Jakarta, IDN Times - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai hasil evaluasi MSCI menunjukkan fundamental ekonomi dan akses pasar Indonesia tetap kuat. Menurutnya, perhatian MSCI saat ini lebih tertuju pada aspek transparansi dan integritas pasar yang tengah menjadi fokus reformasi pemerintah bersama regulator.
Dalam laporan MSCI 2026 Global Market Accessibility Review, MSCI Inc mempertahankan Indonesia dalam kategori pasar negara berkembang (emerging market). Namun, MSCI menurunkan penilaian Indonesia pada kriteria Information Flow (arus informasi) dari sebelumnya "+" menjadi "−".
Penurunan penilaian tersebut mencerminkan perhatian MSCI terhadap aspek transparansi dan keterbukaan informasi di pasar modal Indonesia. Meski demikian, status Indonesia sebagai emerging market tidak berubah.
"Catatan MSCI menegaskan bahwa fundamental ekonomi dan akses pasar Indonesia tetap kuat. Perhatian utama berada pada aspek transparansi dan integritas pasar. Pemerintah bersama OJK dan BEI terus melakukan reformasi, mulai dari penyesuaian free float, peningkatan keterbukaan pemilik manfaat akhir, hingga pendalaman pasar. Kami optimistis Indonesia tetap berada pada jalur emerging market dan berkomitmen menuntaskan agenda reformasi untuk menjaga kepercayaan investor," ujar Airlangga di Jakarta, Jumat (19/6/2026).
