Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Kesalahan Finansial di Usia 40 yang Harus Kamu Hindari

5 Kesalahan Finansial di Usia 40 yang Harus Kamu Hindari
ilustrasi gen z dan milennial (IDN Times/Aditya Pratama)
Intinya Sih
Gini Kak
  • Lima kesalahan finansial umum di usia 40 tahun, seperti lalai menabung pensiun, mengabaikan kesehatan dan asuransi, serta masih memiliki banyak cicilan menjelang masa pensiun.

  • Ditekankan pentingnya disiplin dalam memenuhi target dana pensiun, menjaga kesehatan sejak dini, dan memastikan perlindungan finansial melalui asuransi agar tidak terbebani biaya besar di masa depan.

  • Selain itu, perencanaan warisan dan dana darurat juga menjadi fokus utama agar stabilitas keuangan tetap terjaga saat memasuki usia matang dan menghadapi kebutuhan mendesak.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Buat kamu para generasi Milenial dan Z yang belum menginjak usia 40 tahun, sebaiknya mencermati beberapa kesalahan yang bisa membuatmu menyesal saat menginjak kepala 4.

Seperti dikutip dari artikel di situs web Bank Mandiri, lalai mencatat pengeluaran dan berujung boros sering terjadi di berbagai kelompok usia, tak terkecuali kelompok usia 40 tahun. Itu merupakan usia yang krusial untuk merencanakan masa pensiun. Namun, tidak jarang juga orang yang fokusnya bergeser karena kesalahan dalam mengelola keuangan.

Apa saja kira-kira kesalahan mengatur finansial yang dilakukan oleh kelompok usia 40 tahun?

Table of Content

1. Tidak memprioritaskan tabungan pensiun

1. Tidak memprioritaskan tabungan pensiun

Ilustrasi uang (IDN Times/Mardya Shakti)
Ilustrasi uang (IDN Times/Mardya Shakti)

Masa pensiun semakin dekat seiring bertambahnya usia. Sebiasa mungkin ketika memasuki usia 40 tahun, target dana pensiun sudah terpenuhi. Jika belum, yang perlu kita lakukan adalah berusaha untuk memenuhinya sebelum target pensiun tiba.

Memang ada saja dorongan untuk memenuhi semua keinginan sebelum karir berakhir. Hal itu mengakibatkan kamu lupa akan dana pensiun yang harus dipenuhi. Untuk menghindari itu, selalu disiplin untuk memenuhi pos-pos yang sudah diatur sebelumnya.

2. Mengabaikan kesehatan dan asuransi

ilustrasi asuransi (IDN Times/Aditya Pratama)
ilustrasi asuransi (IDN Times/Aditya Pratama)

Menjaga kesehatan amat penting sebelum memasuki usia senja. Jadi, menjaga kesehatan dengan rutin berolahraga dan pola makan yang baik itu penting. Jika kamu masih sering mengabaikan kesehatan apalagi sampai belum memiliki asuransi kesehatan, itu dapat menjadi bumerang untuk dirimu sendiri.

Mengabaikan kesehatan tidak hanya berdampak buruk pada tubuh tetapi juga pada kondisi finansial. Sebab, apabila kamu sakit membutuhkan biaya berobat yang tidak sedikit. Jadi, yang perlu kamu siapkan mulai dari sekarang adalah menjaga kesehatan dan menyiapkan asuransi kesehatan untuk mengurangi beban finansial saat sakit.

3. Masih banyak cicilan

Ilustrasi Utang (IDN Times/Mardya Shakti)
Ilustrasi Utang (IDN Times/Mardya Shakti)

Sebelum usia 40 tahun usahakan untuk melunasi semua utang agar kamu dapat fokus untuk mencapai target dana pensiun. Tetapi, pada kenyataannya sebagian orang masih memiliki banyak cicilan bahkan saat menjelang pensiun.

Demi menghindari hal tersebut, sebelum berutang kamu perlu merencanakannya terlebih dulu dengan menghitungnya di kalkulator pinjaman. Tentukan jumlah utang dan tenornya. Contoh, jika kamu berusia 35 tahun, usahakan untuk mengajukan tenor kurang dari 5 tahun sehingga saat usia 40 tahun utang kamu sudah lunas.

4. Tidak merencanakan warisan

Ilustrasi (IDN Times/Sukma Shakti)
Ilustrasi (IDN Times/Sukma Shakti)

Tidak merencanakan pembagian warisan dari awal dapat menjadi kendala untuk depannya. Merencanakan dari awal akan lebih menghemat tenaga dan waktu dibandingkan jika kamu mengurusnya setelah pensiun.

Merencanakan pembagian warisan lebih awal juga akan memudahkan kamu dalam bekerja sama dengan tim legal tertentu.

5. Mengabaikan dana darurat

(IDN Times/Aditya Pratama)
(IDN Times/Aditya Pratama)

Kesalahan selanjutnya adalah tidak menabung dana darurat. Sekarang kamu membuat rekening secara online khusus untuk dana darurat dengan Livin by Mandiri. Dana darurat sendiri sebaiknya kamu mulai saat pertama kali bekerja. Penuhi hingga mencapai jumlah ideal sesuai status dan kebutuhan kamu. Kamu dapat berhenti mengisi dana darurat jika dirasa jumlahnya sudah cukup ideal.

Gunakan dana darurat saat terdapat kebutuhan mendesak, misalnya servis laptop, renovasi rumah, dan biaya mendesak lainnya. Jangan lupa untuk mengisi dana darurat kembali setelah menggunakannya. Penuhi lagi sampai jumlahnya memenuhi jumlah ideal.

FAQ seputar Kesalahan Finansial di Usia 40 yang Harus Kamu Hindari

Apa kesalahan finansial yang sering terjadi di usia 40 tahun?

Seperti tidak menyiapkan dana pensiun, masih memiliki banyak utang, serta tidak memiliki dana darurat yang cukup untuk kebutuhan mendesak.

Kenapa dana pensiun penting diprioritaskan di usia 40?

Karena waktu menuju pensiun semakin dekat, sehingga perlu memastikan dana cukup agar tetap aman secara finansial di masa tua.

Apa dampak tidak memiliki asuransi kesehatan di usia 40?

Bisa menimbulkan beban finansial besar karena biaya pengobatan tinggi jika terjadi masalah kesehatan di kemudian hari.

Kenapa masih punya banyak cicilan berbahaya di usia 40?

Karena mengurangi kemampuan menabung dan mempersiapkan pensiun, sehingga kondisi finansial jadi tidak stabil ke depannya.

Apa pentingnya dana darurat di usia 40 tahun?

Dana darurat membantu menghadapi kebutuhan mendesak tanpa mengganggu keuangan utama atau harus berutang saat kondisi darurat.

Share
Topics
Editorial Team
Trio Hamdani
EditorTrio Hamdani
Follow Us

Latest in Business

See More