AHY Janji Relokasi untuk Tanggul Laut Raksasa Tak Sengsarakan Nelayan

- AHY menegaskan relokasi nelayan terdampak proyek Giant Sea Wall akan dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan, bukan penggusuran yang membuat mereka sengsara.
- Proyek tanggul laut raksasa diharapkan membuka peluang ekonomi baru dan lapangan kerja bagi masyarakat pesisir, termasuk generasi muda di luar profesi nelayan.
- Pemerintah mengintegrasikan pembangunan Giant Sea Wall dengan program Kampung Nelayan Merah Putih sesuai visi Presiden Prabowo untuk memperkuat ekonomi pesisir Pantura Jawa.
Jakarta, IDN Times - Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono mengatakan pemerintah akan melakukan relokasi terhadap nelayan yang terdampak oleh proyek pembangunan Giant Sea Wall (GSW).
Namun, dia memastikan kebijakan tersebut diarahkan untuk memperbaiki taraf hidup masyarakat dan memastikan langkah penataan bukan merupakan penggusuran tanpa arah yang dapat menyengsarakan nelayan.
Hal itu disampaikan dalam Kick Off Meeting Infrastruktur Perlindungan Pesisir Pantura Jawa Terpadu di Gedung Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta.
"Relokasi nelayan, ini tentunya diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraannya, bukan untuk menggusur tanpa tujuan, apalagi membuatnya lebih sengsara. Justru dengan ini kita berharap kesejahteraan nelayan itu semakin baik," katanya, Senin (4/5/2026).
1. Beri peluang ekonomi dan penyerapan tenaga kerja baru

Lebih lanjut, pria yang akrab disapa AHY itu memaparkan proyek tanggul laut raksasa tersebut diharapkan mampu meningkatkan nilai tukar nelayan serta membuka lebih banyak peluang ekonomi.
Melalui penataan tersebut, dia berharap generasi muda dan masyarakat sekitar dapat beralih atau terserap ke lapangan pekerjaan lain di luar profesi nelayan. Itu untuk memastikan kesejahteraan para nelayan terus meningkat.
"Pada akhirnya semakin banyak masyarakat termasuk anak-anak muda kita yang terserap ke lapangan pekerjaan di luar dari profesi nelayan," tuturnya.
2. Integrasi dengan program Kampung Nelayan Merah Putih

AHY juga menekankan pentingnya peningkatan perekonomian bagi nelayan yang sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto. Dia menjelaskan pengembangan GSW akan diintegrasikan dengan program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).
Integrasi tersebut juga mencakup sinkronisasi antara program Kampung Nelayan Merah Putih dan upaya revitalisasi lahan di sepanjang pesisir Pantai Utara (Pantura) Jawa.
"Bapak Presiden jelas dalam visi beliau adalah bagaimana mengembangkan dan mengintegrasikan ini semua dengan konsep Kampung Nelayan Merah Putih yang saat ini juga dikelola oleh Kementerian KKP," ujar dia.
3. Prabowo bahas kelanjutan proyek Giant Sea Wall

Presiden Prabowo sebelumnya telah memanggil sejumlah menteri Kabinet Merah Putih ke Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (20/4/2026). Agendanya termasuk membahas proyek Giant Sea Wall.
Pejabat yang hadir termasuk Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto, Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono dan Direktur Utama PT Pindad Sigit Puji Santosa, Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ) Didit Herdiawan Ashaf.


















