Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

PHE Catat Produksi Migas 935 Ribu Barel per Hari di Semester I-2026

PHE Catat Produksi Migas 935 Ribu Barel per Hari di Semester I-2026
PT Pertamina Hulu Energi (PHE) sebagai Subholding Upstream Pertamina terus membuktikan kinerja positifnya pada awal tahun ini. Pada Triwulan (TW) I tahun 2025, PHE mencatatkan produksi migas sebesar 1,043 juta barel setara minyak per hari (MBOEPD). (Dok. Pertamina)
Intinya Sih
  • PHE mencatat produksi migas 935 ribu barel setara minyak per hari pada semester I-2026, terdiri dari 459 ribu barel minyak per hari dan 2.756 MMSCFD gas.
  • Untuk menjaga produksi, PHE menyelesaikan 278 sumur eksploitasi, 601 kegiatan workover, dan 13.870 well service sepanjang Januari-Juni 2026.
  • Kegiatan eksplorasi mencakup 9 sumur dan survei seismik, menghasilkan sumber daya kontingen 108 MMBOE serta tambahan cadangan terbukti 24,9 MMBOE.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - PT Pertamina Hulu Energi (PHE) selaku Subholding Upstream Pertamina mencatatkan produksi minyak dan gas (migas) sebanyak 935 ribu barel setara minyak per hari (MBOEPD) di semester I-2026.

Angka tersebut terdiri dari produksi minyak sebesar 459 ribu barel per hari (MBOPD) dan produksi gas sebesar 2.756 juta kaki kubik per hari (MMSCFD).

1. PHE selesaikan pengeboran 278 sumur eksploitasi

PT Pertamina Hulu Energi (PHE) menemukan potensi sumber daya migas di sumur Tedong (TDG)-001 yang berada di area Kecamatan Mamosalato, Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah. (dok. Pertamina)
PT Pertamina Hulu Energi (PHE) menemukan potensi sumber daya migas di sumur Tedong (TDG)-001 yang berada di area Kecamatan Mamosalato, Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah. (dok. Pertamina)

Sepanjang Januari hingga Juni 2026, PHE menyelesaikan pengeboran 278 sumur eksploitasi, melaksanakan 601 kegiatan workover, serta 13.870 kegiatan well service untuk menjaga keandalan aset dan mempertahankan tingkat produksi.

Corporate Secretary PHE, Hermansyah Y Nasroen mengatakan bahwa capaian itu menunjukkan konsistensi PHE dalam menjalankan strategi menjaga keberlanjutan produksi sekaligus memperkuat ketahanan cadangan melalui kegiatan eksplorasi yang berkelanjutan.

"Kinerja operasional hingga semester I-2026 merupakan hasil komitmen seluruh perwira PHE dalam menjalankan operasi hulu migas secara selamat, andal, efisien, dan berkelanjutan,” kata Hermansyah, dikutip Selasa (28/7/2026).

2. PHE selesaikan pengeboran 9 sumur eksplorasi

PT Pertamina Hulu Energi (PHE), sebagai Subholding Upstream, berhasil mendapatkan lelang penawaran langsung Wilayah Kerja (WK) Bunga dan Wilayah Kerja Peri Mahakam. (Dok. PHE)
PT Pertamina Hulu Energi (PHE), sebagai Subholding Upstream, berhasil mendapatkan lelang penawaran langsung Wilayah Kerja (WK) Bunga dan Wilayah Kerja Peri Mahakam. (Dok. PHE)

Hingga Juni 2026, perusahaan telah menyelesaikan pengeboran sembilan sumur eksplorasi, survei seismik 2D sepanjang 189 kilometer (km), dan survei seismik 3D seluas 2.848 kilometer persegi.

Aktivitas tersebut menghasilkan penemuan sumber daya kontingen (2C) sebesar 108 juta barel setara minyak (MMBOE) serta penambahan cadangan terbukti (P1) sebesar 24,9 MMBOE.

“Kami terus menjaga keseimbangan antara optimalisasi produksi dari aset eksisting dan pengembangan potensi sumber daya baru agar dapat memberikan kontribusi yang optimal terhadap ketahanan energi nasional," ujar Hermansyah.

3. Aset hulu migas terus dioptimalkan

ilustrasi karyawan Pertamina Hulu Energi (instagram.com/phe.pertamina)
ilustrasi karyawan Pertamina Hulu Energi (instagram.com/phe.pertamina)

Dia menambahkan, PHE akan terus mengoptimalkan pengelolaan aset hulu migas melalui percepatan eksekusi program pengeboran, penerapan teknologi, serta peningkatan efisiensi operasi agar dapat memberikan nilai tambah yang berkelanjutan bagi perusahaan dan negara.

“Kami optimistis dapat mempertahankan kinerja positif melalui eksekusi program yang disiplin, pengelolaan risiko yang baik, serta kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung pencapaian target produksi migas nasional," tutur Hermansyah.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More