Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Apa Itu Laba? Ini Pengertian, Jenis, hingga Unsurnya

Apa Itu Laba? Ini Pengertian, Jenis, hingga Unsurnya
Ilustrasi profit (Pixabay/AbsolutVision)
  • Laba adalah selisih antara pendapatan dan pengeluaran perusahaan dalam periode tertentu, menjadi indikator utama kinerja keuangan yang tercatat dalam laporan laba rugi.
  • Terdapat berbagai jenis laba seperti laba kotor, operasional, sebelum pajak, dan setelah pajak, serta berdasarkan sifat ekonomi seperti laba psikis, rill, dan uang.
  • Laporan laba berfungsi sebagai alat ukur performa bisnis, dasar pengambilan keputusan manajemen, serta penentu pajak dan kompensasi karyawan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Dalam sebuah bisnis maupun organisasi, terdapat istilah penting yang berkaitan erat dengan performa perusahaan, yakni laba dan rugi. Kali ini, IDN Times akan mengulas secara lengkap pengertian laba, lengkap dengan penjelasan jenis, unsur, dan manfaatnya bagi perusahaan. Simak sekarang!

  1. 1. Pengertian Laba Menurut Para Ahli

    Pengertian Laba Menurut Para Ahli
    Ilustrasi untung rugi (IDN Times/Arief Rahmat)

    Laba merupakan penghasilan bersih dari kegiatan operasional perusahaan mulai dari proses produksi sampai proses pemasaran hingga mendapatkan laba. Laba akan dikurangi dengan biaya dari kegiatan operasional perusahaan dan biasanya ditulis dalam laporan laba rugi perusahaan.

    Laporan laba rugi merupakan laporan keuangan perusahaan yang berisi data pendapatan dan beban perusahaan dalam periode tertentu yang dibuat oleh bagian keuangan perusahaan. Adapun pengertian laba menurut para ahli yaitu:

    1. Menurut Ikatan Akuntansi Indonesia

    Laba merupakan penghasilan bersih yang menjadi ukuran dasar dan ukuran lainnya seperti earnings per share (EPS) maupun return on investment (ROI).

    2. Menurut Charles Thomas Horngren

    Laba merupakan pendapatan bersih yang diperoleh dari total pendapatan dikurangi dengan total beban yang disebut sebagai keuntungan bersih.

    3. Menurut Don R. Hansen dan Maryanne M. Mowen

    Laba merupakan pendapatan yang dihasilkan dari kegiatan operasional perusahaan yang sudah dikurangi dengan jumlah beban bunga, pajak, dan beban lainnya dan terbentuk dalam laporan laba rugi.

    4. Menurut M. Nafarin

    Laba adalah selisih antara pendapatan dan pengeluaran dalam periode akuntansi tertentu.

    5. Menurut Abdul Halim dan Bambang Supomo

    Laba menjadi tanggung jawab inti yang diperoleh dengan cara menghitung selisih dari pemasukan dan pengeluaran.

  2. 2. Jenis-jenis Laba

    Jenis-jenis Laba
    Ilustrasi Harta Kekayaan (IDN Times/Aditya Pratama)

    Dalam akuntansi, laba dibagi menjadi 4 jenis, berikut di antaranya:

    1. Laba Kotor

    Laba kotor adalah laba yang diperoleh dari hasil penjualan dan merupakan selisih dari harga pokok penjualan dengan penjualan bersih. Penghasilan kotor belum dikurangi beban operasi perusahaan dalam periode tertentu.

    2. Laba Operasional

    Laba operasional merupakan penghasilan kotor yang dikurangi dengan semua biaya produksi, administrasi, penjualan, dan berbagai biaya operasional lainnya.

    3. Laba Sebelum Pajak

    Laba sebelum pajak merupakan pendapatan perusahaan secara menyeluruh sebelum terkena potongan pajak.

    4. Laba Setelah Pajak

    Laba bersih setelah pajak adalah laba kotor yang dikurangi beban pajak, bunga, dan beban operasional perusahaan.

