Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Bandara di Jerman Tutup Total akibat Demo Upah Pekerja
Ilustrasi bandara (freepik.com/4045)
  • Seluruh penerbangan di Bandara Berlin Brandenburg lumpuh total akibat aksi mogok 24 jam oleh serikat pekerja ver.di yang menuntut kenaikan upah 6 persen bagi sekitar 2.000 karyawan.
  • Manajemen bandara menilai aksi mogok ini tidak proporsional karena melibatkan petugas penting seperti kru pemadam dan staf keamanan, sehingga seluruh operasi udara terpaksa dihentikan demi keselamatan.
  • Penutupan bandara diperkirakan menyebabkan kerugian jutaan euro dan mengganggu sektor pariwisata serta logistik, sementara negosiasi lanjutan dijadwalkan untuk mencari solusi damai antara kedua pihak.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Seluruh operasional penerbangan penumpang di Bandara Berlin Brandenburg (BER) lumpuh total, pada Rabu (18/3/2026). Kelumpuhan ini terjadi setelah serikat pekerja ver.di, menginstruksikan aksi mogok kerja selama 24 jam penuh.

Aksi tersebut merupakan puncak dari perselisihan terkait masalah upah, yang mengakibatkan terhentinya seluruh aktivitas komersial di bandara utama ibu kota Jerman itu sepanjang hari. Akibat aksi mogok ini, pihak pengelola bandara terpaksa membatalkan ratusan jadwal keberangkatan dan kedatangan.

Pembatalan tersebut berdampak langsung pada puluhan ribu calon penumpang, baik untuk rute penerbangan domestik maupun internasional.

1. Serikat pekerja ver.di tuntut kenaikan upah dan tolak tawaran manajemen

Serikat pekerja ver.di menuntut kenaikan upah sebesar 6 persen, atau tambahan minimal 250 euro (Rp4,87 juta) per bulan. Tuntutan ini ditujukan bagi sekitar 2.000 karyawan, untuk masa perjanjian kerja selama 12 bulan. Langkah tersebut diambil, demi melindungi daya beli para pekerja dari tekanan inflasi yang terus naik.

Pihak pekerja menolak dengan tegas tawaran dari manajemen, yang hanya memberikan kenaikan upah sebesar satu persen setiap tahun hingga akhir tahun 2028. Mereka menganggap tawaran tersebut, sama sekali tidak menghargai kontribusi serta beban kerja para staf bandara.

Negosiator utama dari serikat pekerja ver.di, Holger Rössler mengatakan, ketidakpuasan para pekerja terhadap tawaran manajemen saat ini.

"Ini bukanlah sebuah penawaran yang serius, melainkan merupakan suatu bentuk provokasi nyata di meja perundingan kolektif," ujar Rössler, dilansir Paxnews.

Rössler juga kembali menegaskan rasa kecewa yang mendalam dari pihak pekerja, terkait rendahnya tawaran tersebut.

"Siapa pun yang hanya menawarkan kenaikan upah satu persen per tahun di tengah lonjakan biaya hidup, menunjukkan pengabaian terhadap nilai pekerjaan karyawan," katanya.

2. CEO Bandara Berlin kritik keras aksi mogok petugas operasional

Aksi mogok ini melibatkan sekitar 500 petugas penting, yang mencakup kru pemadam kebakaran bandara, staf keamanan penerbangan, serta pengawas apron. Kehadiran para petugas tersebut diwajibkan secara hukum, demi menjamin keselamatan pergerakan pesawat di landasan.

Karena tidak ada kesepakatan layanan minimum, pihak pengelola bandara terpaksa menghentikan seluruh jadwal operasi udara. Hal ini harus dilakukan akibat ketidakhadiran staf penting, yang bertugas menjaga standar keamanan sesuai aturan internasional.

CEO Bandara Berlin Brandenburg, Aletta von Massenbach memberikan kritik keras terhadap aksi mogok ini melalui sebuah pernyataan resmi.

"Kami menilai aksi mogok serikat pekerja ini sebagai tindakan yang sangat tidak proporsional bagi keberlangsungan layanan publik," ujarnya, dilansir VisaHQ.

Aletta von Massenbach juga menambahkan keberatan dari pihaknya, dengan menyoroti kondisi industri penerbangan yang saat ini sedang sulit.

"Pemogokan ini sangat tidak proporsional, terutama di tengah ketegangan industri penerbangan akibat dampak perang di Iran," kata Massenbach.

3. Penghentian penerbangan di Berlin ancam kerugian hingga jutaan euro

Penghentian total aktivitas penerbangan di ibu kota Jerman ini, diprediksi akan menimbulkan kerugian finansial hingga jutaan euro. Kondisi tersebut akan membebani sektor pariwisata dan perhotelan, serta mengganggu kelancaran rantai pasok logistik global yang bergantung pada kargo udara.

Saat ini, para pemangku kepentingan dan calon penumpang menaruh harapan besar pada putaran negosiasi selanjutnya. Perundingan tersebut dijadwalkan akan berlangsung pada Rabu (25/3/2026), demi mencapai solusi damai dan stabilitas jangka panjang di sektor transportasi.

Senator untuk Mobilitas, Transportasi, Perlindungan Iklim, dan Lingkungan di Berlin, Ute Bonde, memberikan imbauan tegas kepada pihak-pihak yang sedang berselisih untuk segera saling mendekat dan secepat mungkin menyelesaikan perselisihan ini demi kepentingan publik.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team