Apindo Ungkap Hasil Pertemuan dengan Prabowo di Hambalang

Jakarta, IDN Times - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mengungkap hasil pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di Hambalang, Bogor, beberapa waktu lalu.
Ketua Bidang Industri Manufaktur Apindo Adhi S Lukman mengatakan dalam pertemuan tersebut Prabowo menyampaikan berbagai insentif yang disiapkan pemerintah bagi kelompok masyarakat menengah ke bawah.
"Beliau menceritakan banyak sekali insentif-insentif yang diberikan oleh pemerintah kepada golongan menengah bawah, termasuk para serikat pekerja," katanya dalam Economic Outlook 2026, dikutip Kamis (12/2/2026).
Oleh karena itu, Adhi menilai, semua pihak perlu menahan tuntutan yang terlalu tinggi agar dunia usaha dapat menyerap lebih banyak tenaga kerja, sehingga pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan bersama.
1. Prabowo dukung dunia usaha dan ajak bangun persatuan

Adhi menyebut Prabowo menunjukkan dukungan kuat terhadap dunia usaha. Dia mengatakan Presiden ingin membangun persatuan antara pemerintah dan pelaku usaha untuk mendorong pembangunan ekonomi nasional.
"Ya saya kira sangat luar biasa. Presiden sangat mendukung dunia usaha dan sangat ingin menggalang persatuan untuk pembangunan kita bersama," ujar dia.
2. Pengusaha tekankan pentingnya komunikasi langsung

Ketua Umum Apindo Shinta Kamdani mengatakan pertemuan dengan orang nomor satu di Indonesia menegaskan pentingnya komunikasi langsung antara pemerintah dan pelaku usaha.
"Karena yang jelas kita selalu mengguyub, menggaungkan yang namanya Indonesia Incorporated itu seperti apa, gitu ya. Jadi komunikasi ini sangat-sangat penting karena kadang-kadang kalau kita tidak mendengar langsung dari beliau, itu persepsinya bisa berbeda-beda gitu," tuturnya.
Shinta menilai, melibatkan pelaku usaha dari sektor-sektor utama dalam dialog dengan pemerintah penting agar arah kebijakan dapat dipahami secara menyeluruh dan terkoordinasi.
3. Apindo minta masukan pelaku usaha didengar

Shinta menekankan pentingnya pemerintah mendengar masukan pelaku usaha. Dia menyebut kondisi riil industri, termasuk keterbatasan bahan baku, perlu menjadi perhatian karena dapat berdampak panjang, terutama menjelang periode konsumsi tinggi seperti Lebaran.
Menurutnya, komunikasi yang tepat dan pembangunan kepercayaan antara pemerintah dan dunia usaha menjadi kunci pengembangan ekonomi. Dia menegaskan, pentingnya konsep Indonesia Incorporated, yakni sinergi pemerintah, pelaku usaha, dan pekerja.
"Kita ini harus bersama-sama sebagai Incorporated karena kita bertanding atau kita berkompetisi dengan negara lain. Jadi kompetisi kita bukan di dalam. Kita kompetisi dengan pihak-pihak luar gitu ya, dengan negara-negara lain. Jadi itu kuncinya sih," kata Shinta.
















