Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Aksi Korporasi Ini Bikin Kinerja Saham INDS Melonjak Ratusan Persen

Aksi Korporasi Ini Bikin Kinerja Saham INDS Melonjak Ratusan Persen
Ilustrasi Saham. (IDN Times/Aditya Pratama)
Intinya sih...
  • Indospring memperkuat produktivitas dan efisiensi operasional melalui transaksi afiliasi dengan entitas anak, termasuk pembelian aset operasional senilai Rp3.017.747.000.
  • Perusahaan juga menandatangani perjanjian sewa-menyewa ruang kantor serta mencatatkan kenaikan signifikan saham INDS hingga ratusan persen dalam jangka pendek maupun panjang.
  • RUPST PT Indospring Tbk menyetujui pembagian dividen tunai maksimal sebesar Rp52.499.976.800 atau setara Rp8 per saham, serta menyisihkan cadangan wajib dan saldo laba bersih untuk strategi pertumbuhan yang terukur dan berkelanjutan.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times – PT Indospring Tbk (INDS), perusahaan produsen suku cadang otomotif menjalankan sejumlah aksi korporasi guna memperkuat produktivitas dan efisiensi operasional.

Pada Desember 2025, perseroan mengumumkan transaksi afiliasi berupa pembelian aset operasional dari entitas anak. Dalam transaksi tersebut, PT Indobaja Primamurni (IBPM) menjual delapan unit mesin bekas dan empat unit komputer bekas kepada Indospring dengan nilai total sebesar Rp3.017.747.000, belum termasuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

IBPM sendiri merupakan entitas anak perseroan dengan tingkat kepemilikan sebesar 96,50 persen. Adapun manajemen menilai transaksi ini sebagai langkah optimalisasi aset untuk menunjang kelancaran operasional dan efisiensi produksi perseroan ke depan.

1. Perjanjian sewa-menyewa ruang kantor

Aksi Korporasi Ini Bikin Kinerja Saham INDS Melonjak Ratusan Persen
ilustrasi ruang kantor (unsplash.com/Mario Gogh)

Selain itu, Indospring juga telah menandatangani perjanjian sewa-menyewa ruang kantor dengan PT Indoprima Investama (IIV). Objek transaksi berupa sewa sebagian bangunan kantor seluas 66 meter persegi yang berlokasi di Jalan Mayjend Sungkono KM 3,1, Prambangan, Kebomas, Gresik, dengan nilai sewa sebesar Rp60 juta untuk jangka waktu satu tahun, terhitung sejak 1 Januari 2026 hingga 31 Desember 2026.

Transaksi ini juga merupakan transaksi afiliasi mengingat PT IIV merupakan entitas induk akhir Perseroan dengan kepemilikan langsung dan tidak langsung sebesar 88,41 persen.

2. Peningkatan kinerja saham INDS

Aksi Korporasi Ini Bikin Kinerja Saham INDS Melonjak Ratusan Persen
ilustrasi saham (IDN Times/Aditya Pratama)

Langkah ekspansi dan penataan operasional ini mendapat respons positif dari pasar, tercermin dari kinerja saham INDS yang mencatatkan kenaikan signifikan hingga ratusan persen dalam jangka pendek maupun panjang.

Pada penutupan perdagangan Rabu (14/1/2025), saham INDS mencatatkan auto reject atas (ARA) dengan kenaikan 25 persen. Secara bulanan, saham INDS telah menguat 147,77 persen, sedangkan secara year to date (ytd) melonjak 145,58 persen.

Head of Research KISI Sekuritas, Muhammad Wafi menilai, pergerakan harga saham INDS tidak semata-mata dipicu oleh aksi penjualan aset. Menurutnya, pasar juga mengantisipasi potensi pembagian dividen serta re-rating valuasi perseroan.

“Investor cenderung mengantisipasi pembagian dividen dan re-rating valuasi saham. INDS cocok untuk investor yang memiliki strategi trading cepat, hal ini mengingat di semester pertama tahun 2026 terdapat beberapa sentimen positif seperti rilis laporan keuangan, dividen, dan pemulihan sektor otomotif,” tutur Wafi dalam keterangannya, dikutip Kamis (15/1/2026).

3. INDS bagikan dividen Rp8 per saham

Aksi Korporasi Ini Bikin Kinerja Saham INDS Melonjak Ratusan Persen
ilustrasi dividen (IDN Times/Esti Suryani)

Optimisme pasar juga ditopang oleh keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Indospring Tbk yang diselenggarakan pada 23 Juni 2025. Dalam RUPST tersebut, pemegang saham menyetujui penggunaan laba bersih tahun buku 2024, di antaranya pembagian dividen tunai maksimal sebesar Rp52.499.976.800 atau setara Rp8 per saham.

Selain itu, perseroan menyisihkan Rp1,5 miliar sebagai cadangan wajib, serta membukukan sisa laba bersih sebesar Rp15.599.075.455 sebagai saldo laba. Ke depan, manajemen Indospring menegaskan akan terus menjalankan strategi pertumbuhan yang terukur dan berkelanjutan, dengan tetap mengedepankan tata kelola perusahaan yang baik, guna menciptakan nilai tambah jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati
Follow Us

Latest in Business

See More

Laju Utang Luar Negeri Susut Jadi Rp7.007 Triliun per November 2025

15 Jan 2026, 14:57 WIBBusiness