Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Bapanas Klaim Harga Cabai Turun, Ini Fakta Menurut Info Pangan Jakarta

Bapanas Klaim Harga Cabai Turun, Ini Fakta Menurut Info Pangan Jakarta
Ilustrasi cabai rawit merah. (dok. Bapanas)
Intinya sih...
  • Data harga cabai di Jakarta: Harga cabai rawit merah di Pasar Induk Kramat Jati mencapai Rp76 ribu per kg, naik Rp2 ribu dari harga kemarin. Namun, harga rata-rata di Jakarta masih mencapai Rp102.167/kg.
  • Ada kendala di distribusi cabai: Produksi cabai rawit dalam kondisi cukup, namun kendala teknis di distribusi seperti cuaca dan momentum libur memengaruhi ketersediaan tenaga kerja panen sehingga pasokan yang masuk ke pasar sempat terkoreksi.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyatakan, harga cabai rawit merah di Pasar Induk Kramat Jati mulai turun. Sebelumnya, harga cabai rawit merah menjelang Ramadan 2026 bisa mencapai Rp90 ribu per kilogram (kg).

Dalam keterangan resmi Bapanas, per Senin, (16/2/2026) kemarin, harga cabai rawit merah dinyatakan sudah turun di kisaran Rp70 ribu sampai Rp80 ribu. Bagaimana faktanya?

1. Data harga cabai di Jakarta

Bapanas Klaim Harga Cabai Turun, Ini Fakta Menurut Info Pangan Jakarta
Ilustrasi cabai rawit merah. (dok. Bapanas)

Berdasarkan data platform Info Pangan Jakarta, Selasa (17/2/2026), harga cabai rawit merah di Pasar Induk Kramat Jati mencapai Rp76 ribu per kg, naik Rp2 ribu dari harga kemarin. Meski begitu, jika melihat harga rata-rata di Jakarta, komoditas tersebut harganya masih mencapai Rp102.167 per kg.

Melihat data di atas, maka benar bahwa harga cabai rawit merah di Pasar Induk Kramat Jati sudah turun ke kisaran Rp70 ribu sampai Rp80 ribu.

2. Ada kendala di distribusi cabai

Bapanas Klaim Harga Cabai Turun, Ini Fakta Menurut Info Pangan Jakarta
Ilustrasi cabai rawit merah. (dok. Bapanas)

Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Bapanas, I Gusti Ketut Astawa menjelaskan, secara nasional produksi cabai rawit dalam kondisi cukup. Kenaikan harga yang terjadi sebelumnya lebih dipengaruhi kendala teknis di distribusi.

“Memang ada dua problem, yang pertama adalah secara prinsip pasokan atau stoknya tinggi, cukup produksinya tinggi, tapi problemnya dalam petik. Pada saat hujannya tinggi, tenaga kerja yang memetik tidak ada, tidak berani karena akan cepat busuk,” kata Ketut.

Selain faktor cuaca, momentum libur juga memengaruhi ketersediaan tenaga kerja panen sehingga pasokan yang masuk ke pasar sempat terkoreksi.

“Secara produksi sangat cukup, jadi itu bedanya ya, produksinya sangat cukup, metiknya yang takut, karena hujan dan lain sebagainya, mereka tidak berani metik karena akan langsung busuk,” ucap Ketut.

3. Ongkos angkut ditekan

PHOTO-2025-12-22-20-43-27.jpeg
Ilustrasi cabai rawit merah. (dok. Bapanas)

Untuk mempercepat stabilisasi, Bapanas akan mengoptimalkan Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP), terutama dengan membantu menekan ongkos angkut dari sentra produksi ke Jakarta yang saat ini berkisar Rp9 ribu–Rp10 ribu per kg.

“Sebagaimana perintah dari Bapak Andi Amran Sulaiman Kepala Bapanas, lakukan FDP, maka ini akan bisa mengkoreksi harga, minimal Rp5 ribu sampai Rp10 ribu,” ujar Ketut.

Pasokan tambahan difokuskan dari Jawa Barat (Jabar) sebagai sentra terdekat serta dari Sulawesi Selatan, termasuk Kabupaten Enrekang, yang telah menyatakan kesiapan memasok cabai rawit ke Jakarta. Dengan kombinasi peningkatan pasokan dan intervensi biaya distribusi, harga di tingkat pasar induk mulai terkoreksi dan diharapkan segera diikuti stabilisasi di tingkat pasar turunan.

Bapanas memastikan langkah stabilisasi akan terus dilakukan secara terukur dan kolaboratif, agar harga cabai rawit tetap wajar serta tidak memberatkan masyarakat, khususnya menjelang momentum hari besar keagamaan nasional puasa dan Idul Fitri.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati
Follow Us

Latest in Business

See More

Profil Ormat yang Jadi Sorotan karena Menang Lelang WKP di Halmahera

17 Feb 2026, 12:03 WIBBusiness