Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Mata Uang Garuda Melemah ke Rp18.702 per Dolar AS

Mata Uang Garuda Melemah ke Rp18.702 per Dolar AS
Ilustrasi dolar AS (freepik.com/jcomp)
Intinya Sih
  • Rupiah dibuka melemah tipis ke Rp18.702 per dolar AS, sejalan dengan pelemahan mayoritas mata uang Asia pada perdagangan Kamis pagi.
  • Analis memproyeksikan rupiah berpeluang menguat terbatas karena dolar AS melemah usai data inflasi produsen Amerika lebih rendah dari ekspektasi pasar.
  • Ketegangan geopolitik di Timur Tengah membuat investor mencari aset aman, membatasi potensi penguatan rupiah meski tekanan inflasi global mulai mereda.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Pergerakan nilai tukar rupiah dibuka melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis (16/7/2026) pagi.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah dibuka di level Rp18.702 per dolar AS atau melemah 4 poin (0,02 persen) dibandingkan posisi penutupan sebelumnya.1

1. Rincian pergerakan mata uang di Asia

Daftar pergerakan mata uang di kawasan Asia mayoritas bergerak melemah, ini rinciannya

  • Bath Thailand melemah 0,09 persen
  • Yuan China melemah 0,05 persen
  • Rupee India melemah 0,07 persen
  • Won Korea melemah 0,19 persen
  • Dolar Singapura melemah 0,04 persen

2. Rupiah berpeluang menguat terhadap dolar Amerika

Analis Pasar Uang, Lukman Leong memproyeksikan pergerakan rupiah berpeluang menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini. Pelemahan mata uang Negeri Paman Sam dipicu oleh data inflasi produsen (Producer Price Index/PPI) AS yang lebih rendah dari ekspektasi pasar.

Ia mengatakan melemahnya dolar AS memberikan ruang bagi mata uang emerging markets, termasuk rupiah, untuk menguat. Namun, potensi penguatan tersebut diperkirakan tidak akan berlangsung signifikan karena masih dibayangi ketidakpastian global.

"Rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS yang kembali melemah setelah data inflasi produsen AS lebih lemah dari perkiraan. Namun, penguatan akan terbatas oleh geopolitik Timur Tengah yang masih memanas," ujar Lukman kepada IDN Times.

3. Kembali meningkatnya ketegangan geopolitik Timur Tengah dorong investor cari aset aman

Menurut dia, meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah masih mendorong investor cenderung mencari aset aman (safe haven), sehingga membatasi penguatan mata uang berisiko, termasuk rupiah.

Untuk perdagangan hari ini, Lukman memperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran Rp18.000 hingga Rp18.100 per dolar AS. Namun, di sisi lain pelaku pasar juga masih akan mencermati perkembangan ekspektasi arah kebijakan suku bunga bank sentral AS (The Fed), di tengah mulai melandainya tekanan inflasi. Kondisi tersebut dinilai akan menjadi salah satu faktor penentu pergerakan dolar AS dan mata uang global dalam jangka pendek.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More