Antrian pembelian pertamax di IKN SPBU Bukit Raya Sepaku (IDN Times/Ervan)
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Bank Dunia merekomendasikan tiga paket reformasi subsidi BBM.
Pertama, melakukan penyesuaian harga secara bertahap guna mempersempit kesenjangan antara harga BBM bersubsidi dan harga pasar.
Kedua, menyalurkan bantuan langsung tunai (BLT) yang ditargetkan kepada 40 persen rumah tangga termiskin guna meredam dampak penyesuaian harga. Menurut Bank Dunia, besaran bantuan yang diberikan setiap bulan relatif tidak membebani fiskal karena hanya setara sekitar 10% dari total penghematan yang diperoleh dari reformasi subsidi BBM.
Ketiga, mengalokasikan penghematan subsidi BBM untuk memperkuat program perlindungan sosial, meningkatkan investasi publik, serta mendukung mata pencaharian kelompok masyarakat yang terdampak.