  3. 3. Jenis-jenis Laba Berdasarkan Sifat Ekonomi

    Jenis-jenis Laba Berdasarkan Sifat Ekonomi
    Ilustrasi Harta Kekayaan (IDN Times/Aditya Pratama)

    Berdasarkan sifatnya, laba dibagi ke dalam 3 jenis, berikut di antaranya:

    1. Laba Psikis

    Laba psikis adalah laba bersih yang bisa dirasakan jika barang atau jasa sedang mengalami peningkatan kepuasan dari para pelanggannya. Laba psikis cukup sulit diperoleh karena tingkat kepuasan setiap pelanggan berbeda-beda.

    2. Laba Rill

    Laba rill adalah laba yang menunjukkan adanya kenaikan ekonomi dalam perusahaan tersebut.

    3. Laba Uang

    Laba uang merupakan keuntungan yang terjadi pada kondisi kenaikan jumlah uang dalam satu periode tanpa dilakukan pertimbangan faktor daya beli dan hanya fokus pada pengukuran keberhasilan bersihnya saja.

    Perlu diketahui berdasarkan 3 jenis laba tersebut, penghasilan bersih berkaitan dengan laba uang.

  4. 4. Unsur-unsur Laba

    Unsur-unsur Laba
    Ilustrasi harta kekayaan (IDN Times/Sukma Shakti)

    Perlu diketahui bahwa laba terbagi ke dalam 5 unsur, yaitu:

    1. Pendapatan

    Pendapatan merupakan peningkatan atau penurunan kewajiban perusahaan dalam suatu periode akuntansi. Peningkatan dan penurunan ini bisa didapat dari kegiatan operasional baik dalam kartu kredit maupun penjualan barang perusahaan.

    2. Beban

    Beban merupakan pengeluaran dan pemakaian aset dalam periode akuntansi yang digunakan untuk kegiatan operasional perusahaan. 

    3. Biaya

    Biaya adalah dana perusahana yang dikeluarkan untuk memproduksi barang maupun jasa yang kemudian memberikan keuntungan tersendiri bagi perusahaan. Biaya yang sudah kadaluwarsa disebut sebagai beban.

    4. Untung Rugi

    Untung rugi adalah peningkatan ekuitas dari transaksi yang dapat mempengaruhi perusahaan dalam periode tertentu yang bukan dari pendapatan investasi milik perusahaan itu sendiri.

    5. Penghasilan

    Penghasilan merupakan suatu pendapatan yang unsurnya adalah arus masuk bruto yang berasal dari manfaat ekonomi. Penghasilan muncul akibat aktivitas normal suatu perusahaan dalam periode tertentu. Jika arus masuk bruto masuk, maka dapat menyebabkan kenaikan ekuitas yang tidak berasal dari usaha penanaman modal.

  5. 5. Manfaat Laporan Laba

    Manfaat Laporan Laba
    pexels.com/Lukas

    Perlu diketahui bahwa laporan laba perusahaan dalam suatu bisnis merupakan sebuah komponen penting. Sebagaimana laporan laba memberikan manfaat sebagai berikut:

    1. Sebagai alat ukur kinerja perusahaan dan sebagai pengambilan keputusan dan perencanaan dimasa mendatang.
    2. Sebagai pembeda antara modal dan penghasilan bersih dalam perusahaan.
    3. Untuk mengukur tingkat keberhasilan manajemen perusahaan.
    4. Sebagai dasar untuk pengambilan keputusan.
    5. Untuk menentukan besar pajak.
    6. Untuk memudahkan membagi kompensasi dan bonus kepada karyawan perusahaan.
    7. Untuk menentukan perkiraan penghasilan bersih pada periode selanjutnya.
  6. 6. Faktor yang Mempengaruhi Laba

    Faktor yang Mempengaruhi Laba
    www.pexels.com/Startup Stock Photo

    Pasti Anda pernah bertanya-tanya mengapa laba suatu perusahaan bisa berubah-ubah setiap periodenya? Hal ini dikarenakan ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi besarnya penghasilan laba bersih perusahaan.

    Adapun beberapa faktor tersebut di antaranya yaitu:

    • Harga jual
    • Biaya produksi
    • Volume penjualan
    • Volume produksi
Share Article

Related Articles

See More