Didepak FTSE Russell, GoTo Tegaskan Fundamental dan Kinerja Tetap Kuat

- GoTo menegaskan penghapusan sahamnya dari indeks FTSE Russell hanya bersifat teknis akibat reklasifikasi papan pencatatan BEI, bukan karena melemahnya kinerja atau fundamental perusahaan.
- Manajemen GoTo menjelaskan tanggapan MSCI terkait likuiditas perdagangan di BEI disebabkan aturan batas harga saham, sehingga tidak mencerminkan kondisi bisnis maupun performa keuangan perseroan.
- GoTo tetap menunjukkan kinerja positif dengan laba bersih kuartalan pertama Rp171 miliar dan pertumbuhan pendapatan 26 persen, serta mempertahankan panduan EBITDA grup hingga Rp3,4 triliun pada 2026.
Jakarta, IDN Times – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) merespons keputusan FTSE Russell yang mengeluarkan saham perseroan dari FTSE Global Equity Index Series (GEIS). Manajemen menegaskan perubahan tersebut merupakan penyesuaian teknis dan tidak mencerminkan kondisi fundamental maupun kinerja bisnis perusahaan.
Head of Investor Relations GoTo, Joel Ellis mengatakan, pihaknya mencermati pengumuman terbaru dari Bursa Efek Indonesia (BEI), FTSE Russell, dan MSCI terkait penyesuaian klasifikasi papan pencatatan serta perlakuan indeks terhadap saham GOTO.
1. GoTo sebut penghapusan dari FTSE bersifat teknis

Menurut Joel, keluarnya saham GoTo dari indeks FTSE berkaitan dengan reklasifikasi papan pencatatan oleh BEI. GoTo dipindahkan dari Papan Ekonomi Baru ke Papan Pengembangan karena tidak memenuhi salah satu syarat pertumbuhan rata-rata tahunan pendapatan bersih atau compound annual growth rate (CAGR) minimal 20 persen dalam tiga tahun.
"Perkembangan tersebut merupakan penyesuaian teknis-administratif yang didasarkan pada kriteria kuantitatif indeks terkait dan tidak mencerminkan kinerja bisnis Perseroan," kata Joel dalam pernyataan resmi yang diterima IDN Times, Kamis (4/6/2026).
Dia menjelaskan kondisi tersebut dipengaruhi oleh dekonsolidasi Tokopedia pada awal 2024. Sementara itu, FTSE Global Equity Index Series saat ini belum mengakui Papan Pengembangan sehingga saham GoTo harus dikeluarkan dari indeks tersebut.
2. Tanggapi MSCI, GoTo nilai tidak terkait fundamental bisnis

Selain FTSE Russell, GoTo juga menanggapi pengumuman MSCI yang menyoroti kendala likuiditas perdagangan saham di BEI.
Menurut Joel, faktor yang menjadi perhatian MSCI berasal dari aturan batas minimum harga saham yang dapat diperdagangkan di BEI, bukan karena kondisi bisnis perusahaan.
"Adapun pengumuman MSCI berkaitan dengan kendala likuiditas perdagangan yang timbul akibat batas minimum harga saham yang dapat diperdagangkan di BEI, sehingga tidak mencerminkan fundamental bisnis Perseroan," ujarnya.
3. GoTo tetap catat laba dan pertumbuhan pendapatan

Manajemen menegaskan perubahan status indeks tersebut tidak berdampak pada operasional maupun strategi bisnis perusahaan.
"Tidak ada satu pun dari perubahan tersebut yang berdampak pada aktivitas operasional, maupun strategi Perseroan. Secara operasional, GoTo terus mencatatkan kinerja yang kuat," kata Joel.
Pada kuartal - 2026, GoTo mencatat laba bersih kuartalan pertama dalam sejarah sebesar Rp171 miliar. Capaian tersebut ditopang pertumbuhan pendapatan bersih sebesar 26 persen secara tahunan menjadi Rp5,3 triliun.
Selain itu, perseroan juga mempertahankan panduan EBITDA grup yang disesuaikan sepanjang 2026 sebesar Rp3,2 triliun hingga Rp3,4 triliun atau meningkat sekitar 60 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
"Fundamental bisnis GoTo kuat dan Perseroan tetap fokus pada pertumbuhan yang disiplin dan menguntungkan, serta menciptakan nilai bagi seluruh pelanggan dan pemegang saham," tutur Joel.



![[QUIZ] Tebak Nama Mata Uang Asia Tenggara, Yakin Bisa?](https://image.idntimes.com/post/20241117/18879-68854c3f6876b62c6c0e179f8d1fe608.jpg)










![[QUIZ] Cari Tahu di Umur Berapa Kamu akan Mencapai Financial Freedom](https://image.idntimes.com/post/20250809/pexels-pavel-danilyuk-7654621_fcdf0e58-11fe-4e36-b4ca-ee76f6e09991.jpg)



