Produksi Minyak Rusia ke Level Terendah imbas Serangan Ukraina

- Produksi minyak mentah Rusia turun ke level terendah enam bulan terakhir akibat serangan udara Ukraina yang menargetkan infrastruktur energi penting di wilayah Rusia.
- Pemerintah Rusia memberikan insentif lebih dari 716 miliar rubel kepada perusahaan minyak untuk menahan dampak penurunan produksi dan lonjakan harga BBM domestik.
- Militer Ukraina melancarkan sedikitnya 31 serangan udara ke kilang dan terminal ekspor minyak Rusia pada Mei, menjadikannya gelombang serangan terbesar sejak perang dimulai.
Jakarta, IDN Times - Produksi minyak mentah Rusia mengalami penurunan terendah dalam 6 bulan terakhir. Anjloknya produksi disebabkan oleh maraknya serangan udara Ukraina yang menyasar infrastruktur energi di Rusia.
Sebelumnya, Rusia sudah mengakui kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di bagian selatan dan wilayah dudukan Krimea. Sementara itu, Moskow menekankan akan berusaha untuk menstabilkan stok BBM di area paling terdampak.
1. Produksi minyak Rusia hanya 9 juta barel per hari

Menurut dari dari OPEC, produksi minyak mentah Rusia anjlok menjadi 9,009 juta barel per hari pada Mei. Jumlah ini turun signifikan dari puncaknya sebesar 9,38 juta barel per hari pada November 2025 yang artinya turun sekitar 370 ribu barel per hari.
Dilansir The Moscow Times, volume produksi minyak Rusia diperkirakan masih akan turun pada Juni. Penurunan ini akan berdampak besar pada pendapatan pemerintah Rusia yang terus mengalami tekanan. Sebab satu per tiga pendapatan Rusia masih berasal dari ekspor minyak.
2. Perusahaan minyak Rusia terima insentif dari pemerintah

Perusahaan minyak Rusia sudah menerima insentif lebih dari 716 miliar ruble (Rp178 triliun) dari pemerintah pada April dan Mei. Pemberian insentif ini sebagai bantuan di tengah penurunan produksi minyak Rusia.
Penurunan produksi minyak ini menyebabkan harga eceran BBM di Rusia mengalami lonjakan. Menurut Rosstat, harga bensin di Rusia naik 4,77 persen dalam 5 bulan terakhir 2026 dan kenaikan ini melebihi rekor selama serangan skala besar di Ukraina pada 2022.
3. Ukraina lancarkan 31 serangan ke fasilitas energi Rusia

Sepanjang Mei, militer Ukraina sudah melancarkan setidaknay 31 serangan udara ke kilang minyak dan terminal ekspor minyak Rusia, serta infrastruktur pipa. Serangan ini menjadi yang terbesar sejak dimulainya perang Rusia-Ukraina.
Dilansir The Kyiv Independent, Staf Militer Ukraina mengumumkan keberhasilan melancarkan serangan ke Kilang Minyak Afipsky di Krasnodar Krai. Fasilitas penyulingan bensin, solar, dan residu bensin itu diketahui menjadi yang terbesar di Rusia bagian selatan.















