Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Jerman Tidak Mau Terlibat dalam Perang AS-Iran

Jerman Tidak Mau Terlibat dalam Perang AS-Iran
Calon Kanselir Jerman, Friedrich Merz. (Olaf Kosinsky, CC BY-SA 3.0 , via Wikimedia Commons)
Intinya Sih
  • Kanselir Jerman Friedrich Merz menegaskan negaranya tidak akan terlibat dalam perang AS-Iran dan memilih fokus pada upaya diplomasi untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah.
  • Merz mengkritik keputusan Presiden AS Donald Trump mencabut sanksi terhadap industri minyak Rusia, menilai langkah itu keliru karena Rusia belum menunjukkan niat berdamai di Ukraina.
  • Dalam kunjungan ke Norwegia, Merz bersama pemimpin Norwegia dan Kanada membahas keamanan Arktik serta memperingatkan agar NATO tetap waspada terhadap potensi ancaman dari Moskow.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Kanselir Jerman, Friedrich Merz mengatakan tidak mau terlibat dalam perang Amerika Serikat (AS) dan Iran. Ia melihat tidak dibutuhkan kampanye militer untuk melindungi pelayaran di Selat Hormuz.  

“Jerman tidak berharap untuk terlibat dalam perang di Iran. AS kurang dalam menentukan strategi untuk mengakhiri perang bersama Israel. Ini masih belum dijawab hingga kini,” terangnya, dikutip dari DPA International, Sabtu (14/3/2026).

Sebelumnya, Polandia dan Spanyol sudah buka suara penolakan terlibat dalam konflik di Timur Tengah. Namun, Rumania mengaku bersedia membuka pangkalannya untuk operasi militer AS di Iran. 

1. Merz tidak melihat alasan jelas terlibat konflik di Iran

Merz menyebut, tidak ada alasan untuk Jerman terlibat dalam pengamanan di Selat Hormuz. Menurutnya, Berlin akan mengupayakan untuk mengakhiri perang di Timur Tengah. 

“Biar saya jelaskan kembali: Jerman tidak mau terlibat dalam perang ini. Semua upaya kami akan berfokus pada mengakhiri perang. Kami mendiskusikan dengan pemerintah AS dan Israel,” katanya. 

Sementara itu, Perdana Menteri (PM) Norwegia, Jonas Gahr Store mengaku Norwegia tidak memiliki rencana untuk terlibat dalam operasi militer di Selat Hormuz. Sebab, Iran sudah menutup Selat Hormuz yang menjadi rute perdagangan energi dunia. 

2. Merz kritik keputusan Trump angkat sanksi ke Rusia

Pada saat yang sama, Merz mengkritik Presiden AS, Donald Trump atas keputusannya mengangkat sanksi ke industri minyak Rusia. Pencabutan sanksi ini untuk menghindari kekacauan imbas lonjakan harga minyak. 

Kanselir Jerman itu menyebut Trump sudah salah langkah apapun alasannya. Sebab, Rusia tidak menunjukkan keinginan untuk bernegosiasi mengakhiri perang di Ukraina yang sudah berlangsung selama 4 tahun. 

3. Jerman, Norwegia, dan Kanada bicarakan masalah keamanan

Merz mengadakan kunjungan ke Norwegia untuk meninjau latihan militer gabungan NATO. Ia membicarakan masalah keamanan Arktik dengan Store dan PM Kanada, Mark Carney. 

“Kami tidak akan membiarkan Moskow untuk menguji NATO di perbatasan timur maupun utara. Bersama dengan Norwegia dan Kanada, Jerman memperingatkan bahwa wilayah ini bagian dari NATO,” ungkapnya, dilansir France24

Sebagai informasi, latihan militer NATO di Norwegia ini diikuti 25 ribu tentara dari 14 negara, termasuk AS. Latihan ini dilakukan setiap 2 tahun sekali di tengah musim dingin ekstrem. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in News

See More