Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ancaman Bom Trump Hantui Pasar, Rupiah Keok Pagi Ini
ilustrasi rupiah melemah (IDN TImes/Aditya Pratama)
  • Rupiah dibuka melemah ke level Rp17.076 per dolar AS akibat kekhawatiran pasar terhadap ancaman pengeboman Iran oleh Presiden AS Donald Trump.
  • Kekuatan dolar AS didorong data ekonomi positif, termasuk penambahan 178 ribu lapangan kerja dan turunnya tingkat pengangguran menjadi 4,3 persen pada Maret.
  • Analis memperkirakan rupiah bergerak fluktuatif di kisaran Rp17.000–Rp17.100 per dolar AS dengan potensi ditutup melemah pada akhir perdagangan hari Selasa.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Nilai tukar atau kurs rupiah terpantau mengawali perdagangan Selasa (7/4/2026) dengan pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Rupiah dibuka di posisi Rp17.048 per dolar AS.

Berdasarkan data Bloomberg hingga pukul 09.04 WIB, rupiah sudah bertengger di level Rp17.076 per dolar AS, melemah sebesar 41,00 poin atau 0,24 persen dibandingkan posisi penutupan sebelumnya yang berada di level Rp17.035 per dolar AS.

1. Investor pilih cari aman

Pengamat pasar uang Lukman Leong menjelaskan rupiah diperkirakan akan terus melemah terhadap dolar AS sepanjang hari ini, dipicu oleh kekhawatiran pelaku pasar akan eskalasi atau peningkatan skala perang di Timur Tengah.

Kekhawatiran tersebut memuncak setelah Presiden AS Donald Trump kembali mengulangi ancamannya, di mana pihak Amerika Serikat akan melakukan pengeboman terhadap pembangkit listrik serta jembatan di Iran pada Selasa ini.

"Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS oleh kekhawatiran eskalasi perang Timteng setelah Trump kembali mengulangi bahwa AS akan mengebom pembangkit listrik dan jembatan Iran pada hari Selasa," kata Lukman.

2. Ekonomi AS lagi bersemangat

Keperkasaan dolar AS juga didukung kondisi ekonomi domestik AS yang sedang tangguh. Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi menyoroti laporan Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) yang menunjukkan adanya penambahan 178 ribu lapangan kerja pada Maret.

Angka tersebut melonjak jauh di atas perkiraan pasar yang hanya memprediksi kenaikan 60 ribu, menyusul penurunan 133 ribu pada periode sebelumnya, direvisi dari minus 92 ribu.

"Sementara itu, tingkat pengangguran sedikit menurun menjadi 4,3 persen pada Maret dari 4,4 persen pada Februari, lebih baik dari perkiraan," ujar dia.

3. Proyeks gerak rupiah pada Selasa

Melihat dinamika pasar terkini, Lukman memperkirakan rupiah hari ini akan bergerak pada rentang harga Rp17.000 hingga Rp17.100 per dolar AS.

Senada dengan itu, Ibrahim memproyeksikan meskipun pergerakannya akan naik-turun atau fluktuatif, rupiah berisiko ditutup melemah pada akhir perdagangan hari ini di rentang sensitif antara Rp17.030 hingga Rp17.080 per dolar AS.

Editorial Team