Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Atasi Krisis Domestik, Rusia Larang Ekspor Diesel Mulai Juli 2026
Bendera Rusia (unsplash.com/Egor Filin)
  • Pemerintah Rusia melarang ekspor diesel mulai Juli 2026 untuk menjaga pasokan energi domestik setelah serangan udara merusak beberapa kilang minyak utama.
  • Kerusakan kilang akibat serangan drone Ukraina menyebabkan penurunan produksi dan kelangkaan bahan bakar, memicu antrean panjang di SPBU serta pembatasan pembelian di sejumlah wilayah.
  • Kebijakan larangan ekspor langsung mengerek harga solar global, sementara Rusia berupaya menstabilkan pasokan dengan menjajaki impor bahan bakar dari negara mitra seperti India.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Rusia resmi melarang ekspor bahan bakar diesel mulai Rabu (8/7/2026). Kebijakan darurat ini diambil untuk menjaga stabilitas pasokan energi di dalam negeri yang sedang terganggu.

Pembatasan tersebut diberlakukan setelah serangkaian serangan udara merusak operasional beberapa kilang minyak utama Rusia. Dampaknya, warga di berbagai wilayah kini kesulitan mendapatkan bahan bakar kendaraan.

1. Serangan drone Ukraina rusak fasilitas kilang minyak Rusia

ilustrasi kilang minyak (unsplash.com/@bfenton_photo)

Serangan pesawat tanpa awak (drone) dari militer Ukraina merusak infrastruktur energi vital Rusia secara luas. Akibat serangan tersebut, lebih dari 30 persen kapasitas penyulingan minyak nasional dilaporkan mengalami kerusakan.

Penurunan produksi harian ini memaksa pemerintah Rusia menghentikan sementara operasional beberapa kilang besar untuk perbaikan darurat. Salah satu fasilitas yang terdampak adalah kilang minyak terbesar Rusia di Kota Omsk.

"Serangan terhadap infrastruktur sipil, termasuk fasilitas energi, telah menyebabkan sejumlah kilang minyak mengalami kerusakan," ujar Wakil Perdana Menteri Rusia, Alexander Novak, dilansir The Moscow Times.

2. Kelangkaan pasokan picu antrean panjang kendaraan di SPBU

Ilustarsi pom bensin (Pixabay.com/IADE-Michoko)

Penurunan produksi memicu kelangkaan bahan bakar yang berdampak langsung di SPBU. Para pengemudi di berbagai daerah kini harus mengantre hingga berjam-jam di SPBU untuk mendapatkan solar maupun bensin.

Untuk mengendalikan situasi, beberapa wilayah seperti Republik Altai mulai menerapkan pembatasan pembelian secara ketat. Petugas akan mencatat nomor pelat kendaraan ke dalam sistem digital agar warga tidak membeli melebihi batas dalam waktu 24 jam.

"Saat ini kami melihat adanya kekurangan pasokan di beberapa tempat, namun situasinya belum masuk tahap kritis," kata Presiden Rusia, Vladimir Putin.

3. Dampak kebijakan larangan ekspor diesel terhadap pasar global

ilustrasi diesel (onesolution.pertamina.com)

Larangan pengiriman solar ke luar negeri ini direncanakan berlaku hingga akhir Juli 2026. Keputusan tersebut langsung menaikkan harga solar di bursa Eropa dan New York karena stok internasional yang menipis.

Sebagai langkah tambahan untuk memulihkan pasokan energi nasional, Rusia kini bersiap mengimpor produk bahan bakar minyak olahan. Pemerintah Rusia tengah menjajaki pasokan dari negara mitra, salah satunya India.

"Larangan ekspor diesel dari Rusia ini terjadi di waktu yang kurang tepat, terutama saat persediaan di pasar internasional sedang menipis," jelas analis Sparta Commodities, Abhishek Kumar.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article