Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Rupiah Dibuka Menguat ke Level Rp17.562 per Dolar AS

Rupiah Dibuka Menguat ke Level Rp17.562 per Dolar AS
ilustrasi 100 dolar AS (pexels.com/Engin Akyurt)
  • Rupiah dibuka menguat 70 poin atau 0,40 persen ke Rp17.562 per dolar AS pada perdagangan Rabu, 9 September 2026, dibandingkan penutupan sebelumnya.
  • Mata uang Asia bergerak variatif: baht, yuan, dan peso Filipina menguat, sedangkan ringgit Malaysia, rupee India, dan won Korea melemah.
  • Analis memproyeksikan rupiah konsolidatif dalam kisaran Rp17.550–Rp17.700, dengan pasar menanti survei kepercayaan konsumen dan kenaikan harga minyak membatasi penguatan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Pergerakan nilai tukar rupiah di pasar spot dibuka menguat pada level Rp17.562 per dolar AS pada perdagangan Rabu (9/9/2026)

Berdasarkan Bloomberg, rupiah menguat hingga 70 poin atau 0,40 persen dibandingkan penutupan kemarin.

  1. 1. Mata uang di Asia bergerak variatif

    Mayoritas mata uang di Asia bergerak variatif, rinciannya:

    • Bath Thailand menguat 0,07 persen
    • Ringgit Malaysia melemah 0,13 persen
    • Yuan China menguat 0,01 persen
    • Rupee India melemah 0,35 persen
    • Pesso Filipina menguat 0,28 persen
    • Won Korea melemah 0,05 persen

  2. 2. Rupiah akan bergerak konsolidatif seharian ini

    Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, memproyeksikan nilai tukar rupiah bergerak konsolidatif dengan potensi menguat terbatas terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini.

    "Pelaku pasar cenderung mengambil sikap wait and see menjelang rilis survei kepercayaan konsumen Indonesia untuk periode Agustus yang dijadwalkan dirilis siang ini," jelasnya.

  3. 3. Penguatan rupiah masih bergerak terbatas

    Dari faktor eksternal, kenaikan harga minyak dunia yang masih berlanjut berpotensi menjadi sentimen negatif bagi rupiah. Penguatan harga minyak dapat meningkatkan tekanan terhadap neraca perdagangan dan kebutuhan valuta asing, sehingga membatasi ruang penguatan mata uang domestik.

    "Dengan mempertimbangkan sentimen domestik dan eksternal tersebut, rupiah diperkirakan bergerak dalam kisaran Rp17.550–Rp17.700 per dolar AS," jelasnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More