Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Apa Itu Green Business? Ini Pengertian, Manfaat, dan Strategi

Apa Itu Green Business? Ini Pengertian, Manfaat, dan Strategi
ilustrasi green business (unsplash.com/Felix Viray)
Intinya Sih
  • Green business adalah konsep bisnis yang menyeimbangkan keuntungan, kelestarian lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat melalui prinsip triple bottom line: planet, people, dan profit.
  • Strategi utama green business meliputi produk ramah lingkungan, pemasaran hijau, manajemen rantai pasok berkelanjutan, akuntansi lingkungan, serta edukasi konsumen untuk mendukung gaya hidup hijau.
  • Penerapan green business memberi manfaat seperti efisiensi biaya operasional, peningkatan reputasi perusahaan, loyalitas konsumen lebih tinggi, serta peluang inovasi dalam menciptakan solusi berkelanjutan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Isu perubahan iklim dan kerusakan lingkungan sedang hangat dibahas. Semakin banyak orang yang sadar pentingnya menjaga lingkungan. Bersamaan dengan hal tersebut, konsep green business atau bisnis hijau menjadi perhatian bagi pelaku usaha di berbagai sektor.

Kini, banyak perusahaan yang tidak hanya berfokus pada keuntungan finansial, tapi juga dampak apa yang bisa diberikan kepada lingkungan dan masyarakat. Lalu, apa yang dimaksud dengan green business? Simak pengertian, manfaat, serta berbagai strateginya di bawah ini!

Table of Content

1. Pengertian green business

1. Pengertian green business

ilustrasi perusahaan
ilustrasi perusahaan (pixabay.com/photogrammer7)

Green business atau bisnis hijau adalah konsep yang berfokus pada pencapaian keuntungan sekaligus menjaga keseimbangan lingkungan. Prinsip ini mengacu ada triple bottom line, yakni planet, people, dan profit. Menempatkan keberlanjutan sebagai poin penting selain keuntungan.

Di mana perusahaan yang menerapkan green business mampu menyeimbangkan antara keuntungan, lingkungan, dan masyarakat atau komunitas. Dengan kata lain, aktivitas bisnis dijalankan dengan mengolah bahan baku menjadi barang atau jasa tanpa mengorbankan kelestarian ekosistem lokal maupun global.

Sebuah perusahaan atau bisnis dapat dikategorikan telah menerapkan green business jika memenuhi beberapa kriteria dasar, seperti menjalankan prinsip sustainabilitas mengambil keputusan dan menawarkan produk yang ramah lingkungan. Perusahaan gak cuma peduli soal kompetitor, tetapi juga menunjukkan komitmen jangka panjang terhadap kelestarian lingkungan.

2. Strategi green business

ilustrasi produk ramah lingkungan
ilustrasi produk ramah lingkungan (pexels.com/Sarah Chai)

Agar berhasil dalam menjalankan konsep green business, perlu strategi yang terarah. Dengan begitu, prinsip keberlanjutan bisa dijalankan secara konsisten dan memberikan dampak nyata. Berikut lima strategi green business:

  • Green Product: Merancang produk atau jasa dengan mempertimbangkan aspek lingkungan. Di mana bahan baku yang digunakan aman dan tidak merusak lingkungan.
  • Green Marketing: Menggunakan strategi pemasaran yang memininalisir kerusakan lingkungan. Proses ini meliputi memproduksi, pengemasan yang ramah lingkungan, hingga promosi yang jujur.
  • Green Supply Chain Management: Mengintegrasikan konsep ramah lingkungan ke seluruh lini manajemen rantai pasokan. Mulai dari seleksi ketat bahan baku dari pemasok, metode manufaktur, hingga pengiriman produk yang efisiensi.
  • Green Accounting: Mengidentifikasi dan Mengukur biaya yang berkaitan dengan dampak lingkungan agar pengelolaan berjalan lebih efisien dan memaksimalkan perlindungan terhadap lingkungan.
  • Green Consumerism: Ikut serta dalam mengedukasi dan mendorong masyarakat agar beralih menggunakan produk ramah lingkungan.

3. Manfaat green business

ilustrasi perusahaan (pexels.com/Proxyclick Visitor Management System)
ilustrasi perusahaan (pexels.com/Proxyclick Visitor Management System)

Green business menjadi kunci bagi perusahaan untuk memenangkan hati konsumen di tengah masyarakat yang semakin sadar akan isu lingkungan. Selain itu, konsep ini juga membawa beragam keuntungan strategis, di antaranya:

  • Membantu meminimalkan pemborosan, seperti mengurangi konsumsi energi dan pengelolaan bahan baku sehingga menghemat biaya operasional.
  • Memperkuat reputasi dan citra di mata publik, investor, dan pemangku kepentingan.
  • Menumbuhkan niat beli atau loyalitas konsumen terhadap produk.
  • Membuka peluang kreativitas dalam menciptakan solusi-solusi baru.

4. Contoh penerapan green business di Indonesia

ilustrasi green business
ilustrasi green business (pexels.com/Artem Podrez)

Hingga kini, sudah ada beberapa perusahaan di Indonesia yang menerapkan konsep green business. Kalau kamu perhatikan, beberapa perusahaan bukan hanya mencari pekerja dengan kemampuan teknis, tapi juga paham terkait sustainability. Berikut contoh perusahaan yang tunjukkan komitmen terhadap green business:

  • Perusahaan Listrik Negara (PLN): Menerapkan teknik Co-Firing dengan membuat biomassa dari limbah perkebunan, pertanian, hingga sampah domestik.
  • Bank Mandiri: Menerapkan Energi Baru Terbarukan (EBT), meluncurkan kartu dari (R-PVC), dan cardless credit card untuk mengurangi emisi gas rumah kaca.
  • PT Pertamina (Persero): Memanfaatkan energi panas bumi hingga 1.128 MW (2020) dan mengembangkan green hydrogen di wilayah geothermal.
  • PT Bank Central Asia Tbk (BCA): Membuat gedung ramah lingkungan dan upaya pelestarian dengan daur ulang sampah.

Jadi, apa itu green business? Konsep di mana isu keberlanjutan dan lingkungan menjadi fokus utama. Langkah ini memastikan bahwa kesuksesan finansial dapat terus dinikmati tanpa merugikan lingkungan dan masyarakat.

Diskusi tema "SMEs & Cooperatives" akan hadir dalam sesi The Next Us: Indonesia’s Leap in the Algorithmic Age pada Indonesia Summit 2026, 17–18 Juni di The Tribrata Darmawangsa, Jakarta — Dapatkan tiketnya di bit.ly/IS_26.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati

Related Articles

See More