Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Surplus Perdagangan 71 Bulan Tanpa Putus, Capai $3,32 Miliar per Maret

Surplus Perdagangan 71 Bulan Tanpa Putus, Capai $3,32 Miliar per Maret
Neraca perdagangan periode April. (Dok/Istimewa).
Intinya Sih
  • Indonesia mencatat surplus perdagangan sebesar 3,32 miliar dolar AS pada Maret 2026, memperpanjang tren surplus selama 71 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.
  • Surplus ditopang oleh sektor nonmigas dengan nilai 5,21 miliar dolar AS, sementara sektor migas masih defisit 1,89 miliar dolar AS akibat impor minyak dan gas.
  • Nilai ekspor Maret mencapai 22,53 miliar dolar AS dan impor naik menjadi 19,21 miliar dolar AS; secara kumulatif ekspor tumbuh tipis 0,34 persen dan impor naik 10,05 persen.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan barang Indonesia kembali mencatat surplus pada Maret 2026, dengan nilai mencapai 3,32 miliar dolar AS.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, mengatakan capaian ini memperpanjang tren surplus neraca perdagangan Indonesia menjadi 71 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.

"Neraca perdagangan barang pada Maret 2026 tercatat surplus sebesar 3,32 miliar dolar AS. Dengan demikian, Indonesia telah mencatat surplus selama 71 bulan berturut-turut sejak Mei 2020," ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (4/5/2026).

1. Surplus Maret ditopang oleh perdagangan nonmigas

Ilustrasi pertumbuhan ekonomi. (Dok. IDN Times)
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi. (Dok. IDN Times)

Ia menjelaskan, surplus pada Maret 2026 terutama ditopang oleh kinerja perdagangan nonmigas yang mencatat surplus sebesar 5,21 miliar dolar AS. Komoditas penyumbang surplus terbesar pada sektor nonmigas antara lain lemak dan minyak hewan/nabati, bahan bakar mineral, serta besi dan baja. Sementara itu, neraca perdagangan migas masih mengalami defisit sebesar 1,89 miliar dolar AS. Defisit ini berasal dari komoditas seperti minyak mentah, hasil minyak, dan gas.

Secara kumulatif, neraca perdagangan Indonesia hingga Maret 2026 mencatat surplus sebesar 5,55 miliar dolar AS. Surplus tersebut ditopang oleh kinerja nonmigas yang mencatat surplus sebesar 10,63 miliar dolar AS. Di sisi lain, neraca perdagangan migas masih mencatat defisit sebesar 5,68 miliar dolar AS.

2. Kinerja ekspor Maret mencapai 22,53 miliar dolar AS

ilustrasi APBN (IDN Times/Aditya Pratama)
ilustrasi APBN (IDN Times/Aditya Pratama)

Lebih rinci, nilai ekspor Indonesia pada Maret 2026 tercatat sebesar 22,53 miliar dolar AS, atau turun 3,10 persen dibandingkan Maret 2025 yang sebesar 23,25 miliar dolar AS. Nilai ekspor nonmigas pada Maret 2026 mencapai 21,25 miliar dolar AS, atau turun 11,84 persen dibandingkan Maret 2025 yang sebesar 21,79 miliar dolar AS. Sementara itu, nilai ekspor migas pada Maret 2026 tercatat sebesar 1,28 miliar dolar AS, turun 2,52 persen dibandingkan Maret 2025 yang sebesar 1,45 miliar dolar AS.

Secara kumulatif, total nilai ekspor sepanjang Januari–Maret 2026 meningkat 0,34 persen secara tahunan. Pada periode Januari–Maret 2025, total ekspor tercatat sebesar 66,62 miliar dolar AS, sedangkan pada Januari–Maret 2026 mencapai 66,85 miliar dolar AS.

“Ateng mengatakan, total nilai ekspor sepanjang Januari–Maret 2026 meningkat 0,34 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan tersebut terutama didorong oleh sektor industri pengolahan dengan andil sebesar 3,15 persen," ungkapnya.

3. Impor Maret naik 1,51 persen

Ilustrasi laporan keuangan dengan grafik dan diagram diperbesar menggunakan kaca pembesar, dikelilingi koin dan dua map arsip.
ilustrasi APBN (IDN Times/Aditya Pratama)

Ateng mengungkapkan, total nilai impor mengalami kenaikan yakni mencapai dolar AS 19,21 miliar, atau naik 1,51 persen dibandingkan Maret 2025 yang sebesar 18,92 miliar dolar AS.

Nilai impor nonmigas pada Maret 2026 tercatat sebesar 16,04 miliar dolar AS, naik 1,54 persen dibandingkan Maret 2025 yang sebesar 15,79 miliar dolar AS. Sementara itu, impor migas pada Maret 2026 sebesar 3,17 miliar dolar AS, relatif stabil dibandingkan Maret 2025 yang juga sebesar 3,17 miliar dolar AS.

"Secara kumulatif, total nilai impor Indonesia pada periode Januari–Maret 2026 meningkat 10,05 persen secara tahunan. Pada Januari–Maret 2026, nilai impor tercatat sebesar 61,30 miliar dolar AS, sedangkan pada periode yang sama tahun 2025 sebesar 55,70 miliar dolar AS," tegasnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Related Articles

See More