Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Pamer Panen Investasi dari Prancis, RI Ternyata Malah Borong Pesawat

Pamer Panen Investasi dari Prancis, RI Ternyata Malah Borong Pesawat
Presiden Prabowo Subianto melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Prancis, Emmanuel Macron di Istana Élysée, Prancis, Kamis (28/5/2026) (dok. Sekretariat Presiden)
Intinya Sih
  • Kunjungan Presiden Prabowo ke Prancis menghasilkan empat kesepakatan komersial senilai 3,5 miliar dolar AS, difokuskan pada sektor energi, perdagangan, dan pertahanan melalui France-Indonesia High Level Business Council.
  • Indonesia membeli 42 unit jet tempur Rafale dari Prancis sebagai bagian kerja sama pertahanan, sementara Macron menyoroti pentingnya penguatan perdagangan bilateral dan investasi lintas sektor.
  • Prancis menyambut terbukanya pasar Indonesia untuk produk pangan mereka serta memperkuat kolaborasi di bidang budaya, kreatif, teknologi, dan pendidikan menjelang Tahun Inovasi Prancis-Indonesia 2026.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Jakarta, IDN Times - Kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke Prancis akhir Mei lalu diklaim memperoleh empat kesepakatan komersial baru senilai 3,5 miliar dolar Amerika Serikat (AS). Kesepakatan itu diperoleh lewat France-Indonesia High Level Business Council yang diluncurkan bersamaan dengan kunjungan Prabowo ke Prancis.

Kesepakatan tersebut difokuskan pada sektor ketahanan energi, perdagangan, serta kerja sama pertahanan. Dalam pidatonya, Presiden Prancis, Emmanuel Macron menjelaskan perihal kesepakatan yang terjadi di bidang pertahanan antara Prancis dan Indonesia.

Alih-alih investasi dari Prancis, Macron justru menyoroti pembelian pesawat jet tempur Rafale oleh Indonesia. Kesepakatan pembelian Rafale sudah terjadi sejak Prabowo bahkan masih menjadi Menteri Pertahanan sebanyak 42 unit dan baru dikirimkan sebagian ke Indonesia tahun ini.

"Indonesia dan Prancis dipersatukan oleh kemitraan istimewa yang secara konkret memungkinkan kami memperkuat kedaulatan masing-masing, serta maju dalam bidang teknologi dan industri yang paling mutakhir. Pengiriman pesawat tempur Rafale pertama yang dibeli Indonesia dalam beberapa bulan terakhir adalah bukti nyata hal ini," ujar Macron.

Pada 28 Mei 2025, Menteri Angkatan Bersenjata Prancis, Sébastien Lecornu meneken Letter of Intent (LOI) dengan Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin di Istana Kepresidenan. Di dalam akun media sosialnya, Lecornu mengumumkan keinginan Indonesia soal penambahan pembelian jet tempur Rafale. Indonesia sebelumnya sudah memesan 42 unit jet tempur Rafale. 

1. Bagaimana dengan sektor lainnya?

  Presiden Prabowo Subianto melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Prancis, Emmanuel Macron di Istana Élysée, Prancis, Kamis (28/5/20
Presiden Prabowo Subianto melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Prancis, Emmanuel Macron di Istana Élysée, Prancis, Kamis (28/5/2026) (dok. Sekretariat Presiden)

Terkait sektor lainnya, Macron hanya menyampaikan secara umum, yakni di bidang ekonomi. Menurut dia, Prancis-Indonesia akan memperkuat perdagangan bilateral dan investasi silang.

Terkait hal tersebut, Macron berharap agar perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif antara Uni Eropa dan Indonesia segera berlaku. Menurut dia, untuk memaksimalkan potensinya, penting agar perjanjian tersebut diimplementasikan sepenuhnya, terutama terkait penghapusan hambatan perdagangan dan investasi.

"Kami ingin meluncurkan proyek-proyek besar di bidang transportasi, kesehatan, transisi energi, pertanian, dan seterusnya," kata Macron.

