoran yang ingin mencari penghasilan tambahan, profesi ini cukup menarik karena dapat dilakukan secara fleksibel.

  6. 6. AI trainer atau data annotator

    7 Pekerjaan Sampingan yang Justru Muncul karena AI, Bukan Hilang
    Ilustrasi AI Trainer atau Data Annotator melakukan pelabelan dan pemeriksaan data untuk membantu meningkatkan akurasi model AI (pexcels.com/Vitaly Gariev)

    Di balik kemampuan AI memahami gambar, teks, atau bahasa manusia, terdapat proses pelatihan yang melibatkan manusia.

    ‎Salah satu pekerjaan dalam proses tersebut adalah AI trainer atau data annotator. Tugasnya adalah membantu memberikan label pada data agar AI dapat mengenali pola dengan lebih baik.

    ‎Pekerjaan ini dapat berupa mengelompokkan gambar, memeriksa hasil transkripsi, memberi tanda pada data tertentu, atau mengevaluasi hasil yang diberikan AI. ‎Meski terlihat sederhana, pekerjaan ini membutuhkan ketelitian tinggi. Data yang kurang tepat dapat memengaruhi kemampuan AI dalam menghasilkan informasi.

    ‎Bagi orang yang menyukai pekerjaan detail dan terstruktur, profesi ini dapat menjadi pilihan pekerjaan lepas yang menarik.

  7. 7. Konsultan implementasi AI untuk UMKM

    7 Pekerjaan Sampingan yang Justru Muncul karena AI, Bukan Hilang
    Ilustrasi konsultan membantu pelaku UMKM memilih dan menerapkan teknologi AI untuk meningkatkan efisiensi serta produktivitas bisnis (pexcels.com/Pavel Danilyuk)

    Tidak semua pelaku usaha langsung memahami cara menggunakan AI. Banyak UMKM tertarik mencoba teknologi ini, tetapi masih bingung menentukan alat yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

    ‎Hal tersebut membuka peluang bagi Konsultan Implementasi AI untuk UMKM. Pekerjaan ini membantu bisnis memilih dan menerapkan teknologi AI agar dapat bekerja lebih efektif.

    ‎Seorang konsultan tidak harus menjadi programmer. Yang lebih penting adalah memahami masalah bisnis, mengetahui pilihan teknologi yang tersedia, serta mampu memberikan solusi yang mudah diterapkan.

    ‎Menurut McKinsey & Company, AI generatif memiliki potensi meningkatkan produktivitas di berbagai sektor apabila diterapkan dengan strategi yang tepat. Dengan semakin banyak bisnis yang mulai mengenal AI, kebutuhan terhadap orang yang mampu menjembatani teknologi dan kebutuhan usaha juga akan semakin besar.

    Perkembangan AI memang membawa perubahan besar dalam dunia kerja. Namun, teknologi ini tidak hanya menghadirkan tantangan, tetapi juga membuka berbagai peluang baru.

    ‎Kunci utamanya bukan mencoba melawan AI, melainkan belajar memanfaatkannya sebagai alat untuk meningkatkan produktivitas. Kreativitas, kemampuan berpikir kritis, dan pemahaman terhadap kebutuhan manusia tetap menjadi keunggulan yang sulit digantikan.

    ‎Jika ingin menambah penghasilan di era digital, mempelajari salah satu pekerjaan berbasis AI bisa menjadi langkah awal yang menarik. Dengan kemauan belajar dan kemampuan beradaptasi, teknologi ini dapat menjadi peluang baru untuk berkembang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More