Bahlil Ibaratkan Stok BBM 23 Hari Seperti Toren Air

- Bahlil Lahadalia menegaskan stok BBM nasional aman dan meminta masyarakat tidak melakukan panic buying karena produksi serta distribusi berjalan lancar sesuai standar pemerintah.
- Ia menjelaskan kapasitas tangki timbun BBM hanya mampu menampung sekitar 23 hari, namun stok bersifat dinamis seperti toren air yang terus terisi ulang saat digunakan.
- Pemerintah memperkuat ketahanan energi lewat diversifikasi sumber impor dari berbagai negara dan rencana pembangunan infrastruktur penyimpanan baru untuk cadangan hingga tiga bulan.
Jakarta, IDN Times - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak perlu mencemaskan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM). Dia juga meminta warga untuk tidak melakukan pembelian secara berlebihan atau panic buying.
Bahlil menegaskan saat ini pasokan BBM nasional berada dalam posisi aman karena proses produksi serta distribusi berjalan lancar guna memenuhi standar stok operasional yang ditetapkan pemerintah.
"Saya mohon kepada saudara-saudara saya, tidak usah panik bain. Insya Allah BBM kita, LPG kita, negara akan hadir," kata dia melalui kanal YouTube Kementerian ESDM, Rabu (11/3/2026).
1. Penjelasan mengenai kapasitas tampung tangki BBM

Bahlil mengakui adanya keterbatasan pada kapasitas tangki timbun di dalam negeri. Dia memaparkan daya tampung infrastruktur yang ada saat ini tidak lebih dari 25 hari, sementara stok yang tersedia berada di angka 23 hari.
Namun, dia meluruskan persepsi publik agar tidak salah dalam mengartikan angka tersebut. Jadi, ketersediaan selama 23 hari bukan berarti cadangan minyak akan ludes dalam waktu singkat, melainkan menunjukkan batas maksimal volume yang bisa disimpan dalam tangki tersebut pada satu waktu.
"Kapasitas tampung kita itu tidak lebih dari 25 hari. Sementara yang tersedia stok yang ada kapasitasnya hingga 23 hari. Tetapi bukan berarti 23 hari ini habis. Bukan itu maksudnya. Itu daya tampungnya," ujar Bahlil.
2. Stok BBM dinamis ibarat cara kerja toren air

Bahlil memberikan perumpamaan sederhana layaknya toren air di rumah. Dia menjelaskan ketika stok BBM disalurkan selama beberapa hari, maka otomatis produksi dari kilang akan langsung bergerak mengisi kembali kekosongan tersebut.
Dia menekankan masyarakat tidak boleh berpikir cadangan minyak akan habis total setelah melewati masa 21 atau 23 hari. Sebab stok bersifat sangat dinamis. Setiap kali ada bahan bakar yang keluar untuk didistribusikan ke masyarakat, pasokan baru akan terus masuk secara bersamaan.
"Jika stok BBM 3 hari keluar, maka produksi kita di kilang kita juga keluar untuk mengisi stok yang ada. Masuk lagi, isi lagi, kayak toren air di rumah kita. Iya, kayak gitu.Toren air di rumah, dipakai mandi, habis itu kan mesinnya langsung mompa lagi. Jadi jangan dipikir 21 hari itu minyak kita habis. Bukan itu maksudnya," katanya.
3. Diversifikasi sumber impor dan tingkatan cadangan

Lebih lanjut, Bahlil menyampaikan ketahanan energi Indonesia didukung oleh sumber pasokan yang beragam. Dia memastikan ketersediaan BBM tidak hanya mengandalkan satu wilayah seperti Timur Tengah saja.
Pemerintah juga mengambil pasokan dari negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia, sehingga kondisi distribusi nasional tidak terdampak langsung oleh ketegangan di Selat Hormuz.
Presiden Prabowo Subianto juga telah menginstruksikan untuk memperkuat kapasitas penyimpanan nasional. Pemerintah berencana membangun infrastruktur penyimpanan baru yang mampu menampung cadangan BBM hingga tiga bulan.
















