Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

4 Perbedaan Investasi Bodong dan Legal, Waspada!

4 Perbedaan Investasi Bodong dan Legal, Waspada!
ilustrasi investasi (pexels.com/iam hogir)
Intinya Sih
  • OJK lewat Satgas PASTI aktif memberantas investasi ilegal yang marak di masyarakat, mengingat meningkatnya minat publik terhadap investasi.
  • Investasi legal memiliki izin resmi, transparansi risiko, serta skema bisnis jelas; sedangkan investasi bodong sering menjanjikan keuntungan besar tanpa dasar dan menyembunyikan risiko.
  • Masyarakat diimbau memastikan legalitas perusahaan investasi agar dana terlindungi secara hukum dan terhindar dari penipuan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Minat masyarakat terhadap investasi semakin tinggi. Banyak orang yang paham akan pentingnya menjaga keuangan lewat investasi. Namun, banyak pihak yang memanfaatkan hal tersebut untuk melakukan penipuan.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) sudah banyak menghentikan investasi ilegal atau bodong yang menyebar di masyarakat. Biar kamu gak jadi salah satu korban investasi ilegal, yuk, kenali perbedaan investasi bodong dan legal.

1. Izin operasional

4 Perbedaan Membedakan Investasi Bodong dan Legal, Waspada!
ilustrasi investasi (unsplash.com/Towfiqu barbhuiya)

Hal pertama yang membedakan antara investasi bodong dan legal adalah terkait izin operasional. Investasi legal tentunya sudah terdaftar dan berbadan hukum yang jelas. Perusahaan juga harus mengantongi izin usaha resmi dari otoritas penilai di Indonesia, seperti OJK, Bappebti, atau Bank Indonesia (BI).

Sebaliknya, investasi bodong tidak memiliki perizinan yang jelas. Mereka juga berani memanipulasi dokumen operasionalnya untuk meyakinkan korban. Tanpa adanya izin resmi pastinya tidak ada mekanisme perlindungan hukum yang bisa melindungi dana masyarakat.

2. Tingkat keuntungan

ilustrasi tingkat keuntungan
ilustrasi tingkat keuntungan (unsplash.com/Getty Images)

Perbedaan yang paling mencolok dan sering jadi senjata utama investasi bodong adalah soal keuntungan yang dijanjikan. Biasanya mereka menjanjikan keuntungan besar dalam waktu yang relatif cepat. Misalnya keuntungan yang ditawarkan sekitar 20 persen dari dana yang dikeluarkan.

Padahal investasi tidak selalu menjanjikan keuntungan. Sebab, investasi bersifat fluktuatif karena bergerak mengikuti mekanisme pasar dan kinerja aset riil di bawahnya. Jadi, tidak ada satu pun manajer investasi atau platform legal yang berani menjanjikan keuntungan pasti.

3. Transparansi risiko

4 Perbedaan Membedakan Investasi Bodong dan Legal, Waspada!
ilustrasi investasi (pexels.com/Leeloo The First)

Dalam dunia investasi pasti selalu diikuti oleh risiko. Biasanya semakin tinggi investasi, maka risikonya juga tinggi. Investasi legal bersikap sangat transparan dan akan memaparkan risiko produk secara gamblang kepada calon investor sebelum transaksi dilakukan.

Hal ini berbanding terbalik dengan investasi bodong yang cenderung menyembunyikan atau memanipulasi mengenai risiko yang sebenarnya. Pelaku biasanya mengiming-imingi keuntungan besar dengan klaim bebas risiko dan hasil yang pasti. Janji inilah yang sengaja digunakan agar banyak orang percaya dengan sistem yang dijalankan.

4. Skema bisnis

ilustrasi investasi
ilustrasi investasi (pexels.com/Alesia Kozik)

Terakhir investasi legal memiliki skema bisnis dan alur perputaran uang yang jelas. Dana yang disetorkan oleh investor akan dikelola dan dialokasikan ke dalam instrumen aset riil. Mulai dari saham, obligasi, reksa dana, komoditas, hingga emas. Investor juga dapat dengan mudah menemukan informasi detail mengenai manajemen perusahaan dan bagaimana dana tersebut digunakan.

Berbeda dengan investasi bodong yang punya skema bisnis tidak jelas. Biasanya investasi bodong banyak menggunakan skema ponzi, di mana uang anggota baru digunakan untuk membayar keuntungan anggota lama. Akibatnya, sistem ini mengharuskan para investor mencari orang baru.

Itu dia beberapa perbedaan antara investasi bodong dan legal. Agar kamu gak tertipu investasi bodong, selalu pastikan perusahaan tempat kamu berinvestasi punya legalitas yang jelas. Karena dengan begitu, dana kamu mendapat perlindungan hukum.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More