Jakarta, IDN Times - Bank Indonesia (BI) mewaspadai dampak fenomena El Nino terhadap kenaikan harga pangan. Jika tidak diantisipasi melalui penanganan yang terintegrasi, gangguan pasokan akibat perubahan cuaca berisiko memperbesar tekanan inflasi di sejumlah daerah.
Deputi Gubernur BI Ricky Perdana Gozali mengatakan, BI telah menghitung potensi dampak El Nino terhadap perekonomian domestik. Jika berlangsung berkepanjangan, fenomena ini berpotensi menekan pasokan dan mendorong kenaikan harga pangan, terutama di wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua), Bali, Nusa Tenggara, serta Sumatra.
“Komoditas yang paling rentan adalah beras, kemudian cabai dan bawang merah,” ujar Ricky dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI di Jakarta, Rabu (21/10/2026).
