Rupiah Menguat Pagi Ini, Investor Antisipasi Pidato RAPBN Prabowo

- Rupiah menguat 10 poin atau 0,06 persen ke Rp17.867 per dolar AS pada awal perdagangan Jumat pagi.
- Koreksi dolar AS setelah data inflasi dan pekerjaan AS lebih lemah dari perkiraan menopang peluang penguatan rupiah terbatas.
- Investor mencermati situasi Timur Tengah dan mengantisipasi pidato RAPBN Presiden Prabowo Subianto, dengan proyeksi rupiah di kisaran Rp17.800-Rp17.900.
Jakarta, IDN Times - Nilai tukar atau kurs rupiah tercatat mengalami penguatan tipis terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dalam mengawali perdagangan Jumat (14/8/2026) pagi.
Berdasarkan data Bloomberg hingga pukul 09.03 WIB, mata uang Garuda terpantau menguat sebesar 10 poin atau 0,06 persen ke level Rp17.867 per dolar AS dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di level Rp17.877 per dolar AS.
1. Data inflasi dan pekerjaan AS melemah tekan posisi dolar
Pengamat pasar uang Lukman Leong menyatakan rupiah diperkirakan bergerak berkonsolidasi alias bergerak stabil dalam rentang yang sempit dengan potensi menguat secara terbatas terhadap mata uang Negeri Paman Sam.
Menurutnya, peluang penguatan rupiah tersebut ditopang oleh koreksi pada dolar AS setelah rilis data inflasi dan data pekerjaan di AS tercatat lebih lemah dari perkiraan pasar.
"Rupiah diperkirakan berkonsolidasi dengan potensi menguat terbatas terhadap dolar yg terkoreksi setelah data inflasi dan pekerjaan AS yg lebih lemah," kata Lukman.
2. Isu Timur Tengah buat investor ambil sikap wait and see
Di sisi eksternal, Lukman mengungkapkan para pelaku pasar atau investor saat ini masih cenderung bersikap wait and see alias memantau situasi secara berhati-hati.
Langkah tersebut diambil guna mencermati dinamika ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang hingga kini masih memberikan gambaran kondisi yang beragam.
"Investor masih cenderung wait and see mencermati perkembangan geopolitik di Timur Tengah yang memberikan gambaran beragam," paparnya.
3. Investor nantikan pidato RAPBN Prabowo
Sementara dari faktor internal dalam negeri, Lukman menuturkan para investor tengah mengantisipasi agenda penyampaian pidato Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) yang akan disampaikan Presiden Prabowo Subianto sore ini.
"Dari domestik, investor mengantisipasi pidato RAPBN oleh Prabowo sore ini," kata Lukman.
Mengenai perkiraan nilai tukar sepanjang perdagangan hari ini, dia memproyeksikan pergerakan mata uang rupiah akan berada pada rentang harian di kisaran Rp17.800 hingga Rp17.900 per dolar AS.










![[QUIZ] Cari Tahu di Umur Berapa Kamu akan Mencapai Financial Freedom](https://image.idntimes.com/post/20250809/pexels-pavel-danilyuk-7654621_fcdf0e58-11fe-4e36-b4ca-ee76f6e09991.jpg)






