Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Bahlil Buka Suara Soal Nasib Harga BBM Subsidi

Bahlil Buka Suara Soal Nasib Harga BBM Subsidi
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. (IDN Times/Trio Hamdani)
Intinya Sih
  • Bahlil menegaskan harga BBM subsidi masih stabil meski harga minyak dunia naik, dengan Presiden Prabowo berkomitmen menjaga ekonomi rakyat kecil.
  • Harga BBM non-subsidi seperti Pertamax dan Pertamax Turbo tetap mengikuti fluktuasi pasar global sesuai aturan Permen ESDM 2022.
  • Bahlil mengingatkan masyarakat mampu agar tidak menggunakan BBM subsidi karena subsidi ditujukan khusus bagi kelompok berpenghasilan rendah.
  • Bahlil menyebut harga minyak dunia tembus 115 dolar AS per barel, namun harga BBM subsidi di Indonesia masih stabil berkat arahan Presiden Prabowo menjaga ekonomi rakyat kecil.
  • Pemerintah menegaskan kebijakan harga BBM subsidi akan mempertimbangkan kondisi masyarakat bawah, sementara keputusan final masih menunggu arahan langsung dari Presiden.
  • Harga BBM nonsubsidi tetap mengikuti mekanisme pasar global, dan Bahlil mengingatkan masyarakat mampu agar tidak menggunakan BBM subsidi seperti Pertalite atau solar bersubsidi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan harga minyak mentah dunia saat ini telah menembus angka 115 dolar AS per barel.

Meski demikian, dia memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri sejauh ini masih stabil. Menurutnya, Presiden Prabowo Subianto tetap berupaya menjaga kondisi ekonomi rakyat kecil.

"Insyaallah atas arahan Bapak Presiden untuk BBM subsidi sampai dengan sekarang, saya pikir Bapak Presiden punya hatilah untuk memperhatikan rakyat kecil," katanya disiarkan YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (31/3/2026).

1. Kebijakan yang akan diambil utamakan kondisi rakyat

Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta,Jumat (13/3/2026).
Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta,Jumat (13/3/2026). (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Bahlil meminta masyarakat untuk bersabar menunggu keputusan final dari Presiden mengenai harga BBM subsidi. Dia menekankan setiap kebijakan yang diambil pemerintah akan selalu mempertimbangkan kebaikan bangsa dan negara.

Menurutnya, Presiden terus memantau kebutuhan masyarakat lapisan bawah di tengah fokus pembangunan nasional. Dia menegaskan kembali prioritas pemerintah saat ini adalah terkait kebijakan subsidi.

"Insyaallah saya yakinkan bahwa Bapak Presiden dalam membuat kebijakan selalu mempertimbangkan dan memprioritaskan tentang kondisi masyarakat. Insya Allah baik. Nanti tunggu tanggal mainnya ya," paparnya.

2. BBM nonsubsidi tetap ikuti mekanisme pasar

WhatsApp Image 2025-08-15 at 19.06.25.jpeg
Penggunaan kendaraan bermotor mengisi Pertamax Green 95 di SPBU Pertamina 44.552.11 di Jalan Kyai Mojo No.52, Bener, Tegalrejo, Yogyakarta, Sabtu (9/8/2025) siang. (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)

Terkait harga BBM nonsubsidi, Bahlil menjelaskan aturannya sudah tertuang dalam Peraturan Menteri ESDM Tahun 2022. Dalam regulasi tersebut, terdapat pemisahan formulasi harga antara BBM subsidi dan nonsubsidi.

Harga BBM nonsubsidi, seperti Pertamax (RON 92), Pertamax Green (RON 95) dan Pertamax Turbo (RON 98), akan otomatis mengikuti fluktuasi harga pasar global tanpa perlu pengumuman resmi. Dengan kata lain, harganya bisa naik maupun turun.

"Jadi mau diumumkan atau tidak diumumkan dia akan mengikuti harga pasar. Itu yang industri (nonsubsidi)," ujar Bahlil.

3. Masyarakat mampu seharusnya tidak pakai BBM subsidi

IMG_9655.jpeg
Pelayanan Pertamax Green 95 di SPBU Pedaringan, Solo. (IDN Times/Larasati Rey)

Mantan Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) itu menekankan kelompok masyarakat mampu seharusnya tidak menggunakan BBM subsidi, dalam hal ini Pertalite (RON 90) maupun solar subsidi.

Baginya, negara hanya bertugas menyediakan stok untuk kelompok tersebut, sementara biaya sepenuhnya ditanggung konsumen tanpa ada beban anggaran negara sedikit pun dalam bentuk subsidi.

"Itu kan orang-orang yang mampulah seperti mohon maaf contoh Pak Rosan (Menteri Investasi), Pak Sekkab, masa pakai minyak subsidi? Iya kan. Dan selama mereka mau jalan banyak, selama ada uang untuk bayar, monggo," kata Bahlil.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in Business

See More