ilustrasi uang Rupiah. (IDN Times/Umi Kalsum)
Menurut Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi, pelemahan rupiah terjadi karena pemerintah merevisi pertumbuhan ekonomi menjadi 3,7 persen sampai 4,5 persen sepanjang tahun ini. Angka tersebut turun dari proyeksi sebelumnya yang sebesar 4,5 persen-5,3 persen.
Penetapan proyeksi ekonomi tersebut seiring Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa-Bali.
“Revisi pertumbuhan ekonomi tersebut mengacu pada pertumbuhan ekonomi di Kuartal Pertama 2021 terkontraksi 0,7 persen dan Kuartal Kedua 2021 yang diprediksi sebesar 7-8 persen,” ujarnya.