Merger BUMN Karya Dikejar Tahun Ini, Nasib PTPP-ADHI Masih Dibahas

- BP BUMN menargetkan konsolidasi tujuh BUMN karya menjadi tiga perusahaan terlaksana pada 2026, dengan merger sebagai salah satu skema yang dipertimbangkan.
- Merger PTPP dan ADHI masih belum pasti; pemerintah menyatakan susunan konsolidasi dapat berubah, termasuk penentuan perusahaan induk atau entitas yang bertahan.
- Konsolidasi ditujukan untuk penyelamatan dan penyehatan BUMN karya. PTPP sementara fokus merampungkan restrukturisasi bersama Himbara yang telah mencapai sekitar 70-80 persen.
Jakarta, IDN Times - Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria memastikan rencana konsolidasi BUMN karya dieksekusi tahun ini.
Konsolidasi dilakukan dengan berbagai skema. Salah satu opsinya adalah merger.
“Target tahun ini ya,” kata Dony di Gedung Nusantara 3 DPR RI, Jakarta, Senin (31/8/2026).
1. Nasib merger PTPP dan ADHI masih dibahas

Proyek pembangunan Tol Yogyakarta-Solo Seksi 2 Paket 2.2 Trihanggo-Junction Sleman. (Dok. Humas Adhi Karya) Konsolidasi dilakukan untuk memangkas tujuh BUMN karya menjadi tiga perusahaan. Salah satu skema awal yang diwacanakan adalah merger PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (PTPP) dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI).
Meski begitu, Dony mengatakan, wacana itu belum dapat dipastikan terwujud, dan bisa berubah.
“Oh belum ditentukan juga. Nanti kita lihat juga, dan juga belum pasti ADHI dan PP, dan lain sebagainya,” tutur Dony.
2. Demi penyehatan BUMN karya

Kantor pusat Kementerian BUMN. (IDN Times/VadhiaLidyana) Dony memastikan, konsolidasi akan tetap dilakukan, dengan tujuan menyehatkan kinerja BUMN karya.
“Jadi kita akan lihat yang penting itu adalah akan terjadi konsolidasi daripada perusahaan karya kita dalam rangka proses penyelamatan dan penyehatan ya,” ujar Dony.
3. PTPP belum kantongi keputusan soal merger dengan ADHI

Direktur Utama PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (PTPP), Novel Arsyad. (IDN Times/Vadhia Lidyana) Sebelumnya, Direktur Utama PTPP, Novel Arsyad mengatakan belum ada perubahan dari wacana merger PTPP dan ADHI.
“Ya, kalau saat ini kan ini rencana jadikan tiga. Sampai dengan saat ini konsepnya adalah PP dengan ADHI. Tapi itu bisa saja di perjalanan berubah kan mungkin-mungkin saja. Kalau ditanya sampai dengan saat ini, ya itu,” kata Novel saat ditemui di Danantara Housing Expo 2026, dikutip Jumat (28/8).
Namun, tahapan lebih lanjutnya belum diputuskan, terutama terkait siapa yang akan menjadi induk atau siapa yang bertindak sebagai surviving entity.
“Itu proses yang berjalan. Yang tujuan ke sananya yang itu yang diharapkan bisa selesai,” ujar Novel.
Novel mengatakan, saat ini PTPP masih fokus menyelesaikan proses restrukturisasi untuk penyehatan kinerja perseroan. Hal ini juga yang menjadi fokus pembahasan saat rapat terakhir dengan Dony Oskaria dua pekan lalu.
Novel mengatakan, restrukturisasi dilakukan dengan Himpunan Bank-Bank Negara (Himbara). Saat ini, perkembangannya sudah mencapai 70-80 persen.
“Mungkin sudah sekitar 70-80 persen. Insyaallah dalam waktu dekat (selesai restrukturisasinya),” tutur Novel.

















