- PT Kawasan Industri Medan (KIM)
- PT Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW)
- PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN)
- PT Kawasan Industri Makassar (KIMA)
- PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER)
- PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung (JIEP).
Ada Spin-Off di Danareksa, Bisnis Kawasan Industri Punya Holding Baru

- Danareksa resmi melakukan spin-off sub-klaster kawasan industri dan membentuk holding baru bernama Kawasan Industri Indonesia melalui RUPS pada 25 Mei 2026.
- Setelah pemisahan, Danareksa kini fokus pada bisnis manajemen aset dengan lima anak usaha di sektor jasa keuangan, termasuk PPA dan BRI-Danareksa Sekuritas.
- Langkah spin-off ini menjadi bagian dari konsolidasi besar BUMN untuk memangkas jumlah perusahaan menjadi sekitar 300, dengan target penyelesaian legalitas tahun ini.
Jakarta, IDN Times - Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria menyatakan pihaknya telah memecah (spin-off) lini bisnis PT Danareksa (Persero).
Keputusan itu baru disahkan hari ini, Senin (25/5/2026) melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Danareksa. Salah satu yang dilakukan adalah melakukan spin-off sub-klaster kawasan industri Danareksa, dan membentuk Holding BUMN baru.
“Ada holding baru yang khusus mengurusi seluruh kawasan kita. Kawasan, hari ini RUPS. Hari ini jadi terbentuknya holding kawasan. Danareksa sudah enggak ada lagi,” kata Dony di Wisma Danantara, Jakarta, Senin (25/5/2026).
1. Ada Holding BUMN Kawasan Industri Indonesia

Danareksa sendiri merupakan BUMN yang memiliki empat klaster bisnis, yakni sub-klaster kawasan industri, sub-klaster jasa keuangan, sub-klaster konstruksi, dan sub-klaster media dan teknologi.
Di sub-klaster kawasan industri, Danareksa memiliki enam anak usaha, sebagai berikut:
Melalui pemecahan ini, dibentuk holding baru bernama Kawasan Industri Indonesia.
“Kawasan nanti namanya Kawasan Industri Indonesia,” tutur Dony.
2. Danareksa fokus bisnis manajemen aset

Dony mengatakan, Danareksa kini hanya menjalankan bisnis manajemen aset (asset management).
“Kalau yang asset management menjadi satu, holdingnya nanti namanya Danareksa, kita kembalikan lagi dengan Danareksa,” ujar Dony.
Adapun bisnis manajemen aset Danareksa selama ini masuk dalam sub-klaster jasa keuangan yang terdiri dari lima anak usaha, sebagai berikut:
- PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA)
- PT Danareksa Capital
- PT Danareksa Finance
- PT BRI-Danareksa Sekuritas
- PT BRI Manajemen Investasi.
Anak bisnis sekuritas Danareksa akan bergabung dengan Mandiri Sekuritas dan/atau BNI Sekuritas.
“Sekuritas nanti jadi dua, satu Mandiri Sekuritas, satu BNI Sekuritas,” kata Dony.
3. Kejar konsolidasi BUMN rampung tahun ini

Adapun pemecahan bisnis BUMN merupakan bagian dari konsolidasi (streamline), yang tujuannya memangkas 1.400-an BUMN menjadi 300-an perusahaan. Dony mengatakan, konsolidasi itu ditargetkan selesai tahun ini.
“Ya kita upayakan semuanya. Karena kan kita harus kejar momentum juga kan. Supaya tahun ini beres proses legalnya, tahun depan kita masuk ke dalam proses operasionalnya. Kita harus optimis kan,” ucap Dony.
