Macron pun optimistis France-Indonesia High Level Business Council akan mendorong dengan kuat agar terjadinya kerja sama atau investasi di sektor-sektor tersebut.

"Saya juga sangat gembira karena hal ini memungkinkan kami untuk maju di banyak bidang. Lagi-lagi, dalam transisi energi, pertambangan, pertanian, masih banyak yang harus kami lakukan untuk memajukan dan mendiversifikasi kemitraan ini," tutur Macron.

"Saya juga memikirkan sektor inovasi dan kami ingin bersama-sama melakukan lebih banyak hal di sektor keuangan, kecerdasan buatan, komputasi kuantum, atau digital," sambungnya.

2. Terbukanya pasar Indonesia untuk sektor pangan Prancis

Ilustrasi peternakan unggas. (Dok. Freepik/tawatchai07)
Ilustrasi peternakan unggas. (Dok. Freepik/tawatchai07)

Selain itu, Macron juga mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Prabowo atas terbukanya pasar Indonesia untuk sektor pangan dari Prancis. Hal itu menurut Macron sejalan dengan upaya Prabowo yang ingin meningkatkan gizi rakyat Indonesia.

"Bapak Presiden, betapa bahagianya kami atas terbukanya pasar Indonesia untuk sektor perunggasan, susu, dan daging kami yang juga mendukung strategi ketahanan pangan Bapak, ambisi Bapak untuk meningkatkan gizi rakyat, serta kebijakan sosial besar yang telah Bapak luncurkan," kata dia.

3. Kemitraan di industri budaya dan kreatif

spot menyaksikan lampion Candi Borobudur
Candi Borobudur (unsplash.com/Mario La Pergola)

Macron juga menegaskan keinginannya untuk memperkuat kemitraan budaya untuk industri budaya dan kreatif.

Macron mengatakan, pihaknya telah meluncurkan strategi budaya bersama Indonesia pada Mei 2025 saat kunjungan kami ke Candi Borobudur. Strategi ini telah mengalami kemajuan penting dalam beberapa bulan terakhir, baik di bidang museum, buku, bioskop, maupun mode.

"Dalam rangka Tahun Inovasi Prancis-Indonesia 2026, kami juga sepakat untuk memperdalam dan menata lebih baik kerja sama ilmiah, teknologi, dan universitas kami," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, peluncuran France-Indonesia High Level Business Council menghasilkan empat kesepakatan komersial baru dengan nilai mencapai 3,5 miliar dolar AS. Kesepakatan tersebut difokuskan pada sektor ketahanan energi, perdagangan, serta kerja sama pertahanan.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani mengatakan meningkatnya minat pelaku usaha Prancis terhadap Indonesia tercermin dari kesepakatan yang tercapai.

“Kesepakatan yang tercapai menunjukkan bahwa Indonesia dipandang sebagai mitra strategis yang memiliki prospek pertumbuhan jangka panjang dan iklim investasi yang semakin kompetitif,” kata Rosan dalam keterangan tertulis Sekretariat Presiden, Jumat (29/5/2026).

Peluncuran dewan bisnis tersebut dilakukan pada 28 Mei 2026 di Paris, dan dihadiri oleh Presiden Indonesia Prabowo Subianto serta Presiden Prancis Emmanuel Macron dalam rangka kunjungan kenegaraan.

Adapun keberadaan dewan bisnis akan berperan dalam mengawal pelaksanaan berbagai nota kesepahaman dan komitmen investasi yang telah disepakati sebelumnya. Pada kunjungan Macron ke Indonesia Mei 2025, terdapat 27 MoU dengan total nilai lebih dari 11 miliar dolar AS.

"Yang tidak kalah penting adalah memastikan seluruh komitmen tersebut dapat direalisasikan. Oleh karena itu, forum ini akan menjadi sarana untuk mengidentifikasi hambatan, mempercepat penyelesaian berbagai kendala, dan memastikan investasi berjalan optimal,” ujarnya.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar

Related Articles

See More