Bahlil Jamin Harga BBM Subsidi Tak Naik meski Minyak Dunia Melambung

- Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan harga Pertalite dan Biosolar tidak naik meski harga minyak dunia mencapai 108 dolar AS per barel.
- Keputusan mempertahankan harga BBM subsidi telah dikoordinasikan dengan Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Keuangan, meski pemerintah harus menambah anggaran subsidi.
- Pemerintah menahan harga demi menjaga daya beli masyarakat menengah ke bawah; rata-rata ICP Januari-September sekitar 85-90 dolar AS dan dinilai masih terkendali.
Jakarta, IDN Times - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi, yakni Pertalite dan Biosolar tak akan dinaikkan. Hal itu menjawab pertanyaan terkait dampak kenaikan harga minyak dunia yang telah mencapai 108 dolar Amerika Serikat (AS) per barel.
Angka itu lebih tinggi 54 persen daripada asumsi harga minyak mentah dalam APBN 2026 yakni sebesar 70 dolar AS per barel.
"Pemerintah sampai dengan hari ini memutuskan untuk tetap menjaga harga minyak subsidi tidak ada kenaikan," kata Bahlil di kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (11/9/2026).
1. Sudah koordinasi dengan Purbaya

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Jakarta, Selasa (8/9). Dok Fortune Indonesia Bahlil mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa terkait keputusan ini. Dia juga memastikan terus memonitor kondisi harga minyak dunia.
Namun, dia mengaku keputusan pemerintah menahan harga BBM subsidi bukanlah hal yang mudah. Sebab, pemerintah harus menyiapkan anggaran lebih untuk menambal kekurangan subsidi BBM.
"Memang ini adalah sesuatu yang tidak ringan, ini sesuatu yang berat. Kenapa? Karena pasti penambahan subsidinya nambah," tutur dia.
2. Demi jaga daya beli masyarakat

Antrian kendaraan mengisi BBM jenis Pertalite di SPBU Ciliwung. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama) Bahlil mengatakan, keputusan ini dilakukan untuk menjaga daya beli masyarakat, mengikuti titah Prabowo.
"Bapak Presiden Prabowo berpandangan bahwa membela dan menjaga daya beli masyarakat untuk menengah ke bawah itu jauh lebih penting, sekalipun dengan berbagai macam hal-hal yang sudah kita lakukan," kata Bahlil.
3. Masih dapat ditangani

ilustrasi bahan bakar minyak (BBM) subsidi (pertaminapatraniaga.com) Bahlil memastikan, pemerintah masih bisa menangani lonjakan harga minyak mentah dunia saat ini.
"Sekalipun sekarang sudah menjadi 106-108 dollar AS, tapi rata-rata ICP dari Januari sampai September sekarang itu kurang lebih di angka sekitar 85-90 dollar AS. Jadi overall masih oke, ya," tutur Bahlil.


















