- Bath Thailand menguat 0,07 persen
- Ringgit Malaysia melemah 0,13 persen
- Yuan China menguat 0,01 persen
- Rupee India melemah 0,35 persen
- Pesso Filipina menguat 0,28 persen
- Won Korea melemah 0,05 persen
Rupiah Dibuka Menguat ke Level Rp17.562 per Dolar AS

- Rupiah dibuka menguat 70 poin atau 0,40 persen ke Rp17.562 per dolar AS pada perdagangan Rabu, 9 September 2026, dibandingkan penutupan sebelumnya.
- Mata uang Asia bergerak variatif: baht, yuan, dan peso Filipina menguat, sedangkan ringgit Malaysia, rupee India, dan won Korea melemah.
- Analis memproyeksikan rupiah konsolidatif dalam kisaran Rp17.550–Rp17.700, dengan pasar menanti survei kepercayaan konsumen dan kenaikan harga minyak membatasi penguatan.
1. Mata uang di Asia bergerak variatif
Mayoritas mata uang di Asia bergerak variatif, rinciannya:
2. Rupiah akan bergerak konsolidatif seharian ini
Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, memproyeksikan nilai tukar rupiah bergerak konsolidatif dengan potensi menguat terbatas terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini.
"Pelaku pasar cenderung mengambil sikap wait and see menjelang rilis survei kepercayaan konsumen Indonesia untuk periode Agustus yang dijadwalkan dirilis siang ini," jelasnya.
3. Penguatan rupiah masih bergerak terbatas
Dari faktor eksternal, kenaikan harga minyak dunia yang masih berlanjut berpotensi menjadi sentimen negatif bagi rupiah. Penguatan harga minyak dapat meningkatkan tekanan terhadap neraca perdagangan dan kebutuhan valuta asing, sehingga membatasi ruang penguatan mata uang domestik.
"Dengan mempertimbangkan sentimen domestik dan eksternal tersebut, rupiah diperkirakan bergerak dalam kisaran Rp17.550–Rp17.700 per dolar AS," jelasnya.














![[QUIZ] Tebak Nama Mata Uang Asia Tenggara, Yakin Bisa?](https://image.idntimes.com/post/20241117/18879-68854c3f6876b62c6c0e179f8d1fe608.jpg)





