Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Anggota DPR Ungkap 4 Sumber Pertumbuhan Ekonomi Kejar Target 8 Persen
Anggota Komisi XI DPR RI Kamrussamad. (IDN Times/Triyan)
  • Kamrussamad menilai ekonomi Indonesia tumbuh 5,29 persen pada kuartal II-2026 dan sekitar 5,4 persen sepanjang semester I, mencerminkan mulai terasa dampak program prioritas nasional.
  • Untuk mengejar target pertumbuhan 8 persen pada 2029, pemerintah diminta mengoptimalkan APBN, PMA, investasi domestik, serta kontribusi Danantara melalui konsolidasi BUMN.
  • DPR meminta perhitungan kontribusi Danantara segera disampaikan, sambil menekankan perbaikan koordinasi, komunikasi kebijakan, dan kesinambungan kebijakan demi kepastian investasi, lapangan kerja, serta dunia usaha.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
kuartal II-2026

Ekonomi Indonesia tumbuh 5,29 persen dan dinilai mulai merasakan dampak kebijakan serta program prioritas nasional.

semester I-2026

Ekonomi Indonesia tumbuh sekitar 5,4 persen secara kumulatif.

14 Agustus 2026

Kamrussamad menyatakan pemerintah perlu mengoptimalkan dorongan APBN, PMA, investasi dalam negeri, dan kontribusi Danantara untuk mengejar pertumbuhan ekonomi 8 persen. Ia juga meminta perhitungan kontribusi Danantara, perbaikan koordinasi, komunikasi kebijakan, dan kesinambungan kebijakan.

2029

Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi 8 persen sebagaimana ditetapkan dalam RPJMN.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Kamrussamad menyebut empat sumber pertumbuhan ekonomi yang perlu diperkuat untuk mengejar target pertumbuhan 8 persen pada 2029: dorongan APBN, PMA, investasi dalam negeri, dan konsolidasi BUMN oleh Danantara.
  • Who?
    Anggota Komisi XI DPR RI Kamrussamad, pemerintah, Danantara Investment Management, kementerian koordinator, kementerian teknis, serta pelaku usaha menjadi pihak yang disebut.
  • Where?
    Pernyataan Kamrussamad disampaikan di Gedung DPR, Jakarta.
  • When?
    Kamrussamad menyampaikan penilaian tersebut pada Jumat, 14 Agustus 2026, setelah pertumbuhan ekonomi kuartal II-2026 tercatat 5,29 persen.
  • Why?
    Target pertumbuhan ekonomi 8 persen pada 2029 dinilai tidak mudah dicapai. Pemerintah diminta memperkuat sumber pertumbuhan, koordinasi lintas sektor, komunikasi kebijakan, dan kesinambungan kebijakan.
  • How?
    DPR meminta DIM segera mengajukan perhitungan kontribusi Danantara. Pemerintah juga didorong memastikan program berjalan tepat sasaran, tepat waktu, dan tepat manfaat serta menjaga kepastian investasi dan ekspansi usaha.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Ekonomi Indonesia tumbuh 5,29 persen pada tiga bulan kedua tahun 2026. Pak Kamrussamad dari DPR bilang pemerintah masih harus bekerja keras agar bisa mencapai 8 persen pada 2029. Ia menyebut uang negara, investasi dari luar dan dalam negeri, serta Danantara. DPR masih menunggu hitungan bantuan Danantara. Pemerintah juga diminta bekerja sama dan bicara lebih jelas.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Pertumbuhan ekonomi 5,29 persen pada kuartal II-2026 memberi indikasi bahwa program prioritas nasional mulai berdampak. Dengan empat sumber pertumbuhan yang telah dipetakan—APBN, PMA, investasi domestik, dan konsolidasi BUMN—serta perhatian pada koordinasi dan komunikasi, pemerintah memiliki kerangka kerja yang lebih terarah untuk menjaga kepastian dan manfaat program bagi masyarakat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Anggota Komisi XI DPR RI, Kamrussamad, menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,29 persen pada kuartal II-2026 mulai menunjukkan dampak dari kebijakan dan program prioritas nasional. Dengan capaian tersebut, ekonomi Indonesia tumbuh sekitar 5,4 persen secara kumulatif pada semester I-2026.

Namun, Kamrussamad mengingatkan pemerintah masih menghadapi tantangan besar untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 8 persen pada 2029 yang telah ditetapkan dalam RPJMN.

“Artinya, di kuartal kedua ini ternyata mulai terasa arah kebijakan program prioritas nasional kita, dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi,” kata Kamrussamad saat ditemui di Gedung DPR, Jumat (14/8/2026).

Menurut dia, target pertumbuhan ekonomi 8 persen bukan angka yang mudah dicapai. Karena itu, pemerintah perlu mengoptimalkan sejumlah sumber pertumbuhan ekonomi.

Kamrussamad menyebut setidaknya ada empat sumber yang perlu diperkuat, yakni dorongan APBN, penanaman modal asing (PMA), investasi dalam negeri, serta kontribusi Danantara melalui konsolidasi badan usaha milik negara (BUMN).

“Untuk mencapai 8 persen kita sedang menghitung empat sumber. Pertama, dorongan APBN, kedua investasi luar negeri atau PMA, kemudian investasi dalam negeri, lalu konsolidasi yang sudah dilakukan oleh Danantara sebagai SOE,” ujar dia.

Kamrussamad menilai kontribusi Danantara terhadap pertumbuhan ekonomi nasional masih perlu diperjelas. Menurut dia, DPR belum memperoleh perhitungan pemerintah tentang kontribusi Danantara terhadap pertumbuhan ekonomi.

“Ini yang kami belum dapatkan hitungannya di DPR dari pemerintah, khususnya dari Danantara. Kita minta DIM (Danantara Investment Management) untuk segera mengajukan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi sebagai SOE. Ini yang kita tunggu,” kata dia.

Selain memperkuat sumber pertumbuhan, Kamrussamad meminta pemerintah memperbaiki koordinasi lintas sektor, terutama antara kementerian koordinator dan kementerian teknis.

Menurut dia, koordinasi yang baik dibutuhkan agar implementasi program pemerintah dapat berjalan tepat sasaran, tepat waktu, dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.

“Implementasinya masih harus terus diperbaiki supaya capaian pelaksanaan program itu bisa benar-benar tepat sasaran, tepat waktu, dan tepat manfaat buat masyarakat,” kata dia.

Kamrussamad juga menyoroti pentingnya komunikasi pemerintah untuk menjaga kepercayaan pasar dan masyarakat.

Menurut dia, komunikasi kebijakan yang jelas dan konsisten dapat mengurangi ketidakpastian dalam perekonomian.

“Komunikasi pemerintah harus terus ditingkatkan supaya uncertainty di pasar dan masyarakat bisa kita kurangi,” ujar Kamrussamad.

Selain itu, kata dia, pemerintah perlu menjaga kesinambungan kebijakan agar dunia usaha memiliki kepastian dalam mengambil keputusan investasi dan ekspansi.

Kamrussamad mengatakan, arah kebijakan pemerintah harus mampu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan penguatan dunia usaha.

“Jadi tiga komitmen ini harus berjalan secara seimbang dan selaras,” ucap dia.

Curated For You

Editorial Team

Related Article