Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Menkeu Sudah Gelontorkan Rp8 Triliun untuk Jaga Pasar Obligasi

Menkeu Sudah Gelontorkan Rp8 Triliun untuk Jaga Pasar Obligasi
Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa di Komplek DPR RI, Senayan, Jakarta pada Kamis (4/6/2026). (IDN Times/Triyan)
Intinya Sih
  • Kementerian Keuangan melalui Bond Stabilization Fund telah menggelontorkan lebih dari Rp8 triliun untuk intervensi di pasar Surat Berharga Negara (SBN).
  • Langkah intervensi ini dilakukan guna meredam gejolak akibat ketidakpastian global dan menjaga stabilitas aset keuangan domestik.
  • Dampak positif terlihat dari yield SBN tenor 10 tahun yang tetap stabil dan cenderung turun, membantu efisiensi pembiayaan APBN.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Jakarta, IDN Times – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa Kementerian Keuangan melalui Bond Stabilization Fund (BSF) telah menggelontorkan dana lebih dari Rp 8 triliun untuk melakukan intervensi di pasar Surat Berharga Negara (SBN).

Menurut Purbaya, langkah tersebut dilakukan untuk meredam gejolak yang berpotensi muncul di pasar SBN seiring meningkatnya ketidakpastian global dan tekanan terhadap aset keuangan domestik.

Mungkin Rp 8 triliun lebih yang di obligasi ya. Sebenarnya enggak boleh diomongin, tapi enggak apa-apa biar Anda tahu saya intervensi sedikit," ujar Purbaya kepada awak media saat ditemui di Gedung Parlemen, Kamis (4/6/2026).

Purbaya menilai intervensi tersebut telah memberikan dampak positif terhadap pasar obligasi pemerintah. Hal itu tercermin dari pergerakan imbal hasil (yield) SBN tenor 10 tahun yang masih terjaga stabil dan bahkan menunjukkan tren penurunan.

"Yield yang 10 tahun masih relatif stabil, cenderung turun. Jadi dampaknya ada ke surat utang kita,"katanya.

Asal tahu saja, stabilitas yield SBN menjadi perhatian penting pemerintah karena kenaikan imbal hasil dapat meningkatkan biaya utang negara sekaligus menekan harga obligasi di pasar sekunder.

Pemerintah berharap kondisi pasar SBN tetap kondusif sehingga kebutuhan pembiayaan APBN dapat dipenuhi dengan biaya yang efisien, meskipun pasar keuangan global masih dibayangi ketidakpastian yang tinggi.

Menurut dia, langkah tersebut turut membantu menjaga stabilitas pasar surat utang negara. Di tengah tekanan terhadap rupiah, imbal hasil (yield) Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun masih relatif terkendali dan bahkan menunjukkan tren penurunan.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar

Related Articles

See More