Viral Video Klaim Menkeu Purbaya Bakal Naikkan Harga BBM, Benarkah?

- Sebuah video viral di TikTok mengklaim Menkeu Purbaya akan menaikkan harga BBM subsidi hingga Rp16 ribu per liter akibat konflik di Timur Tengah.
- Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah belum berencana menaikkan harga BBM bersubsidi dan memilih menahan tekanan ekonomi melalui APBN.
- Kementerian Keuangan menyatakan informasi dalam video tersebut tidak benar, menegaskan kondisi fiskal masih kuat untuk menghadapi lonjakan harga minyak dunia.
Jakarta, IDN Times - Beredar sebuah unggahan video di media sosial yang mengklaim Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa menyebutkan akan membuka peluang untuk menaikkan harga BBM subsidi sebagai dampak konflik di Timur Tengah.
Unggahan tersebut disebarkan oleh akun TikTok bernama “kenwilboyfsc” (arsip) pada Kamis pekan lalu. Dalam unggahan disebutkan, BBM naik hingga Rp16 ribu per liter.
“Gawat!! BBM jadi 16k/liter. Bukan 10k/liter,” begitu keterangan dalam video.
Dalam video berdurasi 34 detik tersebut menampilkan dua orang pria berbeda dan gambar Purbaya pada awal video. Video tersebut terlihat seperti dua potongan video berbeda yang disatukan. Pada awal cuplikan video, seorang pria menyebutkan Purbaya membuka peluang menaikkan harga BBM subsidi dan masyarakat Indonesia dibuat kapok.
Kemudian, pada detik 00:10, ditampilkan pria yang berbeda menyampaikan harga minyak berpotensi naik dari 98 dolar AS per barel ke 150 dolar AS per barel karena Amerika mengebom fasilitas minyak di Iran.
“Menteri Purbaya buka peluang naikkan harga BBM subsidi. Hahaha, kapok, kapok rakyat Indonesia,” begitu narasi yang disebutkan dalam cuplikan video.
Lantas, benarkah klaim Purbaya akan membuka peluang BBM subsidi naik menjadi Rp16 ribu per liter?
Menkeu Purbaya memastikan pemerintah belum berencana menaikkan harga BBM bersubsidi, meskipun harga minyak mentah dunia sempat melonjak akibat konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel.
"Enggak, kita enggak akan naikkan harga BBM. Jadi kita absorb tekanan terhadap perekonomian di APBN. Kalau kita lepas kan nanti kayak negara-negara lain pada panik tuh orang-orang," ucap Purbaya kepada wartawan, Kamis (19/3/2026).
Harga minyak mentah dunia sebelumnya sempat menembus lebih dari 100 dolar AS per barel, jauh di atas asumsi makro APBN 2026 yang dipatok sekitar 70 dolar AS per barel. Meski demikian, Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menilai kondisi fiskal pemerintah masih cukup kuat untuk menyerap tekanan tersebut.
“Kalau harga minyak dunia naik, dan kita langsung menaikkan harga BBM agar sesuai, tentu akan memperlambat ekonomi dan menekan daya beli masyarakat. Jadi, APBN dan pemerintah harus menahan dulu dampaknya,” tegas Purbaya.
Dilansir Instagram resmi @ppid.kemenkeu dan @kemenkeu.prime, informasi yang beredar mencatut Menkeu Purbaya akan membuka peluang untuk menaikkan harga BBM subsidi sebagai dampak konflik di Timur Tengah, merupakan berita hoaks alias tidak benar.


















