Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Amazon Siapkan Rencana Investasi Rp322 Triliun di Jerman pada 2027

3 min read
Amazon Siapkan Rencana Investasi Rp322 Triliun di Jerman pada 2027
ilustrasi logo Amazon (unsplash.com/Marques Thomas)
  • Amazon berencana menginvestasikan lebih dari 16 miliar euro atau Rp322,75 triliun di Jerman pada 2027 untuk ketenagakerjaan, teknologi, dan infrastruktur regional.
  • Sebanyak 4,8 miliar euro dialokasikan untuk memperluas AWS di Frankfurt, sementara laboratorium robotika dan AI kedua akan dibuka di Berlin.
  • Investasi juga mencakup internet satelit Amazon Leo, pembaruan fasilitas logistik, lebih dari 15 produksi Prime Video, serta kelanjutan proyek yang menciptakan lebih dari 3.000 pekerjaan baru.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Perusahaan teknologi asal Amerika Serikat (AS), Amazon mengumumkan rencana untuk menginvestasikan lebih dari 16 miliar euro atau setara Rp322,75 triliun (kurs Rp20.172) di Jerman pada 2027. Perusahaan mengumumkan rencana investasi tersebut dalam acara Invest in Germany Summit yang diselenggarakan oleh pemerintah federal di Berlin, Selasa (20/10/2026).

Berdasarkan keterangan perusahaan, pendanaan baru ini dialokasikan untuk sektor ketenagakerjaan, teknologi, serta infrastruktur regional. Rencana pendanaan tersebut mencakup pembangunan pusat data, infrastruktur akal imitasi(AI), jaringan internet luar angkasa, operasional pergudangan logistik dan pengiriman, hingga produksi konten orisinal Prime Video.

  1. 1. Alokasi pusat data Frankfurt dan laboratorium riset Berlin

    ilustrasi pusat data
    ilustrasi pusat data (pexels.com/Brett Sayles)

    Dari total paket pendanaan tersebut, sebanyak 4,8 miliar euro atau setara Rp96,82 triliun dialokasikan untuk memperluas kawasan Amazon Web Services (AWS) Europe di Frankfurt. Langkah ekspansi wilayah komputasi awan ini difokuskan guna merespons peningkatan permintaan pelanggan terhadap layanan cloud dan teknologi AI.

    Dilansir Quartz, Amazon juga akan membuka laboratorium riset robotika dan AI kedua di Berlin. Pembukaan fasilitas riset baru tersebut akan melipatgandakan cakupan penelitian yang dimiliki Amazon di ibu kota Jerman saat ini. Laboratorium ini diproyeksikan mempekerjakan para ilmuwan terapan serta insinyur perangkat keras, perangkat lunak, dan sistem robotika.

    "Jerman adalah pusat inovasi dan salah satu peluang investasi paling menarik di Eropa," kata Pejabat Hubungan Global dan Hukum Amazon, David Zapolsky, yang hadir bersama Kanselir Jerman Friedrich Merz di pertemuan tersebut.

  2. 2. Konektivitas satelit Amazon Leo dan pembaruan logistik

    ilustrasi satelit luar angkasa
    ilustrasi satelit luar angkasa (unsplash.com/Kevin Stadnyk)

    Rencana investasi ini juga mencakup pendanaan untuk Amazon Leo, yakni jaringan satelit di orbit bumi rendah (low Earth orbit). Amazon menyampaikan jaringan konektivitas luar angkasa tersebut akan menyediakan akses internet ke wilayah-wilayah yang tidak terjangkau oleh jaringan yang ada saat ini, termasuk sejumlah area di Jerman. Proyek Amazon Leo tercatat telah mengamankan 24 jadwal peluncuran bersama penyedia layanan antariksa Eropa, Arianespace.

    Di sektor rantai pasok dan pergudangan, Amazon menjadwalkan penyelesaian pembaruan pusat pemenuhan di Bad Hersfeld, Dortmund, dan Werne pada 2027. Sementara itu, pengerjaan fasilitas di Koblenz, Pforzheim, dan Rheinberg akan terus berlanjut hingga 2028. Perusahaan juga membuka satu fasilitas di Zweibrücken tahun ini dan sedang membangun unit lain di Könnern, dengan catatan bahwa proyek logistik yang telah diumumkan sebelumnya ini mencakup lebih dari 3.000 lapangan kerja baru.

  3. 3. Produksi konten Prime Video dan komitmen historis di Jerman

    ilustrasi kru film
    ilustrasi kru film (pexels.com/Lê Minh)

    Pada sektor penyiaran, divisi Prime Video memiliki agenda menghadirkan lebih dari 15 proyek produksi di Jerman hingga pengujung 2027. Produksi tersebut meliputi penayangan film Der erste letzte Tag (The First Last Day) yang diadaptasi dari karya novelis Sebastian Fitzek. Menanggapi keseluruhan rencana investasi masif Amazon tersebut, Menteri Urusan Ekonomi dan Energi Federal Jerman, Katherina Reiche, menyebutnya sebagai "sebuah bukti kepercayaan yang nyata terhadap Jerman sebagai lokasi masa depan".

    Katherina Reiche turut menyambut baik rencana tersebut sembari menyatakan bahwa fasilitas pusat data berkinerja tinggi berfungsi sebagai fondasi dari ekonomi digital. Sebagaimana dilansir Anadolu Agency, Amazon tercatat telah menanamkan investasi lebih dari 100 miliar euro atau setara Rp2.017,2 triliun di Jerman sejak 2010. Investasi kumulatif tersebut telah menyerap lebih dari 40 ribu lapangan kerja tetap di lebih dari 100 lokasi operasional di penjuru Jerman.

    "Kami telah menciptakan lebih dari 40 ribu pekerjaan permanen, membangun lebih dari 100 lokasi, dan menginvestasikan lebih dari 100 miliar euro di Jerman—dan kami belum selesai," ujar Manajer Wilayah Amazon Jerman Rocco Bräuniger.

    Selain di Jerman, pada awal tahun ini Amazon juga telah berkomitmen mengucurkan 33,7 miliar euro atau setara Rp679,79 triliun di Spanyol. Anggaran di Spanyol tersebut dialokasikan untuk kapasitas komputasi awan dan pusat data dengan durasi pendanaan hingga 2035 mendatang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More