Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

9 Biaya Tersembunyi setelah Beli Rumah, Jarang Diperhitungkan

9 Biaya Tersembunyi setelah Beli Rumah, Jarang Diperhitungkan
ilustrasi rumah (pexels.com/Kindel Media)
Intinya Sih
  • Banyak pembeli rumah hanya fokus pada harga dan cicilan, padahal ada berbagai biaya tambahan seperti pajak, notaris, hingga administrasi KPR yang bisa membebani keuangan.
  • Biaya tersembunyi mencakup booking fee, uang muka besar, pengecekan sertifikat, balik nama, serta asuransi wajib yang sering kali tidak diperhitungkan sejak awal.
  • Setelah rumah ditempati, pengeluaran masih berlanjut untuk renovasi ringan dan pembelian furnitur agar hunian nyaman, sehingga perencanaan anggaran menyeluruh sangat penting.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Membeli rumah sering dianggap sebagai pencapaian finansial terbesar dalam hidup. Banyak orang hanya fokus pada harga rumah, uang muka, atau cicilan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) setiap bulan. Padahal, setelah proses pembelian selesai, masih ada berbagai pengeluaran lain yang sering luput dari perhitungan.

Biaya-biaya tambahan ini bisa muncul sejak proses transaksi hingga rumah mulai ditempati. Jika tidak direncanakan dengan baik, pengeluaran tersebut bisa membuat kondisi keuangan menjadi lebih berat. Karena itu, penting untuk memahami berbagai biaya tersembunyi setelah beli rumah agar kamu bisa menyiapkan anggaran sejak awal.

1. Biaya nomor unit pemesanan biasanya dibayar sebelum transaksi

ilustrasi kunci rumah
ilustrasi kunci rumah (freepik.com/freepik)

Biaya nomor unit pemesanan atau booking fee biasanya menjadi pengeluaran pertama ketika kamu memutuskan membeli rumah dari developer. Dana ini dibayarkan untuk mengamankan unit rumah yang kamu pilih agar tidak dibeli oleh calon pembeli lain. Besaran biaya ini berbeda-beda, tergantung kebijakan pengembang serta lokasi perumahan yang kamu incar.

Hal yang perlu diperhatikan, biaya pemesanan unit umumnya tidak dapat dikembalikan jika kamu membatalkan pembelian rumah. Developer biasanya menganggap biaya ini sebagai tanda keseriusan calon pembeli dalam proses transaksi. Oleh karena itu, kamu sebaiknya sudah yakin dengan pilihan rumah sebelum membayar biaya pemesanan tersebut.

2. Uang muka rumah menjadi biaya awal yang cukup besar

ilustrasi uang
ilustrasi uang (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

Selain biaya pemesanan unit, kamu juga harus menyiapkan uang muka atau down payment (DP). Pembayaran DP biasanya dilakukan jika kamu membeli rumah dengan sistem kredit melalui bank atau pengembang. Besaran DP bervariasi, tetapi umumnya berkisar antara 10 hingga 30 persen dari harga rumah.

Jika harga rumah cukup tinggi, nominal DP tentu akan terasa besar. Sebagai contoh, rumah dengan harga Rp500 juta dan DP 20 persen berarti kamu harus menyiapkan sekitar Rp100 juta di awal. Karena itu, penting untuk merencanakan tabungan khusus agar pembayaran uang muka tidak mengganggu kondisi keuanganmu.

3. Biaya pengecekan sertifikat tanah perlu diperhitungkan

ilustrasi memeriksa dokumen
ilustrasi memeriksa dokumen (freepik.com/freepik)

Sertifikat tanah merupakan dokumen penting yang menjadi bukti kepemilikan properti. Sebelum transaksi rumah benar-benar selesai, kamu perlu memastikan bahwa sertifikat tersebut sah dan tidak bermasalah secara hukum. Proses pengecekan ini biasanya dilakukan melalui kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) atau melalui layanan digital terkait.

Untuk melakukan pengecekan sertifikat, ada biaya administrasi yang harus dibayarkan. Nominalnya sekitar Rp50 ribu per sertifikat jika dilakukan secara langsung. Namun, biaya tersebut bisa lebih tinggi jika kamu menggunakan jasa notaris atau pihak ketiga untuk membantu proses pengecekan dokumen.

4. Pajak pembelian rumah sering membuat total biaya membengkak

ilustrasi pajak
ilustrasi pajak (freepik.com/freepik)

Saat membeli rumah, kamu juga diwajibkan membayar beberapa jenis pajak properti. Salah satu yang paling umum adalah Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). Pajak ini biasanya sebesar 5 persen dari nilai transaksi setelah dikurangi nilai tidak kena pajak.

Selain BPHTB, pembelian rumah baru dari developer juga biasanya dikenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Besaran PPN sekitar 11 persen dari harga jual rumah yang dibeli. Dengan adanya berbagai pajak tersebut, total biaya pembelian rumah bisa jauh lebih besar dari harga yang tertera pada brosur.

