ADHI Cetak Laba Rp3,11 Triliun di Semester I-2026, Naik 12,57 Persen

- ADHI membukukan laba Rp8,49 miliar pada semester I-2026, naik 12,57 persen dibandingkan Rp7,54 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
- Pendapatan usaha turun 18,36 persen menjadi Rp3,11 triliun, sementara beban pokok pendapatan juga turun 3,92 persen menjadi Rp3,11 triliun.
- Total liabilitas turun 5,04 persen menjadi Rp24,21 triliun, sedangkan kas dan setara kas merosot 52,45 persen menjadi Rp813,1 miliar.
Jakarta, IDN Times – PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) telah merilis laporan keuangan untuk periode semester I-2026.
Berdasarkan lapor keuangan yang dirilis di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (31/7/2026), ADHI mencetak laba Rp8,49 miliar pada semester I-2026, naik 12,57 persen dibandingkan semester I-2025 yang sebesar Rp7,54 miliar.
1. Pendapatan usaha turun

ADHI berhasil menurunkan beban pokok pendapatan pada semester I-2026 menjadi Rp3,11 triliun. Angka itu turun 3,92 persen dibandingkan semester I-2025 atau secara year on year (yoy).
Meski beban pokok pendatan turun, perseroan justru mencatatkan penurunan pendapatan pada semester I-2026, menjadi hanya Rp3,11 triliun. Angka itu terkoreksi 18,36 persen jika dibandingkan dengan pendapatan usaha pada semester I-2025 yakni Rp3,81 triliun.
2. Liabilitas turun 5,04 persen

Total liabilitas ADHI pada semester I-2026 tercatat sebesar Rp24,21 triliun, atau turun 5,04 persen dibandingkan posisi 31 Desember 2025 yang sebesar Rp25,5 triliun.
Lebih rinci, liabilitas jangka pendek perusahaan per semester I-2026 mencapai Rp17,02 triliun, turun 12,52 persen dari Rp19,46 triliun pada semester II-2025.
Namun, liabilitas jangka panjang tercatat naik 19,08 persen, dari Rp6,04 triliun per akhir 2025, menjadi Rp7,19 triliun pada semester I-2026.
Sementara itu, ekuitas perseroan mengalami kenaikan sebesar 0,53 persen, dari Rp3,3 triliun pada 31 Desember 2025, menjadi Rp3,31 triliun pada semester I-2026.
3. Kas perusahaan turun lebih dari 52 persen

Posisi kas dan setara kas perseroan tercatat sebesar Rp813,1 miliar per semester I-2026. Angka tersebut turun drastis sebesar 52,45 persen dibandingkan posisi 31 Desember 2025.
Adapun posisi aset Adhi Karya per 30 Juni 2026 sebesar Rp27,53 triliun, turun 4,4 persen dibandingkan 31 Desember 2025 yang sebesar Rp28,79 triliun.

















