Bagaimana Cara Mengecek Saham Syariah? Ini 4 Cara Mudahnya

- Investor dapat memastikan status saham syariah melalui Daftar Efek Syariah terbaru yang diterbitkan OJK dan informasi syariah di situs BEI.
- IDX Mobile menyediakan Sharia Mode untuk memfilter saham sesuai kategori syariah, sementara situs pengecekan khusus dapat digunakan mencari status kode saham secara cepat.
- Aplikasi sekuritas dengan SOTS atau stock screener ISSI dan JII memudahkan penyaringan, tetapi keputusan beli tetap perlu mempertimbangkan kinerja, risiko, dan pembaruan data.
Investasi saham syariah bisa menjadi pilihan buat kamu yang ingin berinvestasi di pasar modal dengan tetap memperhatikan prinsip syariah. Namun, sebelum membeli saham, kamu perlu memastikan bahwa emiten yang dipilih memang masuk dalam daftar efek syariah. Lantas, bagaimana cara mengecek saham syariah dengan mudah?
Kabar baiknya, kamu gak perlu mengecek satu per satu laporan perusahaan secara manual. Ada beberapa cara praktis yang bisa digunakan, mulai dari melihat Daftar Efek Syariah (DES) di situs resmi hingga memanfaatkan aplikasi perdagangan saham. Berikut beberapa cara mengecek saham syariah yang bisa kamu coba.
1. Cek Daftar Efek Syariah di situs OJK atau BEI

ilustrasi saham (unsplash.com/PiggyBank) Cara paling resmi untuk mengecek saham syariah adalah melihat Daftar Efek Syariah (DES). Daftar ini diterbitkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan diperbarui secara berkala, sehingga kamu bisa mengetahui efek apa saja yang memenuhi kriteria berdasarkan prinsip syariah. Kamu bisa mengunduh dokumen DES melalui situs resmi OJK. Bursa Efek Indonesia (BEI) juga menyediakan informasi terkait saham dan indeks syariah di pasar modal Indonesia.
Setelah mendapatkan dokumennya, cari kode saham yang ingin kamu cek menggunakan fitur pencarian pada dokumen. Jika kode saham tersebut tercantum dalam DES terbaru, artinya saham tersebut termasuk efek yang masuk dalam daftar syariah pada periode tersebut. Cara ini cocok kalau kamu ingin mendapatkan informasi dari sumber resmi sebelum mengambil keputusan investasi.
2. Gunakan IDX Mobile dengan Sharia Mode

ilustrasi saham (pexels.com/StockRadars Co.) Kalau ingin cara yang lebih praktis, kamu bisa memanfaatkan aplikasi IDX Mobile. Aplikasi resmi BEI ini menyediakan berbagai informasi pasar modal, termasuk fitur Sharia Mode yang dapat membantu kamu melihat saham yang sudah difilter berdasarkan prinsip syariah.
Kamu cukup mengaktifkan Sharia Mode untuk mendapatkan tampilan saham yang sesuai dengan kategori syariah. Dengan begitu, kamu gak perlu menyaring daftar saham secara manual dari seluruh saham yang tersedia di pasar.
Fitur ini juga bisa membantu investor pemula yang masih belajar membedakan saham biasa dengan saham syariah. Meski begitu, tetap perhatikan tanggal pembaruan data agar informasi yang kamu gunakan sesuai dengan daftar terbaru.
3. Cek kode saham melalui situs khusus saham syariah

ilustrasi saham (pexels.com/Aedrian Salazar) Cara berikutnya adalah menggunakan halaman pengecekan khusus saham syariah. Situs seperti ini memungkinkan kamu mencari kode saham tertentu untuk mengetahui apakah saham tersebut memiliki status yang sesuai dengan prinsip syariah. Metodenya cukup sederhana. Kamu hanya perlu memasukkan kode saham yang ingin diperiksa, kemudian melihat hasil pengecekannya.
Cara ini berguna ketika kamu sudah memiliki beberapa kandidat saham dan ingin melakukan pemeriksaan dengan cepat. Namun, pastikan situs yang digunakan memiliki sumber data yang jelas dan merujuk pada daftar resmi agar informasi yang kamu dapatkan tetap bisa dipercaya. Kalau ingin memastikan hasilnya, kamu tetap bisa mencocokkan informasi tersebut dengan DES terbaru dari OJK atau BEI.
4. Manfaatkan aplikasi sekuritas atau trading

ilustrasi saham (pexels.com/www.kaboompics.com) Beberapa aplikasi sekuritas menyediakan sistem perdagangan daring syariah atau Sharia Online Trading System (SOTS). Platform seperti ini dirancang untuk membantu investor melakukan transaksi saham sesuai dengan ketentuan syariah.
Selain SOTS, sejumlah aplikasi perdagangan saham juga memiliki fitur stock screener untuk menyaring saham berdasarkan indeks tertentu. Misalnya, kamu bisa memilih saham yang masuk ke dalam Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) atau Jakarta Islamic Index (JII).
Fitur penyaringan ini membuat pencarian saham syariah menjadi lebih mudah karena kamu bisa langsung melihat kelompok saham yang sudah dikategorikan sesuai indeks syariah. Namun, jangan hanya mengandalkan indeks ketika memilih saham.
Tetap lakukan riset terhadap kinerja perusahaan, laporan keuangan, prospek bisnis, valuasi, serta risiko investasinya. Status syariah merupakan salah satu aspek yang perlu diperhatikan, bukan satu-satunya dasar untuk membeli saham.
Cara mengecek saham syariah sebenarnya gak sulit. Kamu bisa memulainya dari Daftar Efek Syariah (DES) terbaru di situs resmi OJK atau BEI, memakai Sharia Mode di IDX Mobile, mengecek kode saham melalui situs khusus, atau menggunakan aplikasi sekuritas yang menyediakan fitur SOTS dan penyaring saham syariah.
Sebelum membeli, pastikan informasi yang kamu gunakan masih terbaru karena daftar efek syariah dapat diperbarui secara berkala. Dengan begitu, kamu bisa memilih saham dengan lebih tenang sekaligus menyesuaikannya dengan prinsip investasi yang kamu pegang.






