5. Biaya pembuatan akta jual beli wajib melalui notaris

ilustrasi dokumen
ilustrasi dokumen (freepik.com/pressfoto)

Akta Jual Beli (AJB) adalah dokumen resmi yang menandai perpindahan hak kepemilikan rumah dari penjual kepada pembeli. Dokumen ini harus dibuat oleh Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) atau notaris yang memiliki kewenangan hukum. Tanpa dokumen AJB, proses transaksi properti belum dianggap sah secara hukum.

Pembuatan AJB juga membutuhkan biaya tertentu yang biasanya sekitar 1 persen dari nilai transaksi rumah. Besarnya biaya ini dapat berbeda tergantung pada kesepakatan dengan notaris yang menangani proses tersebut. Karena itu, biaya pembuatan AJB perlu dimasukkan dalam perhitungan anggaran sejak awal.

6. Biaya administrasi kredit pemilikan rumah sering muncul

ilustrasi serah terima kunci rumah
ilustrasi serah terima kunci rumah (freepik.com/freepik)

Jika kamu membeli rumah menggunakan fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR), ada sejumlah biaya tambahan dari pihak bank. Biaya tersebut bisa berupa biaya provisi, biaya administrasi, hingga biaya appraisal atau penilaian properti. Setiap bank memiliki kebijakan berbeda terkait besaran biaya tersebut.

Selain biaya administrasi, kamu juga harus memperhitungkan bunga kredit selama masa tenor pinjaman. Semakin panjang tenor yang dipilih, total bunga yang harus dibayar biasanya juga semakin besar. Oleh karena itu, penting untuk memahami seluruh komponen biaya KPR sebelum memutuskan untuk mengambil pinjaman rumah.

7. Biaya balik nama sertifikat harus dilakukan setelah transaksi

ilustrasi serah terima kunci rumah
ilustrasi serah terima kunci rumah (freepik.com/freepik)

Setelah transaksi rumah selesai, sertifikat kepemilikan harus diubah atas nama pemilik baru. Proses ini dikenal sebagai balik nama sertifikat dan biasanya dilakukan melalui Badan Pertanahan Nasional. Proses tersebut penting agar status kepemilikan rumah benar-benar tercatat secara resmi.

Biaya balik nama biasanya berkisar sekitar 2 persen dari nilai transaksi rumah. Jika membeli rumah dari developer, proses ini sering kali sudah diurus oleh pihak pengembang. Namun, jika membeli rumah bekas secara langsung dari pemilik lama, kamu mungkin perlu mengurusnya sendiri melalui notaris atau PPAT.

8. Biaya asuransi rumah sering menjadi syarat tambahan

ilustrasi kunci rumah (pexels.com/Jakub Zerdzicki)
ilustrasi kunci rumah (pexels.com/Jakub Zerdzicki)

Dalam pembelian rumah melalui KPR, bank biasanya mewajibkan pemilik rumah memiliki asuransi. Jenis asuransi yang paling umum adalah asuransi kebakaran dan asuransi jiwa debitur. Asuransi ini berfungsi untuk melindungi pihak bank dan pemilik rumah dari berbagai risiko yang mungkin terjadi.

Biaya asuransi biasanya dibayarkan di awal atau digabungkan dalam skema kredit rumah. Walaupun terlihat sebagai biaya tambahan, perlindungan ini cukup penting untuk meminimalkan risiko finansial di masa depan. Karena itu, biaya asuransi tetap perlu dimasukkan dalam perhitungan total biaya kepemilikan rumah.

9. Biaya renovasi dan furnitur muncul setelah rumah ditempati

ilustrasi bangun rumah
ilustrasi bangun rumah (freepik.com/freepik)

Setelah rumah berhasil dibeli, pengeluaran biasanya belum berhenti sampai di situ. Banyak pemilik rumah baru harus melakukan renovasi ringan seperti memperbaiki dinding, memasang kanopi, atau menambah pagar rumah. Renovasi kecil ini sering muncul setelah rumah mulai ditempati.

Selain renovasi, rumah kosong juga membutuhkan furnitur dan peralatan rumah tangga. Tempat tidur, lemari, sofa, hingga peralatan dapur menjadi kebutuhan dasar agar rumah nyaman dihuni. Karena itu, biaya renovasi dan pengisian furnitur sering menjadi salah satu biaya tersembunyi setelah beli rumah yang cukup besar.

Membeli rumah memang menjadi pencapaian penting dalam hidup. Namun, memahami berbagai biaya tersembunyi setelah beli rumah sangat penting agar kondisi keuangan tetap stabil. Dengan perencanaan anggaran yang matang, kamu bisa menjalani proses memiliki rumah dengan lebih tenang dan aman.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Debby Utomo
EditorDebby Utomo
Follow Us

Latest in Business

See More